BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, akan dipilih menjadi Desa Siaga Tuberculosis (TBC). Dipilihnya Gondangmanis, karena di desa tersebut ditemukan kasus terbanyak di Kudus.
Pemilihan Gondangmanis sebagai pilot project penanganan TBC di Kudus, ditentukan dalam acara Workshop Inisiasi Desa Siaga TBC Kabupaten Kudus, di ruang Meeting Room MVR, Gondangmanis, Jumat (26/7/2024).
Dalam kegiatan tersebut, hadir Sekretaris Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TBC) Kudus, Safi’i, Kepala Bidang (Kabid) Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Darsono, dan sejumlah perwakilan dari USAID Bebas TB Jawa Tengah.
Baca juga: Satu WBP Positif TBC, Rutan Kelas IIB Kudus Pastikan Pasien Tak Akan Dikucilkan
Kepada Betanews.id, Syafi’i menjelaskan, acara workshop ini menargetkan lokasi desa percontohan atau desa intervensi. Dalam menentukan desa intervensi, tim menentukan beberapa indikator.
“Kasus TBC ini kan harus dikeroyok bareng, samaha lnya kasus stunting. Jadi butuh melibatkan banyak stakeholder. Untuk menentukan Desa Siaga TBC, ada beberapa indikator, di antaranya beban kasus TBC, komitmen pemerintah desa, adanya kader yang aktif, serta kemudahan akses ke faskes,” ungkap Syafi’i yang juga menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kudus itu.
Berdasarkan hasil diskusi dalam acara tersebut, Syafi’i menjelaskan, pilot project Desa Siaga TBC yang dipilih adalah Desa Gondangmanis. Desa tersebut nantinya akan mendapat pendampingan hingga tahun 2028.

