31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Inilah 5 Desa dengan Kasus TBC Tertinggi di Kudus

Belasan orang tampak memperhatikan pemaparan Dinas Kesehatan Kudus, di ruang Meeting Rooms MVR Kudus, Jumat (26/7/2024) pagi. Pada layar proyektor ditunjukkan data temuan kasus tuberculosis (TBC) di sejumlah desa di Kota Kretek. Data lima desa dengan kasus tertinggi dan lima desa dengan kasus terendah ditunjukkan, sebagai bahan diskusi langkah penanganan.

Pada Diskusi bertajuk Workshop Inisiasi Desa Siaga TBC Kabupaten Kudus itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kudus Darsono (56) yang memaparkan dasa tersebut, menjelaskan kasus TBC mengalami lonjakan pada Juli 2024. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran masifnya proses skrining di Kudus.

“Bulan Juli 2024 ini penemuan kasus TBC di Kudus melonjak tajam. Kami lakukan skrining secara masif, mulai sekolah-sekolah, guru, pekerja pabrik juga kita skrining,” bebernya pada acara yang digelar oleh Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) Kabupaten Kudus.

-Advertisement-

Baca juga: Ditemukan Kasus Terbanyak, Gondangmanis akan Jadi Desa Siaga TBC

Dia merinci, desa dengan kasus TBC tertinggi di Kudus yakni Desa Gondangmanis dengan 28 kasus. Selain Gondangmanis, Desa Mijen juga memiliki jumlah kasus yang sama, 28 kasus.

“Kemudian Desa Jepang 26 kasus, Desa Loram Wetan 24 kasus dan Desa Klumpit 22 kasus. Sementara desa dengan Kasus TBC terendah ada Desa Berugenjang dengan 0 kasus, Desa Glagah Kulon, Kajar, Kajeksan dan Kerjasan semua 1 kasus,” rincinya.

Data yang dipaparankan Darsono memberi titik terang pada forum tersebut. Karena kasus TBC yang menjadi salah satu indikator dalam pembentukan Desa Siaga TBC nantinya. Selain kasus TBC, indikator lain adalah komitmen pemerintah desa, adanya kader yang aktif serta kemudahan akses ke faskes.

Setelah menimbang antara Desa Gondangmanis dan Mijen, akhirnya forum tersebut menentukan Desa Gondangmanis menjadi Pilot project Desa Siaga TBC. Desa tersebut nantinya akan mendapat pendampingan hingga tahun 2028.

Baca juga: Inilah Tugas Tim Percepatan Penanggulangan TBC Kudus, Target 2028 Bebas TBC

Darsono mengaku sangat setuju dengan adanya inisiasi desa siaga TBC. Ke depan, pihaknya juga akan fokus melakukan skrining ke desa-desa yang ada di Kudus.

“Nanti kami akan fokuskan ke sana. Kita juga punya lima alat skrining canggih. Sehingga hasilnya cepat, yaitu Tes Cepat Molekuler (TCM),” terangnya.

Alat tersebut kini tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Puskesmas Jekulo, Puskesmas Rejosari, Puskesmas Gribig, dan Puskesmas Kaliwungu. Selain di sejumlah puskesmas juga ada di RSUD Kudus.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER