31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Cek Kesiapan Penanganan Corona, Ganjar: ‘Jangan Panik, Kalau Masker Habis Pakai Masker Bengkoang’

BETANEWS.ID, SURAKARTA – Suasana riuh rendah terdengar di ruang tunggu Rumah Sakit Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020) pagi. Warga yang sedang menunggu antrean di rumah sakit tersebut terlihat sedikit terkejut tapi antusias saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdiri di hadapan mereka. Pria berambut putih itu kemudian bertanya kepada warga.

“Ibu yang sekarang batuk siapa ngacung? Yang batuk, yang pilek pakai masker ya. Yang demam, yang batuk pilek segera periksa ke dokter. Tidak usah panik. Yang sehat tidak batuk dan pilek tidak apa-apa, tidak usah sibuk cari masker. Kalau maskernya habis pakai masker bengkoang,” ujar Ganjar yang disambut tawa warga di sana.

Ganjar berbincang dengan dokter di RS Moewardi Surakarta. Foto: IST

Kedatangan gubernur dua periode tersebut untuk mengecek kesiapan Rumah Sakit Moewardi terkait penanganan virus Corona Covid-19. Hal itu dilakukan untuk memastikan kesiapan jika terjadi kondisi yang memburuk di Jawa Tengah.

-Advertisement-

Kepada warga yang ada di rumah sakit tersebut, Ganjar meminta untuk tidak panik. Dia mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal itu bisa ditempuh dengan beristirahat cukup, tidur nyenyak dan makan enak.

Dalam pengecekan yang dilakukan di rumah sakit yang masuk dalam 10 rujukan penanganan virus Corona di Jawa Tengah itu, Ganjar melihat kesiapan sumberdaya medis, mulai dari Standard operating procedure (SOP) dokter, peralatan hingga ruang isolasi. Dari hasil pengecekan yang dilakukan, Ganjar menyatakan rumah sakit di Surakarta itu siap.

“Tadi sudah kami cek, untuk SOP, peralatan, tenaga medis dan ruang isolasi semuanya sudah siap jika terjadi sesuatu luar biasa terkait Virus Corona,” katanya.

Baca juga:

Jika ada warga yang mengalami batuk dan pilek disertai demam, terlebih pernah melakukan kontak dengan warga asing, politisi PDI Perjuangan tersebut meminta agar segera memeriksakan diri ke dokter. Jika malu datang ke rumah sakit, dia meminta agar warga menelepon rumah sakit agar nanti bisa dijemput.

“Kalau malu atau tidak bisa ke rumah sakit sendiri, tinggal telepon rumah sakit, nanti kita yang jemput. Semua SOP sudah siap. Kita tidak menginginkan (virus ini Corona menyebar), tapi menyiapkan untuk antisipasi,” katanya.

Ganjar menambahkan, hingga saat ini warga yang suspect virus Corona ada 26 di Jawa Tengah. Namun dari jumlah tersebut, 21 di antaranya sudah sembuh. Lima orang lainnya saat ini tengah menjalani perawatan di Banyumas dan RSUP Kariadi.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER