BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang tampak keluar masuk ke dalam bangunan yang berada di tepi Jalan Dr Lukmono Hadi, tepatnya di seberang timur Rumah Sakit Umum Kudus. Terlihat dari mereka ada yang membeli obat. Tapi ada juga yang datang bertanya, kemudian pergi dengan gurat wajah kecewa. Tempat tersebut yakni Apotek Kimia Farma Kudus yang kehabisan stok masker sejak virus corona merebak.

Mulyati Wahyuningsih (40) selaku kasir Apotek Kimia Farma Kudus menuturkan, tempat bekerjanya saat ini memang tidak punya stok masker. Dan keadaan itu terjadi sudah lumayan lama. Bahkan lanjutnya, dia tidak bisa mengingat kapan terakhir melayani penjual0an masker di Apotek Kimia Farma.
“Sejak wabah virus corona merebak memang penjualan masker laris manis. Dan sekarang di Apotek Kimia Farma tidak punya stok sama sekali. Kalau pun ada, hanya untuk para karyawan peracik obat,” jelas perempuan yang akrab disapa Ani kepada betanews.id.
Dia mengungkapkan, sebenarnya di Apotek Kimi Farma Kudus, tidak hanya masker saja yang kehabisan stok. Melainkan juga cairan untuk cuci tangan atau biasa disebut hand sanitizer, serta termometer tembak. Menurutnya, ketiga barang tersebut bisa dianggap sebagai pencegahan awal tertular dari virus corona.
“Saat ini, ketiga barang tersebut di Apotek Kimia Farma Kudus kosong. Kami juga sudah menghubungi distributor maupun pusat. Semoga secepatnya ketiga barang itu dikirim dan didrop dari pusat. Untuk harga kami menjualnya dengan harga sama,” ungkap Ani.
Setali tiga uang dengan Apotek Kimia Farma Kudus, Apotek 39 yang berada di tepi Jalan Sunan Kudus, Kelurahaan Demaan, Kudus juga tidak mempunyai stok masker. Menurut Noor Fiana (24) selaku admin alat kesehatan, masker di Apotek 39 sudah lama habis. Dan belum ada pengiriman dari suplaiyer sampai sekarang.
Baca juga
- Cek Kesiapan Penanganan Corona, Ganjar: ‘Jangan Panik, Kalau Masker Habis Pakai Masker Bengkoang’
- Ada Virus Corona Jangan Panik, Inilah 6 Tips Agar Tak Tertular
- Ribuan Wisatawan Manca Kena ‘Getah’ Corona, Tertahan di Laut Dilarang Merapat ke Semarang
“Stok masker di Apotek 39 itu sudah habis sejak pertengahaan Februari. Dan belum ada pengiriman dari suplaiyer. Begitu juga termometer tembak stoknya kosong,” ungkap perempuan yang akrab disapa Ana.
Perempuan warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog itu melanjutkan, berbeda dengan masker dan termometer tembak, di Apotek 39 masih punya stok hand sanitizer. Tapi jumlahnya juga tidak banyak. Sehingga pembeliannya dibatasi agar para pelanggan bisa kebagian semua.
“Di Apotek 39 masih ada stok hand sanitizer, tapi pembelian dibatasi. Setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli dua botol. Itu pun dengan ukuran yang sama,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

