BETANEWS.ID, TEGAL – Isu Virus Corona COVID-19 memberi dampak cukup besar di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Tak terkecuali bagi para wisatawan asal mancanegara yang berada di Kapal pesiar Viking Sun. Kapal asal Darwin, Australia tersebut dilarang merapat ke Semarang.
Hingga Kamis (5/3/2020), kapal yang membawa sebanyak 1.600 wisatawan itu tersebut masih tertahan di perairan Semarang. Petugas medis masih memeriksa penumpang untuk mengetahui apakah di antara mereka ada yang suspect Corona COVID-19 atau tidak.
Terkait hal tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihak yang mengecek para penumpang Viking Sun dari Kantor Kesehatan Pelabuhan. Tidak hanya wisatawan saja yang dicek, tapi juga para awak kapal.
“Semoga hari ini ada hasilnya. Hasil pemeriksaan saya minta untuk segera diberikan kepada Wali Kota Semarang agar dirapatkan dan diambil keputusan,” kata Ganjar ditemui usai meninjau Gedung Balai Kesehatan Masyarakat di Tegal.
Sedianya kapal dari Darwin tersebut bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, setelah dari Labuan Bajo. Setelah dari Kota Lunpia, para wisatawan direncanakan ke Surabaya dan Bali. Namun, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menolak kedatangan kapal itu, karena diduga ada dua penumpang yang menjadi suspect Corona.
Ganjar menyatakan berharap, semua penumpang dinyatakan sehat dan tidak ada yang menjadi suspect. Namun, jika dari hasil pemeriksaan KKP dinyatakan ada yang menjadi suspect Corona, dirinya akan menerapkan SOP penanganan.
“Sesuai SOP, jika ada yang dinyatakan sebagai suspect Corona harus dikarantina 14 hari. Yang dikarantina tidak hanya suspect, tapi seluruh penumpang. Itu SOP-nya, kalau tidak mau dikarantina ya silakan berlayar pulang ke tempat asal,” ujar Ganjar.
Ganjar menambahkan, pengecekan terhadap penumpang kapal pesiar Viking Sun lanjut Ganjar adalah protokol keamanan di Jawa Tengah. Pihaknya meminta semua hati-hati, tapi tidak boleh paranoid dan ketakutan.
“Kalau hasil pengecekan menyatakan semua wisatawan di kapal pesiar itusehat, maka Pemkot Semarang saya minta agar mereka diguide dengan baik mau piknik kemana. Kalau mereka sehat, maka sya ingin agar pariwisata bisa tetap dikelola. Ndak usah takut,” katanya.
Editor: Suwoko

