Beranda blog Halaman 17

‎Kunjungi Korban Dugaan Pemerasan, Wabup Bellinda Berharap Kasus Cepat Selesai hingga Edukasi Area Berjualan

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton turun langsung menindaklanjuti kasus dugaan pemerasan terhadap PKL yang sempat viral di media sosial akhir-akhir ini. Ia bahkan berkunjung ke kediaman Muhammad Anand Ardianto untuk memastikan kronologi kejadian secara langsung.

‎Bellinda menyampaikan, bahwa kedatangannya bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus memberikan pendampingan terhadap korban yang diduga sempat mengalami trauma.

‎”Hari ini kami berkunjung ke rumah Mas Anand untuk menindaklanjuti kasus yang kemarin ramai di media sosial. Kami ingin meluruskan masalahnya seperti apa dan mendengar langsung kronologi dari yang bersangkutan,” terangnya, Senin (20/4/2026).

‎Ia menjelaskan, kasus tersebut bermula dari video viral terkait dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Jalan Sunan Muria. Dalam video itu disebutkan adanya penarikan uang terhadap pedagang di lokasi tersebut.

‎Menurutnya, penarikan yang terjadi berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Padahal, di kawasan tersebut seharusnya tidak diperbolehkan adanya aktivitas jual beli, melainkan hanya untuk area parkir.

‎“Di sana itu memang bukan area untuk berjualan, hanya untuk parkir. Tarif resmi parkir juga sudah jelas, motor Rp2.000 dan mobil Rp3.000,” jelasnya.

Baca juga : Soal Dugaan Pemerasan PKL, Bupati Sam’ani Tegaskan Tak Boleh Ada Tindakan Premanisme di Kudus

‎Lebih lanjut, Bellinda mengungkapkan bahwa setelah video tersebut viral, korban justru kembali mengalami tekanan dari oknum organisasi masyarakat (ormas) yang mengelola area parkir di Jalan Sunan Muria. Korban disebut dimintai uang hingga Rp30 juta untuk dua PKL.

‎“Setelah viral, korban dimintai uang Rp30 juta oleh oknum, dan sempat keluar Rp20 juta. Ini yang nanti akan kami tindaklanjuti agar uang tersebut bisa dikembalikan,” tegasnya.

‎Saat ini, kasus tersebut telah masuk dalam proses hukum. Pemerintah Kabupaten Kudus pun memastikan akan merespons cepat setiap persoalan yang meresahkan masyarakat.

‎Selain itu, Pemkab juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait zona yang diperbolehkan untuk berjualan serta ketentuan tarif parkir yang berlaku, guna mencegah kejadian serupa terulang.

‎Bellinda mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik serupa di lapangan. Ia menyebut masyarakat bisa memanfaatkan layanan pengaduan milik pemerintah daerah.

‎“Ke depan kalau ada masalah seperti ini lagi, masyarakat bisa melaporkan melalui aplikasi Kudus Sehat. Insyaallah akan segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait,” imbuhnya.

‎Editor : Kholistiono

- advertisement -

Klinik K&M Kudus Hadirkan Teknologi HIFU Pertama di Dunia, Perawatan Wajah Natural, Tahan Lama dan Tanpa Efek Samping

0
Owner K&M, dr Maria Stefannie Soesanto saat peluncuran treatment berbasis teknologi HIFU. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Klinik kecantikan K&M menghadirkan inovasi terbaru dalam perawatan kulit wajah dengan meluncurkan treatment berbasis teknologi HIFU (High-Intensity Focused Ultrasound) generasi terbaru. Perawatan ini diklaim mampu mengencangkan kulit tanpa operasi, tanpa rasa sakit, serta tanpa masa pemulihan yang panjang.

Peluncuran treatment dengan teknologi tinggi tersebut bersamaan dengan acara launching yang dikemas dalam bentuk treatment session dan dinner bersama, Minggu (19/4/2026).

Owner K&M, dr. Maria Stefannie Soesanto mengatakan, peluncuran treatment tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan standar baru dalam perawatan anti-aging yang natural. Sekaligus pihaknya juga ingin memanjakan para pelanggannya dengan alat yang lebih canggih tanpa efek samping.

“Ini treatment pengencangan wajah menggunakan HIFU generasi terbaru dengan teknologi paling mutakhir. Hasilnya lebih efektif, tidak sakit, dan tidak perlu anestesi,” katanya.

Ia menjelaskan, teknologi HIFU terbaru ini memiliki keunggulan dibanding generasi sebelumnya, yakni menggunakan sistem “3 line dan 3 dots” yang membuat hasil perawatan lebih optimal dan bertahan lebih lama.

“Kalau HIFU biasa sudah ada sejak lama, tapi yang ini berbeda karena teknologinya lebih canggih, bahkan hasilnya bisa tiga kali lebih efektif,” jelasnya.

Treatment ini difokuskan untuk area wajah dengan manfaat utama mengencangkan kulit, mengurangi tanda penuaan, serta membuat tampilan kulit lebih sehat dan bercahaya. Menariknya, proses perawatan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit.

“Ini cocok untuk yang ingin tampil lebih kencang dan segar tanpa harus operasi atau suntik. Hasilnya tetap natural, tidak mengubah bentuk wajah,” tambahnya.

Menurutnya, teknologi tersebut juga tergolong langka di Indonesia. Saat ini, mesin HIFU generasi terbaru itu baru tersedia di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Sedangkan K&M Clinic menjadi salah satu yang pertama menghadirkannya di Jawa Tengah.

“Di Indonesia baru ada beberapa unit saja. Kami ingin menghadirkan teknologi ini agar masyarakat Kudus juga bisa merasakan perawatan modern,” ungkapnya.

Selain itu, treatment ini juga tidak menimbulkan efek samping seperti bengkak maupun nyeri. Bahkan, hasil dari satu kali perawatan dapat bertahan hingga enam bulan.

“Tidak ada efek samping. Ini konsepnya painless beauty, jadi cantik tanpa harus sakit,” tegasnya.

Ia menambahkan, perawatan ini bisa diulang sesuai kebutuhan. Bahkan, jika dilakukan rutin setiap bulan, hasilnya tetap aman dan dapat mempertahankan efek pengencangan kulit lebih lama.

Dengan hadirnya teknologi ini, Stefannie berharap kliniknya dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan perawatan anti-aging modern, aman, dan tetap natural tanpa prosedur bedah.

- advertisement -

Masuk Prioritas Program Gentengisasi Prabowo, Pengrajin Genteng di Jepara Justru Mulai Langka

0
Salah satu perajin genteng di Kabupaten Jepara. Foto : Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Kabupaten Jepara termasuk salah satu daerah di Jawa Tengah yang rencananya masuk sebagai daerah prioritas pelaksaan program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo.

Rencana pelaksanaan program tersebut disambut senang oleh pengrajin genteng di kabupaten Jepara. Hal itu mampu membawa angin segar bagi produksi genteng yang sempat terpuruk.

Akan tetapi, sejumlah kendala masih dihadapi oleh pengrajin. Salah satunya yaitu minimnya tenaga kerja untuk memproduksi genteng.

Saifudin (51), salah satu pengrajin genteng di Desa Jatisari, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara mengatakan, jumlah pengrajin genteng di desanya yang masih tersisa saat ini hanya sekitar 25 orang.

“Sepuluh tahun lalu jumlah(pengrajin)-nya masih ada sekitar 100 orang,” kata Saefudin pada Betanews.id, Sabtu (18/4/2026).

Saifudin melanjutkan, masyrakat mulai meninggalkan pekerjaan sebagai pengrajin genteng, sebab harganya sering tidak stabil.

Saat ini harga jual genteng yaitu di kisaran Rp1-1,1 juta per seribu biji atau Rp1.000-1.100 per biji. Namun, sekitar lima tahun yang lalu, harganya sempat anjlok menjadi Rp500 per biji.

“Sehingga pengrajin banyak yang pindah pekerjaan. Ternak kerbau, ada yang jadi kuli karena (modal dan harga jual) nggak nutup, untuk biaya produksinya lagi ngga cukup,” ungkap Saifudin.

Baca juga: Harga Kedelai Tembus Rp11.600 per Kg, Pengrajin Tahu di Jepara Kelimpungan 

Tidak hanya itu, persoalan modal juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi pengrajin. Saifudin mengatakan, saat pengrajin kehabisan modal, mereka biasanya meminjam kepada pengepul. Dengan konsekuensi, harga jual yang ditawarkan lebih murah dari harga pasar.

“Kalau ngga ngebon kan kalau ditawar rendah kita tetep ngga mau. Tapi karena ngebon barang tetap dilepas,” ujarnya.

Kendala yang sama terkait semakin minimnya jumlah pengrajin juga turut disampaikan oleh Daryono, salah satu pengrajin genteng asal Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong.

Dari hasil pendataan yang kemarin dilakukan, jumlah pengrajin genteng di Desanya saat ini hanya sekitar 490 pengrajin. Dengan estimasi rata-rata di setiap Rukun Tetangga (RT) memiliki sekitar 10 pengrajin dengan jumlah RT di desanya sebanyak 49 RT.

“Kalau dulu hampir seluruh warga itu pasti bikin genteng,” kata Daryono saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Minimnya jumlah pengrajin genteng, Daryono mengatakan berdampak pada tidak stabilnya harga jual. Disaat permintaan tinggi, namun produksi tidak mencukupi, hal tersebut berdampak pada naiknya harga jual.

Seperti pada momen lebaran Idulfitri kemarin, harga jual genteng sempat menembus Rp1.600 per biji. Namun tidak lama harganya turun menjadi Rp1000 per biji dan saat ini menjadi Rp1.200 per biji.

Sehingga ia berharap, dengan adanya program gentengisasi yang direncanakan menyasar genteng asal Jepara, bisa membuat harga genteng lebih stabil.

“Kalau nanti bisa jalan, harapannya bisa berdampak di harga jual yang lebih stabil, Rp1.500 per biji. Kalau segitu itu pengrajin sudah bisa ambil untung,” katanya.

Selain minimnya jumlah pengrajin, kendala lain yang menurut Daryono saat ini dihadapi oleh pengrajin genteng yaitu sulitnya bahan baku serta pembelian solar untuk bahan bakar alat pencetak genteng. Daryono berharap berbagai kendala tersebut nantinya bisa mendapatkan solusi jika program gentengisasi benar berjalan di Kabupaten Jepara.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Alfa Drink, Kedai Smoothies Favorit Pelajar di Kudus

0
Salah satu sajian di Kedai Smothies di alan KHR Arwani, Pejaten, Krandon, Kabupaten Kudus. Foto: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Sebuah kedai minuman di tepi Jalan KHR Arwani, Pejaten, Krandon, Kabupaten Kudus tampak ramai oleh pembeli yang datang silih berganti. Kebanyakan dari mereka adalah anak sekolah dan pengendara yang melintas. Selain itu, beberapa ojek online juga terlihat duduk di kursi yang disediakan sembari menunggu pesanan selesai.

Seorang wanita berkacamata dengan cekatan tampak sibuk melayani para pembeli. Dia tak lain adalah Siti Aidzaiyah (27), owner Alfa Drink.

Di tengah kesibukannya, Idza begitu ia akrab disapa, sudi berbagi cerita tentang usahanya yang mulai ditekuni dari bulan Oktober tahun 2023 itu. Sejak buka, kedainya itu sudah menjadi tempat singgah anak-anak sekolah di saat waktu pulang karena tempatnya yang berada di depan TK TBS itu.

Baca juga: Berawal dari Coba-Coba, Cake dan Risol Premium Salma Laris Manis

“Saya beri nama Alfa Drink karena diambil dari nama suami saya. Awalnya saya hanya coba-coba karena terinspirasi oleh teman suami yang laris jualan smoothies. Akhirnya saya coba berkali-kali dan sampai akhirnya menemukan resep yang pas, baru saya buka kedai ini,” bebernya.

Kedai Alfa Drink menawarkan berbagai varian smoothies mulai dari manggo, avocado, taro ice blend, strawberry, dragon, choco oreo blend, red velvet blend. Harganya sangat terjangkau yakni mulai Rp10 ribu.

Menurutnya, kedai Alfa Drink selalu ramai pengunjung karena pelanggan puas. Idza memberi toppingnya melimpah untuk melengkapi rasa creamy yang menjadikan smoothies miliknya banyak dicari orang.

“Biasanya yang paling diminati itu manggo smoothies dan avocado smoothies. Biasanya kalau hari-hari biasa bisa laku 50 cup gelas, tapi kalau ramai bisa lebih,” terang warga asli Singocandi Kudus itu saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tak hanya varian smoothies yang dijajakan Idza di kedainya itu, tapi juga ada jus buah yang harganya mulai dari Rp5 ribu. Ia juga menjual es teh jumbo yang dengan harga Rp3 ribu.

Baca juga: Jadi Primadona Hampers Lebaran, Sarung Batik Rahatu Banjir Pesanan

Menurut Idza, kedainya itu selalu menyediakan buah-buah fresh demi menjaga kualitas rasa. Untuk pembelian bisa langsung datang ke kedainya mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB, atau order lewat GrabFood, Shopee Food, Gojek, dan lain sebagainya.

“Paling ramai itu kalau siang, karena jam pulang sekolah. Apalagi kalau lagi panas-panasnya malah tambah ramai,” tambah ibu satu anak itu.

Penulis: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Manisnya Peluang dari Es Tung, Sajian Jadul yang Digemari Anak Muda

0
Es Tung yang dijual oleh Yuliadi di Perempatan Jalan Pasuruhan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Foto: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Kedai es tung yang berada di pinggir Perempatan Jalan Pasuruhan Lor, tepat di tengah area persawahan Kabupaten Kudus itu tampak menarik perhatian pembeli. Sejumlah pengendara sepeda motor atau mobil tampak datang silih berganti meramaikan lapak milik Yuliadi (34) itu.

Yuliadi di sela-sela kesinukannya, Yuliadi menjelaskan, bahwa Es Tung merupakan minuman legendaris yang makin langka ditemui, sehingga para pembeli ingin menikmati es tung dengan warna yang berbeda. Inspirasi itulah yang membuat Yuliadi untuk berinovasi menjadikan es tung dengan tampilan yang cantik karena toppingnya.

Menurutnya, es tung memiliki bentuk yang mirip dengan es krim. Bedanya, bahan utama es tung berasal dari santan kelapa, sedangkan es krim berbahan dasar susu sapi.

Baca juga: Cuma Rp5 Ribu, Lontong Tahu Napsiah Bertahan Puluhan Tahun

Untuk menarik minat pembeli dan selera anak muda, Yuliadi kemudian membuat berbagai variasi topping es tung yang lebih modern dan cocok di lidah.

“Toppingnya ada caramel, sandwich, boba, es podeng, dan rujak es tung. Tapi yang paling best seller biasanya es tung topping caramel. Untuk harganya, saya jual mulai dari Rp5 ribu,” beber Yuliadi.

Awalnya, Yuliadi hanyalah karyawan di percetakan, namun karena ia terinspirasi dari kakak iparnya. Akhirnya ia merintis usaha es tung jadul mulai tahun 2023 hingga memiliki dua lapak di Kudus.

“Saya terinspirasi dari kakak ipar saya sejak tahun 1980-an untuk menjual es tung. Tapi saya berinovasi agar es tung lebih menarik,” ujar warga asli Demaan Kudus itu saat ditemui benerapa waktu lalu.

Selaian terinspirasi oleh kakak ipar, Yuliadi juga mengaku ingin membuka lapangan kerja. Khususnya untuk mahasiswa yang masih kuliah, agar bisa belajar berwirausaha.

Baca juga: Laris Manis, Lentog Tanjung Bu Rina Ludes Setiap Hari

“Saya kerja di percetakan sebagai karyawan, tapi saya ingin membuka peluang kerja untuk orang lain. Akhirnya saya membuka usaha es tung ini, saya ingin membuka peluang kerja untuk anak-anak yang masih kuliah biar bisa dijadikan bekal untuk usaha,” tambahnya.

Kedai Yuliadi biasanya buka mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Setiap hari, ia dapat menghabiskan sekitar 30 porsi es tung pada hari biasa. Sementara hari Minggu, biasanya bisa terjual hingga 200 porsi es tung di CFD.

Penulis: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

- advertisement -

Gulirkan Program Beasiswa, Pemkab Kudus Bantu Mahasiswa Kurang Mampu Sebesar Rp6 Juta

0
Ilustrasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali menggulirkan program bantuan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu berprestasi pada tahun 2026. Program tersebut merupakan salah satu program prioritas dalam mendukung akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Sub Koordinator Bagian Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Pemkab Kudus, Sodikan menyampaikan, bahwa tahun ini program beasiswa tersebut kuotanya ada 15 mahasiswa. Secara jumlah, kuota tahun ini meningkat dari sebelumnya dengan total 8 mahasiswa yang menerima dari 13 pendaftar yang mengajukan.

“Jadi untuk tahun ini ada 15 mahasiswa yang akan menerima bantuan beasiswa. Bantuan beasiswa ini diberikan berupa uang Rp6 juta per mahasiswa dan disalurkan satu kali dalam satu tahun,” bebernya saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Baca juga: Selamat, 13 Mahasiswa FEB UMK Lulus Tanpa Skripsi

Ia menjelaskan, program itu diperuntukkan bagi mahasiswa berdomisili Kabupaten Kudus dan berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, calon penerima juga harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.

“Persyaratannya mengajukan permohonan ke Bupati, dengan melampirkan KTP, KK, surat keterangan tidak mampu dari desa, surat keterangan dari perguruan tinggi, serta tidak sedang menerima beasiswa lainnya,” ungkapnya.

Selain kriteria itu, penerima juga harus memenuhi prestasi akademik dan non-akademik. Mahasiswa penerima beasiswa ini harus memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,5, serta yang memiliki kemampuan tahfidz Al-Qur’an.

“Dari arahan pimpinan, diutamakan yang berprestasi, IPK minimal 3,5, termasuk yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Namun sejauh ini untuk kriteria tahfidz memang belum ada,” jelasnya.

Sodikan menuturkan, bahwa pengajuan program ini dilakukan satu tahun sebelumnya. Hal itu terkait dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang harus disetujui dari pihak-pihak yang berwenang, termasuk DPRD Kabupaten Kudus.

“Sehingga realisasinya dijalankan pada tahun berikutnya. Seperti pemberian bantuan beasiswa tahun ini, pengajuan telah dilakukan di tahun lalu. Progrm ini sudah lama berjalan, sejak saya di sini (bagian Kesra Pemkab Kudus) 2021 sudah ada,” terangnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Tuai Dukungan Berbagai Pihak

0

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang rencananya bakal dihelat di Jawa Tengah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Ketua Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah, Ali Imron Hasan menyatakan, siap mendukung kesuksesan Jateng sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2026.

“Kami mendoakan dan sengkuyung untuk sukses pelaksanaan MTQ Nasional di Jateng. Melalui syiar MTQ, jangan sampai acaranya sepi nyenyet,” ujarnya saat acara Konferwil JQHNU Jateng di Aula Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (18/4/2026).

Wakil Ketua II JQHNU Jateng Khoironi menambahkan, Untuk menyambut gelaran pihaknya sudah mempersiapkan para hafiz/hafizah (penghafal Al-Qur’an). Pihaknya tengah melaksanakan seleksi untuk dapat turut serta pada event tersebut.

“Ini baru proses seleksi, yang akan diikutkan nanti,” katanya.

Baca juga: Pemprov Jateng Bangun Kemandirian Ekonomi Santri Melalui Koperasi

Ia akan terus mendoakan agar MTQ Nasional di Jateng sukses, baik pelaksanaan maupun prestasi. Selain itu juga akan memberikan dukungan dari pengurus daerah di Jateng agar mengirimkan wakil terbaik untuk mendukung Jateng.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen memberikan apresiasi atas dukungan JQHNU untuk sukses pelaksanaan MTQ Nasional di Jateng. Dia berharap Jawa Tengah bisa menjadi tuan rumah yang baik, dan prestasinya juga meningkat.

Rencananya, MTQ Nasional 2026 akan dilaksanakan pada 11 – 20 September 2026.

Sebelumnya, Taj Yasin menjelaskan, pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI nantinya akan dilaksanakan di Kota Semarang. Sejumlah titik kedatangan yang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan para kabilah, antara lain, Bandara Ahmad Yani, Bandara Adi Sumarmo Solo, serta stasiun kereta api di Kota Semarang, yaitu Tawang dan Poncol.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga meminta, agar nantinya disebarkan maskot serta tema MTQ Nasional XXXI di 35 kabupaten/kota. Terutama di perbatasan-perbatasan dengan Jawa Tengah. Sehingga, masyarakat Jawa Tengah turut menyambut dan gembira terhadap pelaksanaan MTQ Nasional tersebut.

Rencananya, gelaran akan melibatkan sekitar 7.000 orang, yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia. Pembukaan acaranya direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subiyanto, di Lapangan Pancasila, Simpanglima Kota Semarang, pada 12 September 2026. Diawali dengan Pawai Taaruf dengan rute Balaikota – Gubernuran.

Adapun logo dan maskot MTQ Nasional 2026 ini yang menggunakan ikon Tugumuda di Kota Semarang. Adapun logo, mengandung unsur Tugumuda, kitab Al quran, masjid agung, gunungan dan sulur, pusaka keris, serta bintang/cahaya dengan ruas lima yang menggambarkan rukun Islam.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Program Gentengisasi Prabowo Bakal Sasar Genteng Jepara

0
Salah satu perajin genteng di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Pengrajin Genteng di Kabupaten Jepara saat ini memiliki harapan baru, sebab program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto rencananya akan menyasar genteng dari Jepara.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Disperkim) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono mengatakan, sebagai upaya untuk menidaklanjuti hal tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait rencananya akan datang ke Kabupaten Jepara pada tanggal 13 Mei 2026 mendatang.

“Pak Menteri Ara pada 13 Mei besok rencannya bakal ke Jepara, salah satu tujuannya untuk mensosialisasikan program gentengisasi. Di Jawa Tengah yang ditunjuk ini kan Kebumen dan Jepara, semoga yang di Jepara ini nanti bisa berhasil,” Ungkap Eko pada Betanews.id melalui sambungan telepon, Sabtu (18/4/2026).

Selain menyosialisasikan program gentengisasi, kedatangan Maruar Sirait atau Ara ke Jepara juga untuk memantau perkembangan Program 3 Juta Rumah yang juga digagas oleh Presiden Prabowo.

Eko melanjutkan, nantinya pembangunan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) disarankan untuk menggunakan atap dari genteng, bukan galvalum pasir yang selama ini banyak digunakan.

Baca juga: Dari 67,73 Hektare, Kawasan Kumuh di Jepara Baru Berkurang 9,52 Hektare Selama Tiga Tahun 

“Kemarin kita juga sudah adakan pertemuan dengan pengembang perumahan. Dari 53 yang kita undang, yang hadir sekitar 25 orang, kita berikan sosialisasi agar bangunan perumahan mengurangi penggunaan galvalum, kita minta untuk menggunakan genteng,” ujar Eko.

Menanggapi rencana tersebut, Saefuddin (51) salah satu pengrajin genteng di Desa Jatisari, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara mengaku senang dengan adanya program tersebut.

Ia berharap program tersebut bisa mengangkat perekonomian pengrajin genteng yang saat ini jumlahnya mulai berkurang.

“Seandainya itu dilaksanakan kan ada permintaan banyak, setidak-tidaknya kalau ada bangunan pemerintah atapnya pakai genteng, kan rejeki masyarakat yang produksi genteng kan bisa lumayan, rejekinya agak naik, bisa terangkat,” kata Saefudin saat ditemui di kedimannya.

Salah satu kendala yang dihadapi pengrajin genteng saat ini, Udin mengatakan yaitu terkait modal. Untuk itu ia berharap, jika program tersebut bisa terealisasi di Jepara, pemerintah bisa memberikan kemudahan pinjaman modal bagi pengrajin.

“Harapannya modal bisa dipermudah, pinjaman KUR misalnya, mau pinjam bisa dikasih. Soalnya selama ini kalau ngga punya modal, pinjam di pegepul, dampaknya harga jualnya jadi murah,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Didominasi Atlet Perempuan, 1.100 Pesilat Ramaikan Bupati Cup Jepara 2026

0
Bupati Jepara Witiarso Utomo menghadiri pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Bupati Jepara Cup. Foto: Umi Nurfaizah.

BETANEWS.ID, JEPARA– Sebanyak 1.100 pesilat dari berbagai kategori mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Kabupaten Jepara yang digelar pada Sabtu – Senin (18-20/4/2026) di Gedung Wanita Jepara.

Ribuan pesilat itu berasal dari perguruan silat di wilayah Jepara dan kota sekitarnya. Dari 1.100 peserta, pesilat perempuan menjadi peserta yang mendominasi dalam ajang kejuaraan tersebut.

Ketua Umum IPSI Kabupaten Jepara, Arizal Wahyu Hidayat mengatakan, even kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi panggung pembinaan, tetapi juga pelestarian budaya.

“Ini bukan hanya turnamen, tapi bagian dari menjaga warisan budaya. Kami juga menjunjung profesionalitas agar kegiatan berjalan baik dari awal hingga akhir,” katanya di tengah gelaran kejuaraan pencak silat Bupati Cup.

Sehingga pihaknya selaku bagian dari pemerintah daerah (pemda) menurutnya akan selalu berkomitmen untuk memajukan pencak silat di Jepara.

“Bupati juga selalu support, salah satunya dibuktikan dengan kehadiran beliau di setiap event, bahkan sebelum menjadi Bupati Jepara. Kami juga terus berbenah agar kejuaraan ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dan berdampak positif,” tambahnya.

Terkait prestasi atlet silat dari Jepara, Arizal mengatakan atlet dari Jepara cukup kompetitif. Sehingga ia akan mempertahankan dan meningkatkan perolehan prestasi yang sudah ada.

“Makanya event-event seperti ini akan terus kita laksanakan untuk memacu prestasi Jepara,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengaku bangga melihat antusiasme para peserta, terutama dari kalangan usia dini hingga remaja.

“Terlihat anak-anak sangat semangat. Mudah-mudahan dari sini lahir bibit-bibit pesilat yang luar biasa. Bupati Cup ini akan terus dilaksanakan hingga akhir masa jabatan,” kata Wiwit.

Kejuaraan ini diikuti oleh 1.100 peserta, yang terdiri dari 400 atlet usia dini, 350 pra-remaja, dan 350 remaja. Menurut Wiwit, jumlah tersebut merupakan investasi besar bagi masa depan olahraga sekaligus karakter generasi muda Jepara.

Ia juga menyoroti tingginya partisipasi perempuan dalam ajang ini, yang menunjukkan bahwa pencak silat semakin diminati oleh semua kalangan.

“Ini menjadi sinyal kuat bahwa pencak silat sudah mendapatkan tempat di hati anak-anak Jepara. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga turut mendominasi,” jelasnya.

Ke depan, ia menargetkan adanya kejuaraan tingkat nasional. Sehingga event pencak silat digelar dua kali dalam setahun guna mendorong peningkatan kualitas atlet sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Sebagai bentuk dukungan, Wiwit menyerahkan bantuan peralatan pencak silat kepada 15 perguruan silat di Kabupaten Jepara.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kolaborasi Pemprov Jateng-KAI Siap Perluas Akses Layanan Hukum

0
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap membangun sinergi dan kolaborasi dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI), untuk memperluas akses layanan hukum serta memperkuat reformasi birokrasi.

“Kami menerapkan collaborative government (pemerintahan kolaboratif) untuk membangun suatu daerah, tidak bisa sendiri, semua harus dirangkul agar mempunyai kebersamaan. Together we can, bersama-sama kita bisa, sehingga program advokat dengan program pemerintah bisa selaras,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menghadiri acara Rakernas ke-VIII KAI di Metro Park View Hotel, Kota Semarang, Jumat (17/4/2026).

Menurut Luthfi, advokat menjadi salah satu profesi untuk membantu masyarakat mencari keadilan. Karenanya, peran advokat melalui pos bantuan hukum bagi masyarakat tidak mampu sangat krusial. Sebab, advokat tidak hanya menjalankan profesi, tetapi juga menjadi penjaga keadilan dan pelindung hak asasi manusia.

“Maka ia harus ikut serta dalam menciptakan suasana tertib dan aman dengan cara pendampingan aspek hukum. Ini penting, selaras dengan program pemerintah terkait Posbankum,” katanya.

Luthfi mengatakan, ketertiban hukum menurutnya sangat penting bagi suatu wilayah. Dengan begitu, maka akan menarik investor untuk menanamkan investasinya.

Ketua Panitia Rakernas ke-VIII Kongres Advokat Indonesia, Diewang Purnama, mengatakan acara tersebut diikuti oleh perwakilan pengurus se-Indonesia. Acara itu sebagai momentum strategis untuk melakukan evaluasi dan menyusun program kerja serta memperkuat langkah-langkah dalam penataan hukum. Tujuannya untuk menjadi advokat yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantanagn zaman.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

Mengenal Aulia, Mahasiswi UMK Berprestasi di Ajang Seni yang Siap Melaju ke Peksimida Jateng

0
Ananda Aulia Putri, mahasiswi UMK Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Foto: Kaerul Umam.

BETANEWS.ID, KUDUS – Prestasi membanggakan ditorehkan Ananda Aulia Putri (18), mahasiswi semester 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia berhasil meraih juara pertama dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa (Peksima) dan bersiap melaju ke tingkat provinsi dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah.

Aulia mengaku, keikutsertaannya dalam ajang tersebut berawal dari rekomendasi pihak kampus. Ia dihubungi untuk mewakili kampus setelah sebelumnya memiliki rekam jejak prestasi di bidang seni.

“Dari kampus dihubungi untuk ikut, karena sebelumnya juga pernah juara. Alhamdulillah di Peksima kemarin bisa juara satu dan nanti lanjut ke Peksimida tingkat Jawa Tengah,” katanya belum lama ini.

Perjalanan Aulia di dunia tarik suara ternyata sudah dimulai sejak kecil. Ia mulai menekuni dunia musik sejak duduk di bangku sekolah dasar.

“Mulai nyanyi itu dari kelas 3 SD. Awalnya karena ada event di sekolah, disuruh tampil, terus coba nyanyi. Dari situ guru-guru menyarankan ikut lomba dan akhirnya sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca juga: Selamat, 13 Mahasiswa FEB UMK Lulus Tanpa Skripsi

Sejak saat itu, berbagai prestasi berhasil diraih, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional, terutama saat masih duduk di bangku SMA. Ia juga pernah mengikuti ajang nasional seperti “Sing a Song” yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kudus serta Ramadan Fest yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah.

Dalam kompetisi tersebut, Aulia tidak hanya tampil sebagai solois, tetapi juga pernah berkolaborasi dalam grup band.

“Kalau di Sing a Song itu solo, tapi kalau di Ramadan Fest kita tampil ngeband,” jelasnya.

Kepercayaan dirinya untuk tampil di atas panggung mulai terbangun sejak masa SMP. Seiring waktu, ia semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan seni, termasuk bergabung dalam Teater Tiga Koma di kampusnya.

Selain aktif di dunia seni, Aulia juga menjalani pekerjaan sebagai host live di TikTok. Ia mengatur waktu secara fleksibel agar tetap bisa kuliah, bekerja, dan berkarya.

“Kerjanya fleksibel, biasanya setelah pulang kuliah. Jadi masih bisa bagi waktu untuk latihan dan ikut event,” katanya.

Tak hanya itu, Aulia juga kerap menerima tawaran tampil di berbagai acara, mulai dari kegiatan formal hingga hiburan di kafe-kafe. Meski begitu, ia mengaku tetap fokus mengembangkan kemampuan bernyanyinya.

Mahasiswi yang tinggal di wilayah Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu berharap dapat memberikan hasil terbaik di ajang Peksimida Jawa Tengah mendatang, sekaligus mengharumkan nama kampus dan daerahnya.

“Semoga bisa terus berkembang dan memberikan yang terbaik di tingkat selanjutnya,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Gelar Kuliah Perdana Magister Manajemen, UMK Hadirkan Kades Hoho

0
Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kuliah perdana dengan menghadirkan Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab dikenal Hoho Alkaf, Jumat (17/4/2026). Foto : Rabu Sipan.

BETANEWS.ID, KUDUS – Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kuliah perdana dengan menghadirkan Kepala Desa Purwasaba, Banjarnegara, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab dikenal Hoho Alkaf, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Rektorat UMK itu mengangkat tema “Transformasi Kepemimpinan Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan melalui Pengelolaan Sumber Daya.”

Dalam pemaparannya, Hoho Alkaf menekankan pentingnya genuine leadership atau kepemimpinan yang apa adanya, jujur, dan tidak dibuat-buat. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya bisa dibangun dari karakter asli seorang pemimpin.

“Pemimpin itu harus berani mengambil keputusan selama itu benar. Jangan ragu selama tujuannya untuk kebaikan,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia juga menegaskan, bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kepemimpinan. Dengan bekal pendidikan yang baik, seorang pemimpin dinilai akan lebih bijak dalam menentukan arah kebijakan.

Lebih lanjut, Hoho membagikan kisah keberhasilan Desa Purwasaba dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari prinsip pengelolaan yang jujur dan penuh tanggung jawab.

“Walaupun usaha itu bukan milik pribadi, tapi jika dikelola dengan jujur dan kerja keras, pasti akan berhasil,” jelasnya.

Baca juga: Selamat, 13 Mahasiswa FEB UMK Lulus Tanpa Skripsi

Menariknya, dalam kesempatan itu Hoho juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Pemerintah Desa Purwasaba, kata dia, terbuka bagi mahasiswa yang ingin mempelajari berbagai sektor, mulai dari peternakan ayam, pengelolaan BUMDes, hingga pertanian.

“Kami terbuka untuk mahasiswa yang ingin belajar langsung. Silakan datang ke desa, belajar bersama kami,” tambahnya.

Kuliah perdana ini menjadi momen inspiratif yang tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga membuka peluang praktik nyata bagi mahasiswa dalam memahami kepemimpinan dan pengelolaan sumber daya di tingkat desa.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Kasus Lalulintas Dominasi Perkara di PN Kudus

0

BETANEWS.ID, KUDUS – Perkara pelanggaran lalulintas masih mendominasi penanganan kasus di Pengadilan Negeri (PN) Kudus sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026. Jumlahnya jauh melampaui perkara pidana maupun perdata lainnya yang masuk ke meja hijau.

Berdasarkan data PN Kudus, sejak awal tahun hingga 15 April 2026 tercatat ada 522 perkara baru yang diterima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 497 perkara telah berhasil diputus oleh majelis hakim.

Juru Bicara PN Kudus, Khalid Soroinda, mengatakan, pihaknya terus menjaga ritme penyelesaian perkara agar tidak terjadi penumpukan.

“Kami terus berupaya menjaga ritme penyelesaian perkara, baik perdata maupun pidana, agar proses peradilan tetap berjalan efektif,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Pada perkara perdata, tercatat sebanyak 23 gugatan, 60 permohonan, dan 17 gugatan sederhana yang masuk sepanjang tahun ini. Selain itu, PN Kudus juga menuntaskan sisa perkara tahun 2025.

Baca juga : Soal Dugaan Pemerasan PKL, Bupati Sam’ani Tegaskan Tak Boleh Ada Tindakan Premanisme di Kudus

“Dari total 39 perkara gugatan (termasuk sisa tahun lalu), sebanyak 14 perkara telah diputus,” bebernya.

Sementara itu, perkara pidana didominasi oleh pelanggaran lalu lintas yang mencapai 390 kasus, dan seluruhnya telah diselesaikan. Adapun pidana biasa tercatat sebanyak 28 perkara, dengan 27 perkara di antaranya telah diputus.

“Jika melihat data sepanjang 2025, beban perkara di PN Kudus tergolong tinggi, khususnya pada pelanggaran lalu lintas yang mencapai 6.037 perkara dalam setahun,” sebutnya.

Khalid menambahkan, pada tahun ini pihaknya juga fokus menuntaskan sisa perkara dari tahun sebelumnya guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Tahun ini kami juga menyelesaikan sisa perkara 2025. Dari total 16 perkara gugatan yang tersisa, kami gabungkan dengan perkara baru agar dapat segera diputus,” jelasnya.

Saat ini, PN Kudus masih menangani sisa perkara tahun 2026, yakni 26 perkara gugatan dan 21 perkara pidana biasa yang masih dalam proses persidangan.

Editor : Kholistiono

- advertisement -

109 ASN di Jepara Jadi Calon Jemaah Haji 2026

0
Wabup Jepara Muhammad Ibnu Hajar saat menghadiri pembinaan bagi ASN yang menjadi calon jemaah haji. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA– Sebanyak 109 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara ikut menjadi calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 2026 ini.

Sebagai persiapan pemberangkatan, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Jepara menggelar pembinaan bagi ASN yang menjadi calon jemaah haji.

Kegiatan itu dilakukan di Aula Sultan Hadlirin, Gedung OPD Bersama, Kompleks Pendopo Kartini Jepara pada Jumat (17/4/2026).

Ketua Dewan Pengurus Korpri Jepara, Edy Sujatmiko mengatakan, pembinaan tersebut menjadi langkah awal yang baru dilakukan secara khusus. Dengan tujuan untuk mendukung kesiapan ASN sebelum berangkat.

“Tahun ini ada 109 ASN (di Jepara) yang akan berangkat haji. Rinciannya terdiri dari 63 perempuan dan 46 laki-laki,” kata Edy.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jepara, Siti Zuliyati jumlah pendaftar haji dari kalangan ASN di Jepara sebelumnya lebih banyak. Namun, sebagian di antaranya sudah tidak lagi aktif karena telah pensiun.

“Jumlah pendaftar ASN sebelumnya mencapai 258 orang. Namun, yang masih aktif saat ini tinggal 109 orang karena sebagian sudah pensiun,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut meminta agar para ASN yang menjadi calon jemaah haji untuk selalu menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Ia juga mengingatkan agar mereka fokus beribadah saat berada di tanah suci.

“Fokus ibadah selama di Tanah Suci. Jaga kesehatan agar seluruh rangkaian haji dapat dijalankan dengan baik,” pesannya.

Editor: Kholistiono

- advertisement -

Jadwal Lengkap Pemberangkatan 1.199 Calhaj Asal Kudus ke Tanah Suci 2026

0
Sejumlah jemaah calon haji saat mengikuti latihan manasik. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 1.199 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada awal Mei 2026. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui lima kelompok terbang (kloter).

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroh menjelaskan, seluruh calhaj terbagi dalam lima kloter (kloter) 40 hingga 44 yang akan diberangkatkan melalui Asrama Haji Donohudan.

“Pemberangkatan dilakukan bertahap sesuai kloter masing-masing, dimulai tanggal 4 Mei hingga 6 Mei 2026,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Jumat (17/4/2026).

Kloter 40 yang bergabung dengan Kabupaten Jepara berjumlah 38 jemaah akan diberangkatkan sekitar pukul 8.00 WIB, Kloter 41 dan 42 yang masing-masing berjumlah 356 jemaah akan diberangkatkan pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB.

Kemudian kloter 43 yang berisi 354 orang dijadwalkan berangkat 5 Mei 2026 sekitar pukul 00.15 WIB. Sedangkan kloter 44 yang berjumlah 106 orang dan gabung dengan Kabupaten Blora dijadwalkan berangkat 6 Mei 2026 sekitar pukul 00.15 WIB.

Masruroh menyampaikan, seluruh pemberangkatan akan diawali dari Pendapa Kabupaten Kudus sebelum menuju Asrama Haji Donohudan.

Baca juga: Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, CJH Justru Dapat Subsidi Rp8 Juta 

Sebelum keberangkatan, koper jemaah akan lebih dulu dikirim ke embarkasi pada 2 Mei 2026. Hal ini dilakukan agar proses pemberangkatan jemaah lebih efisien.

“Koper diberangkatkan lebih dulu ke embarkasi, jadi tidak perlu diinapkan di Gedung JHK. Koper jemaah sudah tiba pada Selasa (14/4/2026) kemarin, dan akan dibagikan melalui KBIH masing-masing. Sedangkan untuk jadwal pengumpulan koper dilaksanakan 2 Mei mulai pukul 8.00-12.00 WIB,” jelasnya.

Sebelum itu, calhaj asal Kabupaten Kudus direncanakan mengikuti praktik manasik haji yang akan diselenggarakan oleh IPHI Kudus pada 21 April 2026 mendatang.

Masruroh menuturkan, meski sempat ada dua calon jemaah yang meninggal dunia, dia memastikan kuota tetap terpenuhi karena telah digantikan oleh calon jemaah cadangan.

Di sisi lain, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pemberangkatan.

“Persiapan haji hingga pemberangkatan hingga saat ini masih jalan terus. Walaupun ada situasi perang di Timur Tengah, persiapan tetap berjalan karena tidak ada imbauan penghentian pemberangkatan haji tahun ini,” jelasnya.

Pihaknya berharap, agar situasi semakin membaik, supaya calhaj dapat menjalankan rukun Islam ke lima dengan lancar dan tidak ada masalah apapun.

Sebagai informasi, dari total calhaj asal Kudus sebanyak 1.199 orang, jemaah termuda berusia 18 tahun bernama Alidya Citra Elsarita, warga Desa Garing Kidul RT 7 RW 1, Kecamatan Kaliwungu. Sedangkan jemaah tertua berusia 85 tahun bernama Karnah, warga Desa Bukungkulon RT 4 RW 7, Kecamatan Jekulo.

Editor: Kholistiono

- advertisement -