BETANEWS.ID, JEPARA– Sebanyak 1.100 pesilat dari berbagai kategori mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Kabupaten Jepara yang digelar pada Sabtu – Senin (18-20/4/2026) di Gedung Wanita Jepara.
Ribuan pesilat itu berasal dari perguruan silat di wilayah Jepara dan kota sekitarnya. Dari 1.100 peserta, pesilat perempuan menjadi peserta yang mendominasi dalam ajang kejuaraan tersebut.
Ketua Umum IPSI Kabupaten Jepara, Arizal Wahyu Hidayat mengatakan, even kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi panggung pembinaan, tetapi juga pelestarian budaya.
“Ini bukan hanya turnamen, tapi bagian dari menjaga warisan budaya. Kami juga menjunjung profesionalitas agar kegiatan berjalan baik dari awal hingga akhir,” katanya di tengah gelaran kejuaraan pencak silat Bupati Cup.
Sehingga pihaknya selaku bagian dari pemerintah daerah (pemda) menurutnya akan selalu berkomitmen untuk memajukan pencak silat di Jepara.
“Bupati juga selalu support, salah satunya dibuktikan dengan kehadiran beliau di setiap event, bahkan sebelum menjadi Bupati Jepara. Kami juga terus berbenah agar kejuaraan ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dan berdampak positif,” tambahnya.
Terkait prestasi atlet silat dari Jepara, Arizal mengatakan atlet dari Jepara cukup kompetitif. Sehingga ia akan mempertahankan dan meningkatkan perolehan prestasi yang sudah ada.
“Makanya event-event seperti ini akan terus kita laksanakan untuk memacu prestasi Jepara,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengaku bangga melihat antusiasme para peserta, terutama dari kalangan usia dini hingga remaja.
“Terlihat anak-anak sangat semangat. Mudah-mudahan dari sini lahir bibit-bibit pesilat yang luar biasa. Bupati Cup ini akan terus dilaksanakan hingga akhir masa jabatan,” kata Wiwit.
Kejuaraan ini diikuti oleh 1.100 peserta, yang terdiri dari 400 atlet usia dini, 350 pra-remaja, dan 350 remaja. Menurut Wiwit, jumlah tersebut merupakan investasi besar bagi masa depan olahraga sekaligus karakter generasi muda Jepara.
Ia juga menyoroti tingginya partisipasi perempuan dalam ajang ini, yang menunjukkan bahwa pencak silat semakin diminati oleh semua kalangan.
“Ini menjadi sinyal kuat bahwa pencak silat sudah mendapatkan tempat di hati anak-anak Jepara. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga turut mendominasi,” jelasnya.
Ke depan, ia menargetkan adanya kejuaraan tingkat nasional. Sehingga event pencak silat digelar dua kali dalam setahun guna mendorong peningkatan kualitas atlet sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
Sebagai bentuk dukungan, Wiwit menyerahkan bantuan peralatan pencak silat kepada 15 perguruan silat di Kabupaten Jepara.
Editor: Kholistiono

