BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 1.199 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada awal Mei 2026. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui lima kelompok terbang (kloter).
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroh menjelaskan, seluruh calhaj terbagi dalam lima kloter (kloter) 40 hingga 44 yang akan diberangkatkan melalui Asrama Haji Donohudan.
“Pemberangkatan dilakukan bertahap sesuai kloter masing-masing, dimulai tanggal 4 Mei hingga 6 Mei 2026,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Jumat (17/4/2026).
Kloter 40 yang bergabung dengan Kabupaten Jepara berjumlah 38 jemaah akan diberangkatkan sekitar pukul 8.00 WIB, Kloter 41 dan 42 yang masing-masing berjumlah 356 jemaah akan diberangkatkan pukul 10.00 WIB dan 13.00 WIB.
Kemudian kloter 43 yang berisi 354 orang dijadwalkan berangkat 5 Mei 2026 sekitar pukul 00.15 WIB. Sedangkan kloter 44 yang berjumlah 106 orang dan gabung dengan Kabupaten Blora dijadwalkan berangkat 6 Mei 2026 sekitar pukul 00.15 WIB.
Masruroh menyampaikan, seluruh pemberangkatan akan diawali dari Pendapa Kabupaten Kudus sebelum menuju Asrama Haji Donohudan.
Baca juga: Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, CJH Justru Dapat Subsidi Rp8 Juta
Sebelum keberangkatan, koper jemaah akan lebih dulu dikirim ke embarkasi pada 2 Mei 2026. Hal ini dilakukan agar proses pemberangkatan jemaah lebih efisien.
“Koper diberangkatkan lebih dulu ke embarkasi, jadi tidak perlu diinapkan di Gedung JHK. Koper jemaah sudah tiba pada Selasa (14/4/2026) kemarin, dan akan dibagikan melalui KBIH masing-masing. Sedangkan untuk jadwal pengumpulan koper dilaksanakan 2 Mei mulai pukul 8.00-12.00 WIB,” jelasnya.
Sebelum itu, calhaj asal Kabupaten Kudus direncanakan mengikuti praktik manasik haji yang akan diselenggarakan oleh IPHI Kudus pada 21 April 2026 mendatang.
Masruroh menuturkan, meski sempat ada dua calon jemaah yang meninggal dunia, dia memastikan kuota tetap terpenuhi karena telah digantikan oleh calon jemaah cadangan.
Di sisi lain, pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait perkembangan situasi di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pemberangkatan.
“Persiapan haji hingga pemberangkatan hingga saat ini masih jalan terus. Walaupun ada situasi perang di Timur Tengah, persiapan tetap berjalan karena tidak ada imbauan penghentian pemberangkatan haji tahun ini,” jelasnya.
Pihaknya berharap, agar situasi semakin membaik, supaya calhaj dapat menjalankan rukun Islam ke lima dengan lancar dan tidak ada masalah apapun.
Sebagai informasi, dari total calhaj asal Kudus sebanyak 1.199 orang, jemaah termuda berusia 18 tahun bernama Alidya Citra Elsarita, warga Desa Garing Kidul RT 7 RW 1, Kecamatan Kaliwungu. Sedangkan jemaah tertua berusia 85 tahun bernama Karnah, warga Desa Bukungkulon RT 4 RW 7, Kecamatan Jekulo.
Editor: Kholistiono

