Beranda blog Halaman 95

4.000 Satuan Pendidikan Terdampak Bencana, Mendikdasmen Siapkan Kurikulum Darurat

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Foto: Khoirul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sekitar 4.000 lebih satuan pendidikan terdampak bencana di sejumlah daerah. Jumlah tersebut masih terus diperbarui karena hingga kini masih ada wilayah yang belum dapat dijangkau akibat kerusakan yang tergolong parah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti mengatakan, meskipun pendataan masih berjalan, sebagian besar data telah terupdate. Ia menargetkan kegiatan pembelajaran di daerah terdampak dapat kembali dimulai pada 5 Januari 2026.

Baca Juga: 14 Perkara Menonjol di Kudus Sepanjang 2025, Kasus Peredaran Narkoba dan Curanmor Meningkat

“Namun memang ada juga sebagian daerah yang baru akan memulai pembelajaran pada tanggal 12 Januari. Hal ini tentu sangat bergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah,” katanya usai meresmikan gedung revitalisasi SD 1 Muhamadiyah Kudus, Jumat (2/1/2026).

Untuk menjamin keberlangsungan pendidikan, Mendikdasmen telah menyiapkan skenario pembelajaran menggunakan kurikulum darurat. Kurikulum tersebut disusun fleksibel dan adaptif dengan beberapa pilihan durasi, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.

“Kami menyiapkan skenario pembelajaran untuk jangka waktu tiga bulan, satu tahun, dan juga satu sampai dengan tiga tahun. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana anak-anak tetap bisa belajar,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa pembelajaran di daerah terdampak tidak harus berjalan dalam kondisi normal seperti biasa. Peserta didik diperbolehkan mengikuti pembelajaran tanpa seragam atau sepatu, mengingat sebagian dari mereka masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.

Sementara itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hasil koordinasi menunjukkan sekitar 85 persen sekolah di tiga provinsi tersebut telah siap melaksanakan pembelajaran pada 5 Januari mendatang.

“Untuk Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat, sekolah-sekolah sudah siap 100 persen. Tinggal Provinsi Aceh yang masih membutuhkan pembersihan lanjutan, terutama sekolah-sekolah dengan kondisi lumpur yang cukup tebal,” jelasnya.

Terkait sekolah yang mengalami kerusakan berat dan tidak memungkinkan lagi digunakan, Abdul Mu’ti memastikan pemerintah akan melakukan pembangunan kembali. Sebagian sekolah akan dibangun di lokasi semula, sementara sebagian lainnya akan direlokasi karena faktor keamanan.

Baca Juga: Realisasi KUR Bank Jateng Cabang Kudus Capai Rp87,9 Miliar di 2025

Selama proses pembangunan dan relokasi berlangsung, peserta didik akan diarahkan untuk belajar di fasilitas publik yang memungkinkan, seperti puskesmas, tempat ibadah, maupun tenda pembelajaran sementara.

“Saat ini kami telah membangun 54 tenda pembelajaran dan terus kami upayakan agar seluruh tenda tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat kegiatan belajar sementara,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Panen Raya Duku Sumber Kudus, Punya Cita Rasa Manis dan Segar

0
Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo terkenal dengan buah lokalnya, yakni buah duku. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo terkenal dengan buah lokalnya, yakni buah duku. Buah yang menjadi ciri khas Kabupaten Kudus tersebut dikenal dengan rasanya yang manis dibandingkan duku lainnya. 

Di musim penghujan seperti ini, duku di sana mulai panen raya. Tak hanya memiliki rasa yang manis, duku asli Dukuh Sumber ini mempunyai bentuk besar dengan warna yang cerah.  

Baca Juga: 14 Perkara Menonjol di Kudus Sepanjang 2025, Kasus Peredaran Narkoba dan Curanmor Meningkat

Salah satu petani duku Dukuh Sumber, Sugeng Riyadi menyampaikan, dalam panen raya seperti ini bisa menghasilkan 1-2 kuintal per satu pohonnya. Menurutnya, panen raya buah duku menjadi keberkahan tersendiri bagi dirinya.

“Panen di tahun ini, saya sangat puas sekali. Karena prediksi saya hasilnya bisa lebih dari 2 kuintal duku,” bebernya saat ditemui di lokasinya, Sabtu (3/1/2026).

Sebab, hasil panen di tahun sebelumnya hanya bisa memanen 1,2 kuital saja. Peminat buah duku asli Dukuh Sumber sangat besar, lantaran buahnya memikili rasa yang manis. Dalam sehari saja, ia bahkan bisa menjual duku hingga 19 kilogram.

“Kalau dibandingkan dengan duku daerah lainnya, duku Sumber ini cenderung lebih manis. Dari postingan yang saya buat, peminat langsung membludak. Pernah dalam sehari saya sampai capek karena harus bolak-balik memanjat dan mengambil duku ke atas pohon,” ujarnya.

Sejauh ini, sejak panen pertama kali yang dilakukan mulai 28 Desember 2025 lalu, sudah menjual hingga 93 kilogram. Dalam penjualaanya, ia mematok dengan harga Rp40 ribu per kilogramnya. 

Baca Juga: Realisasi KUR Bank Jateng Cabang Kudus Capai Rp87,9 Miliar di 2025

“Pembeli dari berbagai kalangan, mulai dari tetangga, kades di beberapa desa, hingga kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Ya ini menjadi keberkahan tersendiri bagi kami, terlebih di tahun ini panen lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, buah duku mempunyai kasiat dan manfaat yang banyak. Di antaranya seperti melancarkan percernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, serta lain sebagainya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bantuan Revitalisasi 103 Sekolah di Jepara Rampung 100 Persen 

0
Mendikdasmen usai meresmikan bantuan revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Tahunan, Jepara pada Sabtu (3/1/2026). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak 103 sekolah di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 mendapat bantuan program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat. 

Bantuan itu menyasar satuan pendidikan atau sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta. 

Baca Juga: 47 Ribu Wisatawan Padati Jepara Selama Libur Nataru 2026

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti mengatakan secara nasional total terdapat 16.175 satuan pendidikan yang mendapat bantuan program tersebut dengan anggaran mencapai Rp16,9 triliun. 

Berdasarkan data per bulan Desember 2025 kemarin, Abdul Mu’ti mengatakan secara nasional progres program revitalisasi tersebut baru mencapai 95 persen. 

“Alhamdulillah yang di Jepara ini semua sudah selesai 100 persen. Sehingga terimakasih kepada kepala sekolah, kepala dinas, pak bupati yang mendukung program revitalisasi sehingga di Jepara berjalan dengan sukses,” katanya usai meresmikan bantuan revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Tahunan, Jepara pada Sabtu (3/1/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, total juga terdapat dua sekolah lain yang revitalisasinya diresmikan langsung oleh Menteri Abdul Mu’ti. Yaitu SDN 1 Tahunan dan KB Barokatul Khoir Tahunan. 

Melalui program revitalisasi satuan pendidikan Abdul Mu’ti berharap program itu bisa menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah untuk membangun serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. 

“Revitalisasi ini memang salah satu program unggulan bapak Presiden yang merupakan bagian dari komitmen beliau untuk membangun generasi Indonesia berkualitas melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya. 

Sehingga, program itu ia mengatakan akan terus dilanjutkan pada tahun 2026. Total terdapat 71 ribu satuan pendidikan yang rencananya akan direvitalisasi pada tahun ini. 

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyebutkan 103 sekolah yang mendapat bantuan program revitalisasi yaitu terdiri dari 6 PAUD, 58 SD, dan 39 SMP. 

Di Kabupaten Jepara, sebenernya total terdapat 120 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp92,3 miliar yang mendapat bantuan program revitalisasi mulai dari jenjang  SKB, PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. 

Hanya saja satuan pendidikan yang menjadi kewenangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara hanya di tingkat PAUD-SMP. 

“Tahun ini total ada 103 satuan pendidikan (dibawah kewenangan Pemkab Jepara) yang mendapat bantuan revitalisasi. Total anggarannya mencapai Rp67,9 miliar,” sebutnya. 

Baca Juga: 22 Hektare Sawah di Pesisir Jepara Jadi Lahan Uji Coba Padi Biosalin 

Selain itu, pada tahun 2025 pihaknya juga sudah mengusulkan sekitar 430 sekolah untuk mendapat bantuan program revitalisasi satuan pendidikan di tahun 2026. Rinciannya 100 TK, 260 SD, dan 70 SMP.  

“Tahun 2026, kemarin sudah kita usulkan di 2025. Harapannya itu nanti bisa membantu revitalisasi sekolah-sekolah rusak yang ada di Kabupaten Jepara,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

14 Perkara Menonjol di Kudus Sepanjang 2025, Kasus Peredaran Narkoba dan Curanmor Meningkat

0
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Polres Kudus merilis 14 perkara menonjol yang terjadi sepanjang tahun 2025 dan menjadi perhatian masyarakat Kota Kretek. Mulai dari kasus penganiayaan, pembunuhan, peredaran narkoba hingga korupsi.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, 14 kasus menonjol pertama yakni sengaja menimbulkan kebakaran atau banjir. Pada tahun 2025, kasus ini nihil.

Baca Juga: Realisasi KUR Bank Jateng Cabang Kudus Capai Rp87,9 Miliar di 2025

“Pada tahun lalu, perkara sengaja menimbulkan kebakaran atau banjir ada satu kasus. Sementara di tahun 2025 ini nihil. Jadi ada penurunan,” ujar AKBP Heru di Mapolres Kudus belum lama ini.

Kemudian untuk kasus perkosaan, lanjutnya, pada tahun 2024 dan 2025 sama yakni nihil. Lalu, penculikan juga sama, di dua tahun terakhir tak ada kasus tersebut di Kudus.

“Untuk kasus pembunuhan di tahun 2024 ada tiga perkara. Jumlah perkara tersebut sama dengan di tahun 2025,” bebernya.

Penganiayaan berat pada tahun 2024 ada satu perkara. Sementara di tahun 2025 meningkat jadi dua perkara. Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) tahun 2024 dan tahun 2025 sama yakni ada 20 perkara.

“Sedangkan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di tahun 2024 sebanyak 4 perkara. Sementara di tahun 2025 sebanyak 2 perkara. Ini mengalami penurunan sebesar 50 persen,” ungkapnya.

Kasus pencurian kendaraan bermotor, kata dia, pada tahun 2024 nihil perkara. Sementara di tahun 2025 ada lima perkara. Kasus ini memang mengalami kenaikan secara drastis di Kudus.

“Namun demikian, Polres Kudus dan jajaran telah berhasil melakukan pengungkapan terhadap kelima perkara tersebut,” tandasnya.

Terkait kasus judi, tutur AKBP Heru, pada tahun 2024 terdapat 10 perkara. Sedangkan pada tahun 2025 mengalami penurunan jadi enam perkara.

“Untuk kasus narkoba di tahun 2024 ada sebanyak 31 laporan polisi atau perkara. Sedangkan di tahun 2025 ada sebanyak 38 perkara, artinya mengalami kenaikan sebanyak 7 perkara untuk kasus narkoba,” sebutnya.

Baca Juga: Menteri Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi Gedung SD 1 Muhamadiyah Kudus

Kemudian kasus tindak pidana korupsi ada dua perkara. Pemulihan aset ada empat perkara dengan nilai kurang lebih Rp160 juta.

“Polres Kudus juga turut mendukung program unggulan Pemerintah Pusat yakni Makan Bergizi Gratis, dengan mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Serta turut juga menanam jagung untuk mendukung Program Ketahanan Pangan,” sebutnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Realisasi KUR Bank Jateng Cabang Kudus Capai Rp87,9 Miliar di 2025

0
Kepala Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Program penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jateng Cabang Kudus Tahun 2025 tercatat melampaui target tahunan. Di mana realisasinya berhasil mencapai Rp87,932 miliar atau setara 125,61 persen dari targetnya sebesar Rp70 miliar. 

Kepala Bank Jateng Cabang Kudus, Risdiyanto menyampaikan, capaian penyaluran KUR yang melampaui target dikarenakan tingginya kebutuhan pembiayaan para pelaku usaha, khusunya di Kabupaten Kudus. Menurutnya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut paling tinggi dalam meminjam uang di Bank Jateng.

Baca Juga: Menteri Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi Gedung SD 1 Muhamadiyah Kudus

“Kebanyakan KUR ini diminati oleh pelaku UMKM, seperti warung, konveksi, pedagang kelontong, dan lain sebagainya. Mengingat tingginya kebutuhan pembiayaan bagi usaha mereka,” bebernya saat dikonfirmasi belum lama ini. 

Ia mengatakan, penyaluran KUR dilakukan melalui tiga unit kerjanya, yakni Bank Jateng Cabang Kudus di Jalan Sudirman, Unit Jati, dan Unit Prambatan. Platform pinjaman yang banyak diminati nasabah berkisar antara Rp100-300 juta. 

“Untuk pinjaman KUR dibatasi hingga Rp500 juta per nasabah berdasarkan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sedangkan untuk pengajuan kredit di atas Rp500 juta, pembiayaannya masuk skema Kredit Umum Produktif (KUP),” terangnya.

Program KUR saat ini masih mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah dengan sistem bertingkat. Dalam pengajuan pertama, nasabah dikenkan bunga selitar bunga sebesar 6 persen, pengajuan kedua 7 persen, dan pengajuan ketiga dikenakan bunga 8 persen per tahunnya.

Dari sisi kualitas kredit, tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah tergolong rendah, yakni sekitar 0,2 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengakses KUR tersebut.

Ia menyebut, salah satu hambatan utamanya adalah adanya catatan negatif dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang umumnya disebabkan oleh keterlambatan pembayaran pada layanan paylater.

Baca Juga: 553 Pasang Catin Kudus Nikah di KUA Sepanjang 2025, Alasannya Gratis

“Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya melakukan transaksi kecil lewat platform paylater, tetapi telat membayar sehingga mempengaruhi histori kredit mereka di SLIK,” ujarnya.

Untuk itu, Bank Jateng mengimbau pelaku UMKM agar lebih berhati-hati dalam menjaga histori kredit, termasuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kecil di platform digital. Bank Jateng Cabang Kudus juga terus mendorong pelaku UMKM agar memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan usaha, serta terbuka bagi seluruh pelaku usaha produktif yang memenuhi persyaratan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

47 Ribu Wisatawan Padati Jepara Selama Libur Nataru 2026 

0
Suasana Pantai Bandengan saat libur Tahun Baru 2026. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jepara selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat menyebutkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jepara mencapai 47.367 pengunjung. 

Baca Juga: Berikut Daftar 24 Desa di Jepara yang Bakal Gelar Pilkades Serentak 2026 

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat sebanyak 45.360 wisatawan.

“Libur Nataru ini ada 47.367 wisatawan yang tercatat berkunjung di Jepara. Lonjakan kunjungan terjadi di sejumlah destinasi wisata utama,” kata Ali pada Jumat, (2/1/2026). 

Ali menyebutkan jumlah pengunjung paling ramai yaitu di Pantai Tirta Samudra Bandengan mencapai 16.581 pengunjung. Kemudian disusul Pantai Kartini sebanyak 11.353 wisatawan dan Museum R.A. Kartini sebanyak 7.898 wisatawan. 

“Wisatawan luar daerah umumnya mengunjungi lebih dari satu objek wisata, terutama di kawasan Pantai Kartini dan Bandengan,” sebutnya. 

Sementara kunjungan wisata ke Karimunjawa selama libur Nataru tercatat mencapai 5.914 wisatawan.

Ali menyebutkan, kunjungan pada periode Nataru masih didominasi wisatawan lokal. Yaitu sebanyak 47.171 pengunjung berasal dari dalam negeri. Sementara wisatawan mancanegara berjumlah 192 orang.

Lonjakan wisatawan tersebut menurutnya memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah. 

“Kontribusi utama berasal dari retribusi objek wisata, parkir, serta pajak hotel dan restoran,” katanya. 

Baca Juga: 22 Hektare Sawah di Pesisir Jepara Jadi Lahan Uji Coba Padi Biosalin 

Selain itu, peningkatan kunjungan turut mendorong aktivitas pelaku wisata. Dampak tersebut dirasakan UMKM dan penyedia jasa wisata.

Ke depan, Ali mengatakan pengelolaan wisatawan akan diperkuat. Langkah ini dilakukan melalui penambahan sarana pendukung, dan peningkatan kesiapan sumber daya manusia. Pelayanan diharapkan tetap optimal pada periode libur berikutnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Menteri Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi Gedung SD 1 Muhamadiyah Kudus

0
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus dan SMP Negeri 2 Gebog.

“Alhamdulillah, hari ini saya meresmikan revitalisasi SD Muhammadiyah 1 Kudus dan SMP Negeri 2 Gebog yang keduanya mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun 2025,” katanya usai peresmian di SD 1 Muhamadiyah Kudus, Jumat (2/1/2025).

Baca Juga: Upah Tembus Rp3,13 Juta, Segini Bayaran Borongan Giling dan Batil Rokok di Kudus 2026

Ia berharap, revitalisasi tersebut mampu menghadirkan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih layak untuk menunjang berbagai aktivitas sekolah, baik kegiatan belajar-mengajar, intrakurikuler, maupun ekstrakurikuler.

“Dengan revitalisasi ini, kita berharap kegiatan pembelajaran bisa berlangsung lebih baik, termasuk kegiatan-kegiatan sekolah lainnya,” ungkapnya.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun pendidikan berkualitas sebagai fondasi pembentukan generasi unggul.

Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk program revitalisasi pendidikan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan perbaikan 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Sekitar 95 persen pembangunan sudah selesai pada Desember lalu. Sisanya masih dalam tahap akhir penyelesaian karena beberapa faktor force majeure, namun kami terus memantau agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Kudus, Indira Noor Khasanah menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih atas revitalisasi gedung sekolah yang telah rampung dibangunkan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah, pelaksanaan pembangunan gedung ini berjalan dengan baik. Terima kasih atas perhatian dan pelayanan yang diberikan, sehingga keamanan dan kenyamanan belajar anak-anak bisa lebih terjamin,” ujarnya.

Baca Juga: Pelunasan Bipih Tahap Kedua Dibuka Mulai Hari Ini, Calhaj Kudus Diminta Gercep 

Ia mengungkapkan bahwa kondisi gedung sebelumnya sudah sangat memprihatinkan karena usia bangunan yang telah mencapai lebih dari 100 tahun. 

“Gedung sebelumnya memang sudah sangat tua. Mudah-mudahan gedung baru ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga sekolah,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

553 Pasang Catin Kudus Nikah di KUA Sepanjang 2025, Alasannya Gratis

0
Penyuluh Agama Islam Bimas Islam Kemenag Kudus, Ana Durrotunn Nafisah. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tengah banyak orang yang ingin menggelar pesta pernikahan secara megah dan meriah, ternyata di Kota Kretek masih ada calon pengantin (catin) yang memilih melangsungkan momen sakral mereka di Kantor Urusan Agama (KUA). Jumlahnya cukup banyak, mencapai ratusan pasangan.

Penyuluh Agama Islam Bimas Islam Kemenag Kudus, Ana Durrotunn Nafisah, mengatakan, di sepanjang tahun 2025 ada kurang lebih 4.525 pasangan di Kota Kretek yang melangsungkan pernikahan. Dari jumlah tersebut, yang melaksanakan pernikahan di KUA ada 553 pasangan.

Baca Juga: Upah Tembus Rp3,13 Juta, Segini Bayaran Borongan Giling dan Batil Rokok di Kudus 2026

“Jumlah tersebut turun dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, total ada 608 pasangan yang melangsungkan pernikahan di KUA dari total 5.246 jumlah perkawinan,” ujar Ana di Kantor Kemenag Kudus belum lama ini.

Lebih lanjut Ana menuturkan, ada beberapa faktor yang membuat catin di Kudus memutuskan untuk melangsungkan pernikahan di KUA. Di antaranya, tentu karena tidak ada biaya penghulu alias gratis.

“Ya, menikah di KUA gratis. Jadi hemat biaya dan tidak ribet. Itulah alasan ratusan catin di Kudus lebih memilih menikah di KUA,” bebernya.

Meski begitu, ungkapnya, tidak semua catin di Kudus yang melangsungkan pernikahan di KUA itu dalam keadaan ekonomi kurang mampu. Sebab, beberapa juga ada yang melangsungkan perkawinan di KUA, tetapi menggelar syukuran secara mewah.

“Artinya tidak semua catin yang melangsungkan pernikahan di KUA itu tidak mampu,” sebutnya.

Menurutnya, terkait pelaksanaan pernikahan itu sudah jadi hak catin. Mereka bisa melaksanakan pernikahan di KUA dengan gratis atau melaksanakan ijab kobul di luar tetapi ada biaya resmi yakni Rp 600 ribu bagi sepasang catin.

Sesuai ketentuan, kata Ana, biaya pernikahan yang dilaksanakan di luar kantor KUA merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dibayarkan secara mandiri oleh catin. Pembayaran bisa melalui melalui kode billing PNBP dari KUA, bisa lewat bank atau kantor pos.

“Setelah itu, slip pembayaran diserahkan ke KUA, sebagai bukti bahwa sudah membayar biaya pernikahan,” jelasnya.

Baca Juga: Pelunasan Bipih Tahap Kedua Dibuka Mulai Hari Ini, Calhaj Kudus Diminta Gercep 

Sementara angka pernihakan di Kabupaten Kudus pada tahun 2025, tutur Ana, mengalami penurunan. Kepercayaan masyarakat terhadap tahun duda menjadikan pasangan kekasih di Kota Kretek menunda pernikahan.

“Angka perkawinan di Kudus pada tahun 2025 sebanyak 4.525. Jumlah tersebut turun sekira 721 dibanding tahun 2024 yang terdapat 5.246 perkawinan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sempat Tuai Pro dan Kontra, Ternyata Ini Fungsi Pita Kejut di Jalan

0
Pita kejut di salah satu ruas jalan di Kabupaten Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa titik di banyak ruas jalan di Kabupaten Kudus dipasangi pita kejut oleh Polres Kudus. Pemasangan tersebut diklaim sebagai pencegah terjadinya kecelakaan.

Pemasangan pita kejut tersebut sempat menuai pro dan kontra di masyarakat. Ada sebagian yang sepakat dan ada sebagian yang mengeluhkan, karena mengganggu perjalanan dan bikin motor gelodakan.

Baca Juga: Kuliner Jadul Menara Kembali Digelar, Manjakan Masyarakat Kudus Bernostalgia Jajanan Tempo Dulu

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan, sepanjang tahun 2025 pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan. Satu di antaranya dengan pemasangan pita kejut di sejumlah titik rawan kecelakaan.

“Terbukti di tahun 2025 terjadi penurunan fatalitas kecelakaan di Kudus. Pada tahun 2024 korban meninggal karena kecelakaan sebanyak 17 orang. Sementara tahun ini turun jadi dua orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas,” ujar AKBP Heru di Mapolres Kudus, belum lama ini.

Selain korban meninggal, lanjut Kapolres, korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas di Kudus juga mengalami penurunan. Jika di tahun 2024 korban luka berat ada dua orang, di tahun 2025 turun jadi hanya satu orang.

Namun untuk korban luka ringan, lanjutnya, mengalami kenaikan. Dari sebanyak 1.217 orang di tahun lalu, meningkat jadi 1.319 orang di tahun 2025 ini.

“Kenaikan tersebut juga berbanding lurus dengan angka kecelakaan di Kudus yang meningkat. Pada tahun 2025 total ada 1.124 kecelakaan, jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 1.035 kasus,” ungkapnya.

Selain pemasangan pita kejut, kata Kapolres, Satlantas Polres Kudus juga gencar melakukan kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) guna menekan angka kecelakaan. Termasuk edukasi keselamatan berkendara saat kegiatan car free day (CFD). Serta, melalui program Polantas Menyapa Pelajar di sekolah-sekolah.

Baca Juga: Tegas! Wabup Kudus Wajibkan ASN Lakukan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga 

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, serta Kementerian PUPR terkait perbaikan sarana dan prasarana jalan, termasuk penambahan rambu-rambu lalu lintas.

“Dengan berbagai upaya tersebut, kami berharap angka kecelakaan lalu lintas, termasuk korban luka dan meninggal dunia, dapat terus ditekan pada tahun 2026. Dan semoga ke depan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Upah Tembus Rp3,13 Juta, Segini Bayaran Borongan Giling dan Batil Rokok di Kudus 2026

0
Buruh PT Rajan Nabadi sedang membatil rokok di SIHT Kudus. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kabar baik datang bagi puluhan ribu buruh rokok di Kabupaten Kudus. Memasuki tahun 2026, upah buruh rokok resmi naik sebesar 7,73 persen. Kenaikan ini membuat upah kesepakatan buruh rokok mencapai Rp3.135.000 per bulan.

Namun menariknya, mayoritas buruh rokok di Kudus bekerja dengan sistem borongan. Lalu, berapa sebenarnya upah yang mereka terima setelah kenaikan tersebut?

Baca Juga: Kuliner Jadul Menara Kembali Digelar, Manjakan Masyarakat Kudus Bernostalgia Jajanan Tempo Dulu

Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (FSP RTMM-SPSI), Sabar, menjelaskan bahwa kenaikan upah ini tidak hanya berlaku di atas kertas, tetapi juga berdampak langsung pada buruh borong, baik bagian giling maupun batil.

Menurut Sabar, perhitungan upah borongan mengacu pada upah kesepakatan Rp3.135.000 yang dibagi berdasarkan hari kerja dan jenis pekerjaan. Untuk buruh borong giling, upah dihitung dengan skema upah bulanan dibagi 26 hari kerja, lalu dibagi empat.

Sementara untuk buruh borong batil, perhitungannya dibagi 26 hari kerja dan kemudian dibagi enam. Dari skema tersebut, muncul nilai upah borongan sebesar Rp50.300 per seribu batang rokok.

“Upah borongan itu kemudian dibagi 60 persen untuk buruh giling dan 40 persen untuk buruh batil,” ujar Sabar di Sekretariat FSP RTMM SPSI belum lama ini.

Dengan pembagian tersebut, buruh giling akan menerima upah sekitar Rp30.150 per seribu batang rokok. Sedangkan buruh batil mendapatkan sekitar Rp20.150 per seribu batang.

Sabar mengungkapkan, kenaikan upah 7,73 persen ini didasari oleh sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah tidak adanya kenaikan cukai rokok, yang membuat beban industri relatif stabil. Selain itu, produksi perusahaan rokok di Kudus juga menunjukkan tren peningkatan.

“Cukai tidak naik dan produksi meningkat. Di sisi lain, kenaikan ini juga kami harapkan bisa memberi semangat kerja bagi para buruh,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesepakatan kenaikan upah tersebut berlaku bagi buruh yang bekerja di perusahaan rokok yang tergabung dalam Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK). Saat ini, terdapat sekitar 136 perusahaan rokok di Kudus yang menjadi anggota PPRK.

Baca Juga: Tegas! Wabup Kudus Wajibkan ASN Lakukan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga 

Adapun jumlah buruh rokok yang tergabung dalam FSP RTMM-SPSI di Kabupaten Kudus mencapai sekitar 70 ribu orang. Dengan kenaikan upah ini, diharapkan kesejahteraan buruh rokok dapat semakin meningkat di tengah dinamika industri tembakau.

“Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan rokok di Kudus yang sudah sepakat menaikkan upah buruh. Semoga produksinya terus lancar dan kesejahteraan buruh tetap menjadi perhatian,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pelunasan Bipih Tahap Kedua Dibuka Mulai Hari Ini, Calhaj Kudus Diminta Gercep 

0
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Sony Wardhana. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus kembali melaksanakan pembukaan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) di tahap kedua untuk penyelenggaraan haji tahun 2026. Diketahui ada sebanyak 281 calhaj yang belum melunasi pada tahap pertama yang digelar 23 November hingga 24 Desember 2025.

Kepala Kemenag Kabupaten Kudus, Sony Wardhana menyampaikan, bahwa pelunasan tahap kedua kembali dibuka mulai 2 Januari dan bakal ditutup 9 Januari 2026. Semua calon jemaah haji (calhaj) asal Kudus yang datanya belum terinput, diharapkan bisa melunasi Bipih di tahap kedua ini tanpa ada kendala. 

Baca Juga: Kuliner Jadul Menara Kembali Digelar, Manjakan Masyarakat Kudus Bernostalgia Jajanan Tempo Dulu

“Dari total kuota haji Kabupaten Kudus sebanyak 1.245 orang, 964 calhaj sudah melunasi Bipih di tahap pertama. Sisanya, 281 calhaj yang belum bisa mengurusinya mulai hari ini,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (2/1/2026).

Pelunasan tahap kedua, katanya diperuntukan bagi mereka yang telah mengalami gagal sistem saat melakukan pelunasan pada tahap 1, kemudian Istithaah yang masih dalam evaluasi kesehatan, pendampingan, penggabungan, hingga bagi kuota cadangan. Menurutnya, sebanyak 177 calhaj masuk dalam kuota cadangan.

“Gagal sistem sebenarnya mereka sudah melunasi di bank dan lainnya, tapi belum berhasil terinput di sistem. Kami berharap, dalam pelunasan tahap kedua ini, 281 calhaj bisa mengurusnya sehingga kuota haji di Kabupaten Kudus dapat tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketika kuota haji belum bisa terpenuhi dari calhaj yang memiliki kuota, bisa digantikan dengan kuota cadangan yang sudah disiapkan. Ratusan kuota cadangan yang sudah didata disebut siap berangkat.

Baca Juga: Tegas! Wabup Kudus Wajibkan ASN Lakukan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga 

“Kuota cadangan ini semuanya siap untuk diberangkatkan, Semoga saja keterisian kuota haji untuk Kudus bisa tercapai,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Bipih yang harus ditanggung atau dibayarkan bagi calhaj untuk penerbangan melalui Embarkasi Solo, termasuk untuk Kabupaten Kudus sebesar Rp53.233.422 per orang.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

22 Hektare Sawah di Pesisir Jepara Jadi Lahan Uji Coba Padi Biosalin 

0
Lahan di pesisir Jepara yang ditanami padi biosalin. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Lahan pertanian yang berada di kawasan pesisir Kabupaten Jepara sampai saat ini masih menghadapi masalah serius, berupa pasang surut air laut yang membuat tanaman padi gagal tumbuh. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir mengatakan sebagai upaya mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Pertamina Gas Negara (PGN) mengembangkan varietas padi berjenis biosalin 1 dan 2. 

Baca Juga: Tahun 2026, Kajari Jepara Ingatkan Pemkab Waspadai Penyimpangan Beragama hingga Narkoba 

Padi Biosalin merupakan varietas padi yang bisa tumbuh di lahan dengan kadar garam atau salinitas tinggi.  

Di Kabupaten Jepara, Mundhofir menyebutkan terdapat tiga wilayah yang menjadi lokasi uji coba penanaman padi Biosalin. Yaitu di Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo, Desa Bandungharjo Kecamatan Donorojo, dan Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa. 

Penanaman itu dilakukan dengan menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di masing-masing desa tersebut. 

“Luasnya total 22 hektare. Di Suwawal dan Bandungharjo masing-masing 10 hektare, dan di Kemujan 2 hektare,” sebut Mundhofir pada Betanews.id, Jumat (2/1/2026). 

Karena dalam tahap uji coba, Mundhofir menjelaskan terdapat tiga jenis perlakuan yang diterapkan pada padi jenis biosalin yang sedang ditanam. 

Pertama, padi biosalin ditanam dengan jenis pupuk biasa di lahan seluas lima hektare. Kedua, padi biosalin ditanam dengan jenis pupuk biasa namun dosis takarannya menyesuaikan dengan takaran dari BRIN di lahan seluas tiga hektare. Ketiga, padi biosalin ditanam dengan jenis Pupuk TSN di lahan seluas dua hektare. 

“Tujuan untuk memperoleh hasil yang tertinggi dan perlakuan yang paling menghasilkan, itu nanti yang akan diterapkan ke petani,” jelasnya. 

Selain membuat perlakuan khusus, masing-masing Gapoktan menurut Mundhofir juga diminta untuk menyediakan lahan sebagai demplot atau tempat pembenihan. 

“Untuk kemandirian dan keberlanjutan, karena bibitnya ini masih langka, petani juga kita arahkan untuk menyediakan lahan demplot,” tambahnya. 

Dari hasil percobaan di daerah lainnya, Mundhofir menyebutkan potensi hasil gabah dari padi jenis biosalin yaitu sebanyak 9,2 ton per hektare. 

Kemudian secara kualitas dan rasa, varietas padi jenis tersebut menurutnya sama seperti varietas padi jenis lainnya.  

Baca Juga: Pantai Bandengan Jepara Dipadati Ribuan Pengunjung di Momen Tahun Baru 2026

“Kualitasnya sama, kalau padi biosalin jenis 1 itu nasinya lebih pero atau tidak lengket. Kalau yang jenis 2 itu nasinya lebih pulen,” jelas Mundhofir. 

Mundhofir berharap uji coba tersebut bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa menjadi solusi bagi petani di daerah pesisir yang lahannya sering terkena dampak pasang surut gelombang air laut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Rp20 Miliar Bakal Digelontorkan untuk Penataan Kota Pati, Jalan Jenderal Sudirman Jadi Sasaran Pertama

0
Jalan Jenderal Sudirman Pati. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Jalan Jenderal Sudirman hingga Puri rencananya akan dilakukan penataan pada 2026 ini. Hal ini merupakan bagian dari penataan wajah kota oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Rencananya, penataan wajah kota itu akan menelan anggaran Rp20 miliar. Dana sebesar itu bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan akan dimulai pada Januari atau Februari mendatang.

Baca Juga: Tanpa Kembang Api, Warga Ketitangwetan Pati Sambut Tahun Baru dengan Doa Bersama

“Di tahun 2026, Insya Allah Januari atau Februari sudah dimulai penataan koridor Panglima Sudirman dari Alun-alun sampai Puri. Nanti ditata sedemikian rupa menjadi lebih bagus oleh Bapak Menteri PU dengan anggaran sebesar Rp20 miliar,” ujar Sudewo.

Penataan wajah kota, kata dia, sejalan dengan masuknya Kabupaten Pati dalam Surat Keputusan (SK) Kementerian PU sebagai program pengembangan kawasan perkotaan.

Penataan itu akan menyasar pada bagian trotoar, drainase, lampu penerangan jalan, pengolahan sampah dan taman. Selain Jalan Jenderal Sudirman, penataan wajah kota bakal berlanjut di tahun 2027.

“Jadi yang ditata semuanya. Ditata trotoarnya, drainasenya, lampu penerang jalan, pengolahan sampah, tamannya. Tahun 2027 akan dilanjutkan di koridor jalan di kota Pati,” sebutnya.

Sudewo mengungkapkan, bahwa Kecamatan Juwana juga baru diusulkan untuk masuk pengembangan kawasan perkotaan.

“Termasuk kota Juwana saya usulkan menjadi program pengembangan kawasan kota Juwana,” katanya.

Baca Juga: Setahun, Polresta Pati Ungkap 58 Kasus Narkoba

Menurutnya, masuknya program pengembangan kawasan perkotaan ini akan membuat Kabupaten Pati bertransformasi menjadi lebih modern. Sebab, Kabupaten Pati masuk kabupaten/kota yang terluas di Jawa Tengah.

“Tapi Kota Pati belum bertransformasi menjadi kota yang modern, maka kita tata Kota Pati ini akan menjadi perkotaan,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Kuliner Jadul Menara Kembali Digelar, Manjakan Masyarakat Kudus Bernostalgia Jajanan Tempo Dulu

0
Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menggelar Kuliner Jadul di Taman Menara. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangkaian kegiatan Ta’sis Menara Kudus ke-491, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menggelar Kuliner Jadul di Taman Menara. Kegiatan yang digelar Jumat-Kamis (2-8/1/2025) itu mengajak pengunjung bernostalgia ke masa lampau, dengan menyuguhkan kudapan legendaris.

Ketua Panitia Pasar Kuliner Jadul Menara, Hertanto Tri Saputro mengatakan, gelaran Pasar Kuliner Jadul digelar setiap tahun untuk memeriahkan perayaan Ta’sis Menara Kudus. Setidaknya ada sebanyak 21 stand UMKM dalam rangka melestarikan jajanan jadul tempo dulu.

Baca Juga: Tegas! Wabup Kudus Wajibkan ASN Lakukan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga 

“Kegiatan kuliner jadul sudah ada sejak 2017 silam dan menjadi daya tarik tersendiri bagi peziarah serta wisatawan. Untuk stand yang ada, kami upayakan menjual jajanan jadul dan tidak ada makanan kekinian,” bebernya saat ditemui di lokasi, Jumat (2/1/2026). 

Dirinya menilai keberadaan pasar kuliner jadul bisa menjadi ajang bernostalgia bersama kerabat, teman dan keluarga pada makanan-makanan tempo dulu. Dia berharap, event ini bisa menarik antusias masyarakat Kudus supaya geliat ekonomi semakin terangkat, kuliner jadul juga ikut dilestarikan.

“Biasanya ramai ketika sore menuju malam hari, apalagi diselingi dengan pertunjukan hadroh saat malam hari selama event berlangsung,” tandasnya.

Anto menyebut, antusias pedagang pada gelaran kuliner jadul sangat tinggi. Menurutnya, ada sebanyak 40 pendaftar, padahal secara ketersediaan lapak hanya 21 stand saja. 

“Sehingga kami mengkurasi beberapa UMKM yang memang menjual jajanan jadul saja. Untuk penjual makanan kekinian tidak lolos seleksi, mengingat sesuai dengan amanah pendahulu harus menyediakan makanan jadul,” jelasnya. 

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2025 Terdapat 1.124 Lakalantas di Kudus, Kerugian Capai Rp818,65 juta

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kecamatan Gebog, Dina mengaku antusias dengan adanya kegiatan kuliner jadul. Ia mengetahui adanya kegiatan itu, dari postingan Instagram dan mengajak adiknya datang usai ziarah ke makam Sunan Kudus.

“Sengaja ke sini setelah berziarah ke makam Sunan Kudus. Ini membeli roti Maryam dan beberapa jajanan jadul lainnya,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sempat Bawa Persipa Promosi Liga 2, Nazal Mustofa Kembali Ditunjuk jadi Pelatih Laskar Saridin

0
Persipa Pati resmi menunjuk Nazal Mustofa sebagai pelatih kepala. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Persipa Pati resmi menunjuk Nazal Mustofa sebagai pelatih kepala untuk menakhodai Laskar Saridin pada lima laga terakhir fase Grup A Liga Nusantara 2025/2026. Penunjukan ini menjadi langkah strategis manajemen untuk membangkitkan performa tim di sisa kompetisi.

Nama Nazal Mustofa bukan sosok asing bagi Persipa. Pelatih berlisensi A AFC itu memiliki rekam jejak kuat bersama klub kebanggaan masyarakat Pati tersebut. Pada 2021 lalu, ia sukses membawa Persipa menjuarai Liga 3 Jawa Tengah sekaligus mengantarkan tim promosi ke Liga 2 pada musim berikutnya.

Baca Juga: Lima Laga Tanpa Kemenangan, Persipa Pati Pasang Tekad Bangkit di Magelang

CEO Persipa Pati, Rafi Rizqullah Arifin menyebut, kehadiran Nazal diharapkan mampu menghadirkan energi dan semangat baru bagi tim dalam melanjutkan perjuangan di Liga Nusantara musim ini.

“Coach Nazal bukan sosok asing bagi Persipa. Beliau adalah pelatih yang memiliki pemahaman mendalam terhadap karakter tim, budaya klub, serta sejarah perjalanan Persipa, termasuk peran pentingnya dalam membawa Persipa naik dari Liga 3 ke Liga 2. Pengalaman, kedekatan emosional dengan klub, dan kepemimpinannya di ruang ganti menjadi pertimbangan utama dalam keputusan ini,” ujar Rafi Rizqullah Arifin, Jumat (2/1/2026).

Manajemen berharap, sentuhan tangan dingin Nazal kembali terlihat dan mampu membawa Persipa keluar dari situasi sulit.

Menurut Rafi, tim membutuhkan figur pemimpin yang mampu menghadirkan stabilitas di tengah tekanan kompetisi.

“Manajemen menilai bahwa di sisa laga yang ada, Persipa membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menghadirkan stabilitas, ketenangan, dan kepercayaan diri bagi seluruh pemain dan staf. Kehadiran Coach Nazal diharapkan mampu memperkuat fondasi tim, meningkatkan disiplin kerja, serta memaksimalkan potensi skuad yang ada,” ucapnya.

Selain target performa, manajemen juga menekankan pentingnya identitas dan karakter permainan Persipa tetap terjaga hingga akhir musim.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan Persipa Pati menutup musim dengan performa terbaik, menunjukkan karakter Wani Ngeyel di setiap pertandingan, dan menjaga kehormatan klub sebagai representasi kebanggaan masyarakat Pati,” ungkapnya.

Sementara itu, Nazal Mustofa mengaku antusias mendapat kepercayaan untuk kembali memimpin Laskar Saridin. Ia menyebut Persipa memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.

“Saya tentunya selalu respek dengan Persipa lewat sejarah positif yang pernah kita lalui. Dan kini manajemen meminta saya kembali. Mudah-mudahan dengan sisa laga yang ada, kita bisa maksimalkan,” sebutnya.

Pada Kamis (1/1/2026) pagi kemarin, Nazal langsung memimpin sesi latihan perdana bersama Ikhfanul Alam dan rekan-rekan. Ia mulai melakukan pembenahan, baik dari sisi mental maupun taktikal permainan.

“Kita sudah koordinasi dengan staf pelatih dan pendekatan ke pemain. Mentalitas kita benahi, taktikal juga mulai kita masukkan dan saya lihat anak-anak antusias berlatih guna berjuang agar tidak masuk dalam jurang degradasi,” ujar Nazal lagi.

Baca Juga: Terjebak di Dasar Klasemen, Persipa Pati Hadapi Tantangan Berat

Ia pun meminta dukungan penuh dari suporter dan masyarakat Pati agar Persipa mampu bangkit di lima laga penentuan.

“Mohon doa restu dari suporter dan masyarakat Kabupaten Pati. Mohon doa dan dukungannya di lima laga terakhir. Dan untuk pemain, ayo segera bangkit. Lupakan yang sudah dan fokus penuh untuk bangkit di lima laga terakhir,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -