Beranda blog Halaman 132

Pastikan Laik Jalan, Sejumlah Bus Jadi Sasaran Ramp Check di Terminal Kembangjoyo Pati

0
Satuan Lalu Lintas Polresta Pati menggelar ramp check terhadap angkutan umum di Terminal Kembang Joyo. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Satuan Lalu Lintas Polresta Pati menggelar ramp check terhadap angkutan umum di Terminal Kembang Joyo. Hal ini sebagai bagian dari Operasi Zebra Candi 2025. Pemeriksaan menyasar kelayakan administrasi dan teknis kendaraan bus.

Puluhan personel dari Satlantas, Intelijen, Binluh, Banops, Humas, Dishub Kabupaten Pati, hingga Jasa Raharja terlibat dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 9 unit bus menjalani pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen hingga kondisi fisik kendaraan.

Baca Juga: DPRD Pati Nyatakan Dukungan Terhadap Upaya Rekonsiliasi Kasus Botok Cs

Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, ramp check menjadi upaya penting untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

“Kami pastikan seluruh bus yang beroperasi harus memenuhi syarat administrasi maupun teknis sebagai standar keselamatan,” ujar Kompol Riki, Kamis (20/11/2025).

Pemeriksaan administrasi meliputi buku uji, kartu pengawasan izin operasional, SIM, hingga STNK. Menurut Kompol Riki, kelengkapan dokumen kerap menjadi indikator awal apakah kendaraan dikelola secara profesional.

“Kalau dokumennya saja tidak lengkap, biasanya ada hal lain yang perlu didalami,” imbuhnya.

Selain administrasi, petugas juga meneliti aspek teknis utama seperti sistem penerangan, pengereman, kondisi kaca depan, ban, dan sabuk keselamatan.

“Ini elemen vital. Banyak kecelakaan terjadi karena fungsi dasar kendaraan tidak bekerja optimal,” kata Kompol Riki.

Teknis penunjang, mulai dari speedometer, spion, wiper, klakson, kursi penumpang, hingga perlengkapan tanggap darurat, juga diperiksa demi memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang.

Kompol Riki menambahkan, ramp check dilaksanakan melalui kolaborasi lintas instansi dan akan terus digencarkan selama Operasi Zebra Candi 2025.

Baca Juga: Baru Lima Hari Selesai Diperbaiki, Tanggul Sungai di Ketitangwetan Pati Ambrol Lagi

“Koordinasi lintas instansi sangat penting agar pengawasan keselamatan berjalan maksimal,” ucapnya.

Ia menegaskan, bahwa ramp check bukan kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk mencegah kecelakaan yang dipicu kendaraan tidak laik jalan. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Karateka Pati Christo Matangkan Persiapan SEA Games Lewat Training Camp di Jepang

0
Karateka asal Pati, Christopher Edberd Setiabudi menjalani latihan intensif di Jepang. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Untuk mematangkan persiapan menunju SEA Games 2025 di Thailand, karateka asal Pati, Christopher Edberd Setiabudi menjalani latihan intensif di Jepang. Training camp berlangsung di Hasegawa Karate School, Yamanashi, Jepang pada 8-25 November.

Pemusatan latihan intensif di negeri asal karate tersebut merupakan program Tim Nasional (Timnas) Senior Karate Indonesia. Itu sebagai persiapan akhir sebelum mereka berlaga dalam SEA Games yang berlangsung Desember.

Baca Juga: Sebut Bukan Atas Nama AMPB, Warga Pati Ramai-ramai Jenguk Botok Cs di Polda Jateng

Pelatih nasional Sensei Angga mengemukakan, training camp dipimpin legenda karate dunia Sensei Katsuhide Hasegawa. Di bawah arahan Hasegawa, atlet timnas fokus pada latihan teknik dan performa berstandar internasional yang ketat dan terstruktur.

Christopher yang akrab disapa Christo akan memperkuat timnas Indonesia untuk kata putra. Tidak hanya dia, kata putra juga diperkuat karateka asal Jateng lainnya, Detrina Sabda Nugraha dan Agvyan Rizky.

Sejauh ini, mereka secara khusus dibimbing Sensei Angga. Bimbingan tersebut berupa pendampingan evaluasi teknik hingga strategi pertandingan.

Selain itu, tim kata putri timnas yang diperkuat Emilia Sri Hanandyta, Dian Monica Nababan, dan Beatrix Helena Pangemanan juga turut berlatih bersama kelompok atlet Jepang dari berbagai level.

Sensei Angga menyebut, performa seluruh atlet menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk Christo selama training camp berlangsung. Dia pun mengapresiasi atlet timnas yang menjalani masa penggemblengan secara serius, disiplin, dan penuh motivasi sehingga menunjukkan progres positif.

“Latihan di bawah Sensei Hasegawa memberi banyak peningkatan. Christo dan seluruh tim berlatih dengan disiplin tinggi dalam suasana kekeluargaan khas Jepang. Itu sangat membantu persiapan menuju SEA Games,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Lebih lanjut Angga menjelaskan, training camp di Jepang tidak sebatas meningkatkan kemampuan teknik atlet. Lebih dari itu, mereka mendapat kesempatan beradaptasi dengan ritme latihan Jepang, sekaligus mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang kompetisi internasional.

Baca Juga: Usai Kembalikan Rp345 Juta, Kades Dengkek Kembali Diadukan soal Dugaan Korupsi yang Nilainya Lebih Besar

Sementara, Christo mengaku dirinya merasa terhormat mendapat kesempatan berlatih langsung dengan legenda karate dunia Sensei Hasegawa.

Menurutnya, itu merupakan pengalaman berharga dan menjadi tahapan penting dalam memperdalam teknik, pematangan ritme gerak, serta penyesuaian standar penilaian dunia.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Terima Aduan Via WhatsApp, Wabup Kudus Langsung Beri Bantuan ke Warga

0
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton memberikan bantuan sosial kepada keluarga Muhajirin (33), warga Dukuh Grobog RT 3 RW 3, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton memberikan bantuan sosial kepada keluarga Muhajirin (33), warga Dukuh Grobog RT 3 RW 3, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. Pemberian bantuan berupa sembako itu dilakukan setelah dirinya menerima laporan melalui pesan WhatsApp pribadinya. 

Menindaklanjuti aduan tersebut, bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Kudus, meninjau langsung ke kediaman keluarga yang membutuhkan tersebut. Di mana kedua anak tersebut saat ini piatu yang telah ditinggal ibunya sejak 21 Oktober 2025 lalu.

Baca Juga: Pedagang Harap Gedung PKL Colo Kudus yang Mangkrak 7 Tahun Ditata Ulang

Muhajirin yang bekerja sebagai tukang serabutan, kini masih harus mengurus putra putrinya yang masih berusia 10 dan 8 tahun. 

Usai mengunjungi, Belinda menjelaskan, bahwa sebelumnya keluarga Muhajirin terdata sebagai desil empat. Melihat kondisi keluarga yang memang memerlukan bantuan, perubahan data dari desil empat ke desil tiga untuk keluarga Muhajirin.

“Saat ini perubahan data desil tiga sudah dilakukan. Makanya kita kesini meninjau langsung untuk memberikan bantuan. Ada sembako dan perlengkapan sehari-hari,” bebernya, Rabu (19/11/2025) sore. 

Dia menegaskan, turun langsung kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan bentuk kepeduliannya, agar program bantuan selama kepemimpinannya bersama Bupati Kudus bisa tepat sasaran. 

“Nanti dicek, mulai dari desa, kecamatan, dan dinsos apakah (bantuan) sudah tepat sasaran apa belum. Makanya kunjungan ini sambil mengecek secara langsung,” tuturnya.

Ia mengatakan, bagi putri Muhajirin yang butuh perawatan kesehatan, pihaknya mengaku sudah mengkomunikasikan kepada puskesmas terdekat. Hal itu dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi Alisha Dhina Raharjeng, putri kedua Muhajirin.

“Intinya yang kami inginkan di bawah kepemimpinan saya dan Pak Bupati, semua bantuan tepat sasaran. Dinas terkait siap bekerjasama dengan desa supaya bisa menyalurkan bantuan tepat sasaran. Ini sebagai bentuk koreksi kami dan akan kami benahi terus,” ujarnya. 

Sementara itu Muhajirin mengaku, bahwa putri keduanya mengalami pertumbuhan lambat sejak lahir. Terlebih tulang kaki juga bermasalah dan mata diagnosa penyakit saraf. 

“Kalau diajak komunikasi, dia mengerti apa yang kita katakan. Tapi dia tidak bisa mengutarakan dan membicarakannya,” sebutnya. 

Baca Juga: Penyamarataan Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kuota Haji Kudus 2026 Diprediksi Bertambah

Ia bahkan sangat membutuhkan bantuan dengan kondisinya yang saat ini masih mengurus anak keduanya tersebut. Sebab menurutnya, Alisha hanya ingin ditemani dirinya.

“Sangat berterimakasih sekali, karena Bu Wabup datang langsung ke rumah. Sehingga aspirasi saya bisa langsung didengar,” imbuhnya. 

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gempuran AI Ancam Dunia Animasi, SMK RUS Kudus Angkat Suara

0
Kepala Konsentrasi Keahlian Animasi 3D SMK RUS Kudus, Rico Andriansyah. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – SMK Raden Umar Said (RUS) Kabupaten Kudus angkat suara terkait peluang kerja animator di tengah canggihnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

SMK RUS dikenal sebagai salah satu sekolah animasi terbaik di Indonesia. Sekolah binaan Djarum Foundation tersebut juga kerap dapat proyek film animasi, baik dari dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga: Pedagang Harap Gedung PKL Colo Kudus yang Mangkrak 7 Tahun Ditata Ulang

Kepala Konsentrasi Keahlian Animasi 3D SMK RUS Kudus, Rico Andriansyah, tidak menampik fenomena tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa AI tidak akan mampu sepenuhnya menggantikan sentuhan kreatif manusia dalam proses pembuatan film maupun karya visual lainnya.

“AI memang membuat sebagian anak merasa animasi bisa dikerjakan dengan cepat. Tapi secara skill, AI tidak bisa menggantikan karya buatan manusia. Jiwa seorang seniman itu sangat dibutuhkan di film,” tegas Rico di SMK RUS Kudus, Rabu (19/11/2025).

Menurut Rico, faktor humanity menjadi elemen penting yang tidak mungkin direplikasi oleh algoritma. Kreativitas, rasa, dan intuisi pada suatu karya adalah aspek yang lahir dari pengalaman dan imajinasi manusia, bukan sekadar proses komputasi.

“Betul, yang tidak bisa digantikan itu sisi kemanusiaannya. AI bisa mempercepat produksi, tetapi esensi pencipta tetap ada pada manusianya,” lanjutnya.

Di tengah gempuran teknologi, Rico mengingatkan bahwa siswa justru harus semakin memperkaya kemampuan kreatif. Ia menyebut ada tiga kemampuan utama yang wajib dikuasai agar siswa tetap unggul dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Yang jelas mereka harus punya ide-ide kreatif. Kreatif dalam produksi dan tentu punya kemampuan artistik, baik artistik gambar maupun artistik teknikal,” jelasnya.

Baca Juga: Penyamarataan Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kuota Haji Kudus 2026 Diprediksi Bertambah

Menurutnya, sekolah kini memiliki tantangan lebih besar: membekali siswa dengan standar kreativitas setinggi mungkin, mendorong mereka menghasilkan karya orisinal, serta membangun mental bahwa teknologi hanyalah alat, bukan pengganti pembuat karya.

Dengan pendekatan tersebut, SMK RUS Kudus optimistis bahwa meski teknologi AI terus berkembang, masa depan animasi tetap membutuhkan imajinasi manusia sebagai fondasi utama industri kreatif.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Serunya Anak-Anak di Jepara Belajar Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini 

0
Sejak pagi puluhan siswa TK Bhayangkari 46 dan 47 Jepara antusias mendengarkan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas yang diadakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara pada Rabu (19/11/2025). Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Sejak pagi puluhan siswa TK Bhayangkari 46 dan 47 Jepara antusias mendengarkan sosialisasi tentang keselamatan berlalu lintas yang diadakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara pada Rabu (19/11/2025). 

Kasat Lantas Polres Jepara, AKP Rahandy Gusti Pradana mengatakan program sosialisasi itu bernama Polisi Sahabat Anak (Polsanak) atau biasa dikenal dengan program ‘Aladin’ (Ajak Anak Tertib Lalu Lintas Usia Dini). 

Baca Juga: Dilarang Perda, Outlet Miras Baru di Jepara Gegerkan Warga 

Terdapat berbagai edukasi tentang tertib beralu lintas yang disampaikan. Diantaranya yaitu, cara menyeberang jalan yang aman, pentingnya menggunakan helm saat berkendara, serta mengenal berbagai jenis rambu lalu lintas.

Melalui kegiatan tersebut ia ingin menanamkan kesadaran untuk tertib berlalu lintas sejak dini pada anak-anak.

“Dengan mengenalkan rambu-rambu lalu lintas dan tata cara yang benar saat di jalan, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tertib lalu lintas,” kata AKP Rahandy. 

Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan Polsanak yang dilakukan oleh Satlantas Polres Jepara juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar mulai tanggal 17-30 November 2025.

Dalam operasi tersebut juga dilakukan berbagai kegiatan lain seperti penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di berbagai tempat.

Baca Juga: Proyek Pelabuhan Jepara Masuk Usulan 12 Pembentukan Perda Tahun 2026 

“Dengan memberikan edukasi sejak dini, kami berharap dapat menciptakan generasi yang sadar akan keselamatan berlalu lintas. Selain anak usia dini, kita juga laksanakan edukasi ke sekolah-sekolah lain,” ucapnya.

Disamping itu, petugas juga menyampaikan penyuluhan kepada para orang tua mengenai pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025, khususnya pentingnya disiplin berlalu lintas demi menciptakan Kamseltibcarlantas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Jepara.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

SMK RUS Kudus Jadi Langganan Proyek Animasi Global, Waka Kibo Season 3 Segera Hadir

0
Suasana belajar di SMK RUS. Foto: Rabu Sipan

BETANEWS.ID, KUDUS – SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus dikenal dengan project animasinya yang luar biasa, salah satunya serial Waka Kibo segera memasuki season 3. Peluncuran musim terbaru diperkirakan berlangsung Januari atau awal Februari 2026.

Kepala Konsentrasi Keahlian Animasi 3D SMK RUS Kudus, Rico Andriansyah, mengatakan Waka Kibo telah diproduksi selama dua tahun dengan total 26 episode, masing-masing 13 episode untuk season 1 dan season 2. Seluruh proses produksi dilakukan di SMK RUS, meski beberapa episode juga dikerjakan melalui kolaborasi antarsekolah.

Baca Juga: Penyamarataan Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kuota Haji Kudus 2026 Diprediksi Bertambah

“Season 3 sedang kami garap. Produksi tetap di SMK RUS, namun beberapa bagian dikerjakan bersama lintas SMK seperti SMK 2 Jepara dan SMK Tunas Harapan Pati. Kalau dihitung, sudah lebih dari 300 siswa terlibat karena lintas sekolah dan lintas angkatan,” jelas Rico.

Rico membeberkan bahwa Waka Kibo pada mulanya dirancang sebagai film layar lebar bergenre petualangan dan aksi, dengan target tayang hingga ke pasar internasional. Proyek tersebut bahkan pernah lolos penyaringan di Asian Animation Summit (AAS).

Namun, belum adanya investor membuat konsep layar lebar dikonversi menjadi serial pendek edukatif untuk anak-anak, tayang secara gratis di YouTube agar lebih mudah diakses.

“Fokusnya sekarang edukasi untuk anak PAUD hingga remaja awal. Formatnya short film agar lebih cepat diproduksi dan bermanfaat untuk banyak penonton,” ujarnya.

Tak hanya mengembangkan proyek internal, SMK RUS Kudus yang merupakan sekolah binaan Djarum Foundation juga menjadi sekolah vokasi yang aktif mengerjakan proyek animasi global. Berbagai perusahaan luar negeri pernah mempercayakan pengerjaan animasi kepada para siswa.

“Di antaranya, Pororo (Korea Selatan), Boboiboy (Malaysia), perusahaan besar Coca-Cola Company (USA) dan beberapa proyek animasi dari luar negeri lainnya,” beber Rico

Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen sekolah untuk menjaga kualitas lulusan. Pasalnya, SMK RUS ingin setiap tahun bisa menghasilkan lulusan yang langsung dibutuhkan industri.

“Jadi harus update ilmu, update skill, supaya mereka bisa diterima kerja kapan saja. Industri animasi terus berkembang, dan kami optimis berada di jalur itu,” tegasnya.

Saat ini SMK RUS Kudus tengah menggarap proyek besar lainnya. Mereka bekerja sama dengan salah satu judul webtoon populer ‘Teman Rasa Pacar’ untuk dibuat menjadi film layar lebar. Penulis asli webtoon terlibat langsung dalam pengembangan cerita, sementara seluruh proses produksi dikerjakan di SMK RUS.

Salah satu siswa kelas 12, Kholisa Noumira (17), menyebutkan bahwa dirinya memilih SMK RUS karena fasilitas dan kualitas pendidikannya yang sudah dikenal luas.

“Saya dari SD sudah suka menggambar dan kurang kuat di akademik. Di SMK RUS saya merasa cocok karena bisa menimba ilmu animasi. Rasanya menyenangkan sekali,” ujar siswi asal Tangerang tersebut.

Baca Juga: Puluhan Rumah di Mejobo Kudus Rusak Diterjang Puting Beliung

Kholisa mengaku telah terlibat dalam beberapa proyek animasi, termasuk Waka Kibo dan Nila 2, meski judul terakhir belum dirilis.

“Senang bisa terlibat proyek animasi karena itu bisa menjadi portofolio kami ke depan,” ucapnya bangga.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Meski Dipanggil Tapi Enggan Berangkat, Porsi Batu di Kudus Ternyata Ada 50an

0
Ribuan koper calhaj telah terkumpul di Gedung Jemaah Haji Kudus (JHK), Senin (27/5/2024) sore. Foto: Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Porsi batu atau calon jamaah haji yang sudah dipanggil dua hingga tiga kali namun tidak memberikan konfirmasi keberangkatan menjadi persoalan. Hingga tahun ini, jumlah porsi batu di Kudus tersisa sekitar 50-an orang, setelah sebagian lainnya dinyatakan meninggal dunia atau tidak diketahui lagi alamatnya.

Bagian Pengolah Data dan Informasi Haji Kemenag Kudus, Agus Sulistiyono mengatakan, fenomena porsi batu bukan hanya terjadi di Kudus, tetapi sudah menjadi persoalan nasional. Mereka tidak bisa melakukan diskualifikasi terhadap calon jamaah, sebab keberangkatan haji merupakan hak ibadah setiap warga negara.

Baca Juga: Penyamarataan Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kuota Haji Kudus 2026 Diprediksi Bertambah

“Tahun 2005 masih ada yang belum berangkat, namanya porsi batu. Yang sudah dipanggil dua sampai tiga kali tapi tidak ada konfirmasi keberangkatan. Kudus kemarin ada 89 porsi batu. Orangnya sudah ketemu, tapi memang tidak ada niatan berangkat. Ya uangnya ada, tapi tidak ada krentek (niat) untuk ke sana. Kami kembalikan ke orangnya,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa penanganan porsi batu selama ini cukup memakan waktu. Meskipun sudah dihubungi berkali-kali oleh petugas maupun KBIH, sebagian besar jamaah tetap tidak memberikan respons.

“Tidak hanya satu orang yang menghubungi. Beberapa KBIH juga sudah mencoba menghubungi. Tapi tetap tidak ada tanggapan,” tambahnya.

Jumlah porsi batu di Kudus kini berkurang dari 89 menjadi sekitar 50 orang. Pengurangan ini terjadi karena mutasi data, jamaah yang meninggal dunia, atau tidak dapat ditemukan lagi baik di rumah maupun melalui tetangga.

Menurutnya, beberapa faktor yang menyebabkan jamaah enggan berangkat antara lain, ada yang menunggu anggota keluarganya, pindah alamat tanpa laporan, atau memang belum siap berangkat secara mental maupun kondisi pribadi.

Phaknya sebelumnya telah mengusulkan kepada Kementerian Agama agar data porsi batu dibuat dalam satu folder khusus. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat proses penanganan tanpa mengganggu kuota porsi reguler yang menunggu giliran.

Baca Juga: Puluhan Rumah di Mejobo Kudus Rusak Diterjang Puting Beliung

“Kami sudah usul agar dikunci dan dijadikan satu folder tersendiri. Jadi tidak memengaruhi antrean porsi reguler lainnya,” ujarnya.

Hingga kini, pemerintah masih mencari formula terbaik agar persoalan porsi batu dapat ditangani tanpa melanggar hak jamaah. Namun yang jelas, fenomena ini diprediksi masih terus terjadi selama tidak ada kebijakan khusus yang mengatur batas waktu konfirmasi keberangkatan.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Pedagang Harap Gedung PKL Colo Kudus yang Mangkrak 7 Tahun Ditata Ulang

0
Gedung Kawasan PKL Colo yang berada tak jauh dari Terminal Colo mangkrak selama bertahun-tahun. Foto: Kaerul Umam

BETANEWS.ID, KUDUS – Gedung Kawasan PKL Colo yang berada tak jauh dari Terminal Colo mangkrak selama bertahun-tahun. Menurut pedagang di sana, mangkraknya bangunan karena lesunya pengunjung itu telah terjadi sejak 2018 lalu. 

Tampak ratusan kios yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp20 miliar itu terbengkalai dan sudah ditinggal oleh pedagang. Terlihat hanya ada enam pedagang di lantai tiga yang masih bertahan, meski secara pendapatan tak cukup untuk membayar sewa kios tersebut. 

Baca Juga: Penyamarataan Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kuota Haji Kudus 2026 Diprediksi Bertambah

Ketua Paguyuban Pemilik Kios dan Warung Terminal Colo, Abdul Rohman mengatakan, setidaknya terdapat 150 kios, terdiri dari 120 kios berada di lantai dua dan 30 kios di lantai tiga, banyak ditinggal oleh pedagang. Hal itu dikarenakan tak adanya pengunjung yang lewat melalui akses kawasan tersebut. 

“Hanya ada enam kios saja yang masih bertahan di sini. Itupun karena mereka tidak tahu harus melakukan pekerjaan apa lagi,” bebernya saat ditemui di lokasi, Rabu (19/11/2025). 

Rohman menyebut, total anggaran pembangunan kawasan PKL Colo yang dibangun pada 2017 silam itu mencapai Rp23 miliar. Namun dalam perjalanannya, upaya pembenahan wisata Colo yang dimulai pada era Bupati Tamzil tidak berlanjut hingga sekarang. Akibatnya, sebagian besar fasilitas justru terbengkalai.

“Di lantai tiga ada 30 kios mangkrak, sementara di bawah terdapat 120 kios. Dari yang di lantai tiga, hanya enam pedagang yang masih bertahan. Lantai dua malah sudah tidak ada pedagang sama sekali,” jelasnya.

Dia menambahkan, para pedagang juga mendengar adanya wacana pengelolaan oleh pihak ketiga, namun hingga kini belum ada kejelasan. Meskipun demikian, mereka tetap berharap kawasan ini dapat ditata ulang dengan konsep yang tepat.

“Sebenanrnya kami setuju dengan rencana pelebaran area parkir yang digagas oleh Bupati Tamzil saat itu. Kalau parkir bus bisa menampung lebih dari 50 bus, kawasan ini bisa jadi transit keluar-masuk wisatawan. Pedagang bisa hidup kembali. Sayangnya rencana itu tidak terealisasi hingga kini,” tegasnya.

Di tengah mangkraknya gedung, dia menyayangkan adanya pembangunan kios baru di sekitar gedung tersebut. Sebab menurutnya, pihak pedagang tak diajak diskusi tentang pembangunan kios.

“Tahu-tahu ada sosialisasi, bahwa ada pembangunan kios untuk pedagang, termasuk saya. Mau gak mau harus menempati, karena memang diperuntukan bagi anggota paguyuban di sini,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, kios baru yang berukuran 3 X 2,75 meter itu, terdapat 70 kios yang sudah ditempati oleh para pedagang. Saat ini pemerintah membangun rehabilitasi kios tambahan sekitar 20 kios baru dengan anggaran Rp1,03 miliar. 

Sementara itu, Sumarlan, salah satu yang masih bertahan di Gedung Kawasan PKL Colo merasakan dampak kemerosotan pendapatan. Ia bercerita bahwa kawasan tersebut pernah sangat ramai pada akhir 1990-an, jauh sebelum pembangunan gedung terminal PKL.

“Dulu sebelum tahun 2000 itu ramai sekali. Tapi setelah ada pembangunan gedung terminal dan gedung kawasan PKL Colo, pengunjung malah mulai menurun sampai sekarang,” tuturnya.

Setelah bangunan terminal selesai, para pedagang sempat menempati kios baru selama sekitar dua bulan. Namun, kondisi langsung merosot karena pengunjung tidak masuk ke area tersebut.

“Konsepnya salah. Bangunan sudah jadi, tapi jalur kunjungan tidak diarahkan ke sini. Akhirnya dampaknya ke kita,” keluhnya. 

Terpisah, Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Agus Susanto menjelaskan, bahwa pihaknya merevitalisasi kios di kawasan terminal sebanyak 20 unit. Hal itu dilakukan mulai 13 Oktober 2025 dengan anggaran Rp1,03 miliar. 

“Realisasi pelaksanaan 28,47 persen, dari rencana di pekan ini 26,87 persen. Jadi ada deviasi sebesar +1,61 persen. Target pelaksanaan 75 hari,” sebutnya.

Baca Juga: Puluhan Rumah di Mejobo Kudus Rusak Diterjang Puting Beliung

Menengai minimnya sosialisasi yang dikeluhkan pedagang, pihaknya mengaku telah memanggil para pedang dua kali dalam rencana pembangunan kios di kawasan terminal. 

“Kalau ada yang bilang tidak ada sosialisasi sebelumnya berarti dia tidak datang, karena saya sudah memanggil dua kali untuk mendiskusikan terkait pembangunan kios,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Dilarang Perda, Outlet Miras Baru di Jepara Gegerkan Warga 

0
Outlet minuman beralkohol atau minuman keras (miras) baru yang berada di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Bulu, Kecamatan/Kabupaten Jepara membuat geger warga Jepara. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Outlet minuman beralkohol atau minuman keras (miras) baru yang berada di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Bulu, Kecamatan/Kabupaten Jepara membuat geger warga Jepara. 

Pamflet pembukaan outlet minuman beralkohol dengan nama Outlet 23 HWG Jepara itu ramai tersebar di media sosial. 

Baca Juga: Proyek Pelabuhan Jepara Masuk Usulan 12 Pembentukan Perda Tahun 2026 

Dari akun instagram resminya, outlet yang berlokasi di tengah Kota Jepara itu resmi dibuka pada 18 November 2025. Terdapat minuman beralkohol berbagai varian dan merk yang dijual. 

Untuk menarik minat, outlet tersebut mengklaim sebagai penyedia minuman beralkohol paling murah dan terlengkap se-Kabupaten Jepara. 

Selain itu, outlet tersebut juga melayani pembelian secara online dengan biaya ongkir gratis ke seluruh wilayah di Kabupaten Jepara.  

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara, Arif Darmawan mengatakan pada saat dilakukan pengecekan, outlet itu belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terdaftar. 

“Belum berijin, belum ada NIB-nya. Outlet nya liar, ilegal,” kata Arif saat dikonfirmasi Betanews.id melalui sambungan telepon, Rabu (19/11/2025). 

Arif melanjutkan, dari hasil koordinasi dengan Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara, pihaknya akan segera melakukan penindakan pada outlet tersebut. 

“Nanti akan dilakukan penindakan oleh temen-temen Satpol PP,” katanya. 

Terpisah, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto mengatakan sesuai peraturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 4 Tahun 2001, minuman beralkohol dilarang di Kabupaten Jepara. 

Dalam Perda itu tertulis, setiap orang atau badan dilarang memproduksi, mengedarkan, dan memperdagangkan minuman beralkohol. Kadar kandungan ethanol dalam minuman beralkohol juga dibatasi 0 persen. 

Baca Juga: Anggaran Kegiatan Polisi Jepara Tahun 2026 Turun Jadi Rp81 Miliar 

Bagi seseorang atau badan yang terbukti melanggar akan diancam pidana penjara selama tiga bulan dan atau denda paling banyak Rp50 juta. 

“Kalau Perdanya memang tidak boleh. Ini nanti segera akan kita lakukan pengecekan,” kata Edy.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

DPRD Pati Nyatakan Dukungan Terhadap Upaya Rekonsiliasi Kasus Botok Cs

0
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendukung upaya rekonsiliasi kasus Botok Cs. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendukung upaya rekonsiliasi kasus Botok Cs. Meskipun, pihak legislatif tidak bisa ikut campur terkait persoalan hukum yang menjerat pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tersebut.

Ketua DPRD Pati, Ali Badruddin mengaku menyambut baik gagasan atau rencana rekonsiliasi tersebut. Menurutnya, langkah ini untuk menciptakan perdamaian di Bumi Mina Tani ini.

Baca Juga: Usai Kembalikan Rp345 Juta, Kades Dengkek Kembali Diadukan soal Dugaan Korupsi yang Nilainya Lebih Besar

“Rekonsiliasi ini kan harus ada kesepakatan, perdamaian akibat konflik. Pesan saya terhadap teman-teman aktivis tidak menyalahkan satu dengan yang lain,” katanya.

Ali pun mengajak semua pihak untuk saling berjabat tangan untuk membangun Kabupaten Pati depannya.

“Mari kita bangun kebersamaan, kekompakan untuk pembangunan Pati. Kita tidak boleh menyalahkan yang lain,” tuturnya.

Meskipun begitu, ia mengaku tak bisa ikut campur terkait persoalan hukum. Pihaknya hanya bisa membantu upaya rekonsiliasi ini untuk menyelesaikan kasus Botok Cs.

“Kalau sudah proses hukum kita ikuti prosesnya. Kalau mau rekonsiliasi kita sampaikan dengan baik. Kita dukung sepenuhnya rekonsiliasi. Tapi kami tidak bisa intervensi masalah hukum. Itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” tegasnya.

Ali menegaskan DPRD Pati juga akan mendorong adanya rekonsiliasi tersebut. Sehingga mempersilahkan para pihak yang ingin mengambil langkah ini.

“Tapi kami mendorong terjadinya perdamaian sepanjang tidak menyalahi aturan. 50 anggota DPRD menyepakati dan mendukung,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Botok cs dipenjara usai menggelar demo mengawal sidang paripurna Hak Angket DPRD . Dalam sidang tersebut, DPRD Pati sepakat memberikan kesempatan kepada Bupati Pati Sudewo untuk memperbaiki kinerja. Pemakzulan pun gagal.

Baca Juga: Kades Dengkek Pati Sebut Tak Sengaja Tilap Dana Desa Rp345 Juta

Gagalnya pemakzulan ini membuat massa AMPB kecewa. Mereka kemudian melampiaskan kekecewaannya dengan memblokir Jalan Pantura Pati-Rembang.

Tindakan ini menjadi celah pihak aparat kepolisian untuk menangkap Botok dan Teguh Istiyanto. Selain keduanya, seorang sopir dari Kabupaten Pati yang berinisial I juga ditangkap. Mereka kini telah dijadikan tersangka dan terancam hukuman 15 tahun penjara meskipun hanya memblokir Pantura sekitar 15 menit.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Bus Trans Jateng Bakal Diintegrasikan dengan Mode Transportasi Lain

0
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Jatmiko saat audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Kota Semarang, Selasa (18/11/2025). Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mengintegrasikan layanan Bus Trans Jateng dengan mode transportasi lain, supaya mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Jatmiko mengatakan, akan menggendeng peusahaan tranportasi online, angkutan kota, maupun angkutan desa untuk mengintegrasikan layanan transportasi tersebut.

Baca Juga: HUT ke-54 Korpri, Sekda Jateng Minta ASN Tidak Antikritik

“Sehingga melalui halte yang tersedia, masyarakat tidak bingung melanjutkan perjalanannya,” kata dia usai audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Kota Semarang, Selasa (18/11/2025).

Dengan mengintegrasikan layanan tersebut, lanjut dia, masyarakat lebih mudah mengakses transportasi dari dekat rumah mereka.

“Sehingga masyarakat tidak bingung kalau ingin berangkat dari rumah, ada angkutan terdekat,” katanya.

Dibeberkan Jatmiko, Bus Trans Jateng hingga kini sudah beroperasi di tujuh koridor. Meliputi Semarang-Bawen, Semarang-Kendal, Purwokerto-Purbalingga, Magelang-Purworejo, Solo-Sragen, Semarang-Grobogan, dan Solo-Wonogiri.

Pihaknya juga berencana memperpanjang rute (rerouting) untuk menjangkau jalur-jalur penting yang dibutuhkan baik pelajar maupun masyarakat umum. Salah satunya yakni perpanjangan rute jalur aglomerasi Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengintegrasikan jalur. Terutama jalur-jalur utama yang dilewati pelajar, dan masyarakat umum.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan, Trans Jateng harus lebih banyak menjangkau masyarakat, terutama para para pelajar. Hal itu demi memberikan hak dan keselamatan transportasi pada anak-anak.

Baca Juga: Keluarga Korban Longsor Cibeunying Menumpahkan Tangis di Bahu Gubernur Ahmad Luthfi

“Kita lihat anak sekolah sudah naik motor ke sekolah. Padahal secara aturan belum memiliki SIM. Jadi jangan sampai anak-anak ini melanggar,” katanya.

Selanjutnya, kata Taj Yasin, transportasi umum bus Trans Jateng juga harus tepat waktu. Dengan begitu, akan menarik keinginan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi massal tersebut.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Baru Lima Hari Selesai Diperbaiki, Tanggul Sungai di Ketitangwetan Pati Ambrol Lagi

0
Tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, kembali mengalami longsor. Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, kembali mengalami longsor pada dua titik, hanya lima hari setelah dilakukan perbaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Longsoran terjadi sepanjang sekitar sepuluh meter pada satu titik, dengan total kerusakan mencapai sekitar 25 meter.

Baca Juga: Usai Kembalikan Rp345 Juta, Kades Dengkek Kembali Diadukan soal Dugaan Korupsi yang Nilainya Lebih Besar

Longsor diduga dipicu hujan deras dan banjir yang kembali menerjang wilayah setempat. Kondisi bagian bawah tanggul tergerus arus sungai dan struktur tanah yang masih basah membuat tanggul mudah amblas.

“Tanah di bawah tanggul tergerus air sehingga tanggul di atasnya ikut longsor. Yang longsor selebar dua meter dan panjang sekitar sepuluh meter. Padahal baru selesai dibangun lima hari lalu,” ujar Parwi, warga Ketitangwetan, Rabu (19/11/2025).

Ia menyebut, warga kembali khawatir karena kerusakan tanggul di wilayah tersebut kerap berulang setiap musim hujan. Mereka berharap pemerintah melakukan perbaikan permanen untuk mencegah ancaman banjir dan kerusakan serupa.

Baca Juga: Kades Dengkek Pati Sebut Tak Sengaja Tilap Dana Desa Rp345 Juta

“Iya harapannya tanggul ini dibangun bukan hanya untuk tanggul darurat saja. Tapi dibuat permanen, biar tidak jebol terus kalau hujan, ” ungkapnya.

Hingga kini, sejumlah bagian tanggul tampak terbelah dan material longsoran berserakan di tepi sungai. Warga tetap memantau perkembangan kondisi tanggul sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Gubernur Ahmad Luthfi Petakan Daerah High-Risk Jateng Jelang Puncak Hujan

0
memimpin rapat koordinasi bersama BNPB, Polda Jateng, Kodam, BBWS, dan BPBD dan mengundang kepala daerah 35 kabupaten/kota untuk memetakan wilayah berisiko tinggi bencana di Jawa Tengah. Foto: Ist

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi gerak cepat menjelang puncak musim hujan. Luthfi memimpin rapat koordinasi bersama BNPB, Polda Jateng, Kodam, BBWS, dan BPBD dan mengundang kepala daerah 35 kabupaten/kota untuk memetakan wilayah berisiko tinggi bencana di Jawa Tengah.

“Hari ini kita melakukan mapping daerah-daerah high-risk—rawan longsor, rawan banjir, gunung berapi, dan sebagainya. Kita bahas item per item,” kata Luthfi di Semarang, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga: HUT ke-54 Korpri, Sekda Jateng Minta ASN Tidak Antikritik

Ia menegaskan, kepala daerah tidak boleh menunggu bencana datang. “Sekembalinya dari rapat ini, kepala daerah sebagai pengendali wilayah sudah bisa menyiapkan upaya pencegahan,” ujarnya.

Menurut Luthfi, pencegahan dimulai dari tingkat desa. Jawa Tengah menyiapkan lebih dari delapan ribu Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk memperkuat mitigasi.

“Minimal bupati dan wali kota sudah punya mapping untuk memberikan peringatan dini, pencegahan pada masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kesiapan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, hingga tata cara penanganan cepat di masing-masing daerah. “Syukur-syukur sudah ada antisipasi: kemana, dimana, dengan cara apa,” kata Luthfi.

Gubernur juga meminta seluruh wilayah mewaspadai puncak hujan Desember–Februari. Kejadian bencana di Banjarnegara dan Cilacap disebutnya menjadi pengingat penting. “Semua harus siaga. Jangan sampai kejadian itu terulang kembali,” ucapnya.

Baca Juga: Keluarga Korban Longsor Cibeunying Menumpahkan Tangis di Bahu Gubernur Ahmad Luthfi

Luthfi menyebut beberapa daerah seperti Temanggung, Purworejo, Brebes, Batang, dan Rembang sudah memiliki roadmap kesiapsiagaan. Sementara itu, pemerintah provinsi memastikan Belanja Tidak Terduga (BTT) siap digunakan jika bencana terjadi.

“Tapi harapan kita, tentu jangan ada bencana sehingga BTT tidak terpakai,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Proyek Pelabuhan Jepara Masuk Usulan 12 Pembentukan Perda Tahun 2026 

0
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi menetapkan 12 rancangan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Tahun 2026. Foto: Umi Nurfaizah

BETANEWS.ID, JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi menetapkan 12 rancangan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Tahun 2026.

12 Perda yang diusulkan, lima diantaranya merupakan usulan inisiatif dari DPRD, dan tujuh sisanya dari Pemkab Jepara.  

Baca Juga: Anggaran Kegiatan Polisi Jepara Tahun 2026 Turun Jadi Rp81 Miliar 

Lima Perda Inisiatif dari DPRD yaitu Perda Kawasan Pelabuhan Jepara, Perda Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang tata cara pencalonan pemilihan, pengangkatan, pelantikan, dan pemberhentian petinggi, Perfa Perubahaan atas Perda Nomor 15 Tahun 2012 tentang pembentukan Perda.

Perda Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perlindungan Pemberdayaan dan Pembinaan Industri Mebel dan Perda Perlindungan dan Pelestarian Kebudayaan Daerah. 

Kemudian tujuh Perda usulan Pemkab Jepara yaitu Perda Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Jepara Tahun 2026-2046, Perda Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Perda Perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2018 tentang Perumda Tirta Jungporo. 

Kemudian Perda Pemerintahan Digital, Perda APBD Jepara 2026, Perda Perubahan APBD Tahun 2026, dan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2025. 

Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna mengatakan 12 Perda tersebut ditarget selesai pembahasan pada tahun 2026. 

“Tadi kami sudah menyampaikan dalam rapat paripurna hasil kerja dari Bapemperda. Ada 12 usulan Propemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah) yang kami rencanakan selesai tahun 2026,” kata Agus saat ditemui di Kantor DPRD Jepara, Rabu (19/11/2025). 

Terkait Perda Kawasan Pelabuhan Jepara, Agus mengatakan penyusunan Perda itu merupakan langkah awal untuk merealisasikan rencana Pembangunan Pelabuhan Laut di Jepara. 

Mengutip dari situs spse.inaproc.id/jepara/lelang, kontrak proyek Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan pembangunan Pelabuhan Jepara saat ini juga sudah diumumkan. Proyek itu dimenangkan oleh PT. Java Desain Consultant dengan nilai pagu paket sebesar Rp500 juta. 

“Kita persiapan saja dimasukkan dalam Ranperda, walaupun nanti tentu pembangunannya harus selaras dan sesuai dengan proyek strategis nasional,” ujar Agus. 

Agus melanjutkan, rencana pembangunan Pelabuhan di Jepara menurutnya juga sudah mendapat izin dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah menurut Agus dipersilahkan untuk mencari calon investor. 

Baca Juga: Dianggarkan Rp4,5 Miliar, Rumah Dinas Baru Bupati Jepara Mulai Dibangun Tahun Depan

Dan saat ini, beberapa investor juga ada yang mulai tertarik untuk menggarap proyek pelabuhan laut di Jepara. 

“Pemerintah pusat mempersilahkan kepada daerah untuk mencari calon-calon investor, karena nanti jika ada yang tertarik, skemanya bisa masuk melalui investasi,” pungkas Agus.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -

Sebut Bukan Atas Nama AMPB, Warga Pati Ramai-ramai Jenguk Botok Cs di Polda Jateng

0
Puluhan warga Pati bergerak menuju Polda Jawa Tengah pada Rabu (19/11/2025). Foto: Kholistiono

BETANEWS.ID, PATI – Puluhan warga Pati bergerak menuju Polda Jawa Tengah pada Rabu (19/11/2025). Keberangkatan mereka untuk menjenguk Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto yang saat ini tengah menjalani proses hukum.

Mereka menegaskan, bahwa keberangkatan ini murni dari inisiatif masyarakat, bukan membawa nama organisasi mana pun.

Baca Juga: Usai Kembalikan Rp345 Juta, Kades Dengkek Kembali Diadukan soal Dugaan Korupsi yang Nilainya Lebih Besar

Massa sebagian banyak menggunakan bus yang telah disiapkan di Alun-Alun Simpang Lima Pati. Selain satu bus besar, beberapa mobil pribadi juga ikut mengangkut warga yang hendak memberikan dukungan moral.

Muhlisin, adik kandung Botok mengatakan, bahwa jumlah warga yang berangkat diperkirakan mencapai sekitar 100 orang.

“Hari ini mau menjenguk Mas Botok di Polda Jateng sambil memberikan dukungan moral saja. Kira-kira kurang lebih 100 orang. Ada bus dan beberapa mobil pribadi juga. Tadi malam juga ada konfirmasi dari Kudus, mereka mau ke Polda satu mobil,” ujar Muhlisin.

Ia menambahkan, agenda mereka hanya untuk memberi semangat kepada Botok yang disebut sedang menghadapi dugaan kriminalisasi.

“Agendanya cuma menjenguk saja, memberikan motivasi dan kekuatan moral dari masyarakat supaya Mas Botok bisa segera dibebaskan,” imbuhnya.

Muhlisin memastikan, bahwa rombongan tidak mewakili Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Ia menegaskan keberangkatan ke Polda Jateng ini dilakukan secara spontan.

“Tidak ada AMPB. Ini masyarakat semua, spontanitas,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi Botok di Polda Jateng dilaporkan dalam keadaan baik dan sehat.

Baca Juga: Kades Dengkek Pati Sebut Tak Sengaja Tilap Dana Desa Rp345 Juta

Sementara itu, perwakilan AMPB, Harno, membenarkan bahwa memang ada warga yang berangkat menjenguk Botok. Namun ia menegaskan keberangkatan tersebut bukan kegiatan resmi AMPB.

“Benar mas, hari ini ada masyarakat yang pergi ke Polda Jateng untuk menjenguk Mas Botok cs. Tapi saya tidak ikut karena ada urusan penting,” sebut Harno.

Editor: Haikal Rosyada

- advertisement -