BETANEWS.ID, PATI – Kepala Desa Dengkek, Muhammad Kamjawi menyebut kalau dirinya tidak sengaja menilap dana desa sebesar Rp345 juta, yang pada akhirnya menjadi temuan Inspektorat Daerah Pati.
Ia pun mengaku, bahwa dirinya telah mengembalikan uang dugaan penyelewengan pembangunan desa ke kas desa. Menurutnya pengembalian ini juga telah disampaikan kepada BPD Desa Dengkek.
Baca Juga: Inspektorat Temukan Penyelewengan Rp345 Juta, Kades Dengkek Hanya Diminta Mengembalikan
“Waktu pengembalian kas desa itu kami sampaikan kepada BPD, itu saya mengembalikan,” ujarnya.
Kamjawi juga mengakui telah mendapatkan teguran tertulis dari Bupati Pati, Sudewo.
“Kedua, dapat teguran dari Pak Bupati Pati yang sifatnya tertulis juga BPD dikumpulkan semua. Insya allah semua sudah disampaikan kepada BPD dan disebarkan luaskan kepada masyarakat,” jelasnya.
Dia mengaku uang yang sempat ditilap senilai Rp345 juta itu, berasal dari pembangunan gedung serba guna Desa Dengkek.
“Nilai uangnya Rp345 juta. Ya itu tidak sengaja, karena ada tukang tidak masuk, kaitan bangunan belum selesai dari tahun 2024 ke tahun 2025 masih ada tukang. Itu bangunan gedung serba guna,” sebutnya.
Ia mengaku tak menggelapkan uang secara langsung. Hanya saja proyek Gedung Serbaguna yang dianggarkan sekitar Rp600 juta tak kunjung kelar meskipun tahun anggaran sudah selesai.
”Ngak berupa uang secara langsung, cuma bangunan belum selesai. Mau diselesaikan tapi sudah masuk tahun berikutnya. Enggak boleh melanjutkan sebelum diaudit. Itu gedung serbaguna,” kata dia.
Baca Juga: Kades Kembalikan Uang Korupsi, Warga Dengkek Pertanyakan Mandeknya Proses Hukum
Setelah diaudit oleh Inspektorat terdapat kerugian negara hingga Rp345 juta. Kades pun diberikan waktu 60 hari untuk mengembalikan dana tersebut. Menurutnya, permasalahan ini sudah kelar lantaran dirinya sudah mengembalikan dana tersebut.
”Yg jelas semua sudah diintervensi. Sudah selesai. Nah anggaran semua itu sekitar Rp600 juta. Yang dikembalikan Rp345 juta. Yang Rp345 juta itu untuk pembuatan gedung serbaguna, untuk lapangan badminton. Sudah selesai,” ucapnya.
Editor: Haikal Rosyada

