31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Gempuran AI Ancam Dunia Animasi, SMK RUS Kudus Angkat Suara

BETANEWS.ID, KUDUS – SMK Raden Umar Said (RUS) Kabupaten Kudus angkat suara terkait peluang kerja animator di tengah canggihnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

SMK RUS dikenal sebagai salah satu sekolah animasi terbaik di Indonesia. Sekolah binaan Djarum Foundation tersebut juga kerap dapat proyek film animasi, baik dari dalam negeri dan luar negeri.

Baca Juga: Pedagang Harap Gedung PKL Colo Kudus yang Mangkrak 7 Tahun Ditata Ulang

-Advertisement-

Kepala Konsentrasi Keahlian Animasi 3D SMK RUS Kudus, Rico Andriansyah, tidak menampik fenomena tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa AI tidak akan mampu sepenuhnya menggantikan sentuhan kreatif manusia dalam proses pembuatan film maupun karya visual lainnya.

“AI memang membuat sebagian anak merasa animasi bisa dikerjakan dengan cepat. Tapi secara skill, AI tidak bisa menggantikan karya buatan manusia. Jiwa seorang seniman itu sangat dibutuhkan di film,” tegas Rico di SMK RUS Kudus, Rabu (19/11/2025).

Menurut Rico, faktor humanity menjadi elemen penting yang tidak mungkin direplikasi oleh algoritma. Kreativitas, rasa, dan intuisi pada suatu karya adalah aspek yang lahir dari pengalaman dan imajinasi manusia, bukan sekadar proses komputasi.

“Betul, yang tidak bisa digantikan itu sisi kemanusiaannya. AI bisa mempercepat produksi, tetapi esensi pencipta tetap ada pada manusianya,” lanjutnya.

Di tengah gempuran teknologi, Rico mengingatkan bahwa siswa justru harus semakin memperkaya kemampuan kreatif. Ia menyebut ada tiga kemampuan utama yang wajib dikuasai agar siswa tetap unggul dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Yang jelas mereka harus punya ide-ide kreatif. Kreatif dalam produksi dan tentu punya kemampuan artistik, baik artistik gambar maupun artistik teknikal,” jelasnya.

Baca Juga: Penyamarataan Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kuota Haji Kudus 2026 Diprediksi Bertambah

Menurutnya, sekolah kini memiliki tantangan lebih besar: membekali siswa dengan standar kreativitas setinggi mungkin, mendorong mereka menghasilkan karya orisinal, serta membangun mental bahwa teknologi hanyalah alat, bukan pengganti pembuat karya.

Dengan pendekatan tersebut, SMK RUS Kudus optimistis bahwa meski teknologi AI terus berkembang, masa depan animasi tetap membutuhkan imajinasi manusia sebagai fondasi utama industri kreatif.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER