Antisipasi Kurangnya Pupuk Bersubsidi, Petani Kudus Diedukasi Mulai Gunakan Pupuk Organik

BETANEWS.ID, KUDUS – Petani di Kabupaten Kudus didorong agar menggunakan pupuk organik ketimbang pupuk kimia pabrik. Hal itu dikarenakan alokasi pupuk kimia bersubsidi tiap tahunnya selalu berkurang dan tak sesuai kebutuhan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus yakni Didik Tri Prasetyo mengatakan, bahwa pupuk kimia memang bagus untuk mendongkrak hasil panen. Namun dalam jangka panjang dan pemakaian berlebih, pupuk kimia akan merusak unsur hara tanah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus yakni Didik Tri Prasetyo. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Dispertan Kudus Ajari Warga Gebog Bikin Pupuk Organik

-Advertisement-

“Oleh sebabnya, kita ingin mengubah pola pikir para petani di Kudus agar tak bergantung pada pupuk kimia pabrik dan secara bertahap beralih menggunakan pupuk organik,” ujar pria yang akrab disapa Didik kepada Betanews.id ketika ditemui di kantornya, Senin (30/1/2023).

Sementara Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Dewi Masitoh menambahkan, bahwa selama ini pihaknya sudah mengedukasi kepada para petani untuk mulai menggunakan pupuk organik. Bahkan, melalui kelompok tani beberapa kali diberikan pelatihan untuk memproduksi sendiri pupuk organik tersebut.

“Meski jumlahnya belum banyak, tapi tiap kecamatan di Kudus sudah ada kelompok tani yang menggunakan pupuk organik,” bebernya.

Dia mengakui, belum sepenuhnya petani di Kudus yang langsung mau beralih dari pupuk kimia pabrik ke pupuk organik. Sebab, memang akan berpengaruh pada hasil panen yang turun. Oleh karenanya, didorong beralihnya itu secara bertahap.

“Mungkin awalnya pupuk organik itu sebagai campuran hanya beberapa persen saja. Kemudian 50 persen hingga nantinya bisa 100 persen menggunakan pupuk organik,” ungkapnya.

Baca juga: Desa Gondosari Kudus Punya ‘Kapal Selam’ yang Mampu Hasilkan Pupuk Organik

Dia mengatakan, bahwa selama ini alokasi pupuk bersubsidi memang tak bisa memenuhi kebutuhan para petani di Kudus. Sebab, jumlah pupuk bersubsidi memang terbatas.

“Jumlah alokasi pupuk bersubsidi itu memang terbatas. Sehingga memang tak bisa mencukupi kebutuhan petani di Kudus. Bahkan tiap tahun alokasinya selalu berkurang,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER