31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaTeknologiDesa Gondosari Kudus...

Desa Gondosari Kudus Punya ‘Kapal Selam’ yang Mampu Hasilkan Pupuk Organik

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pinggiran Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus tampak sebuah bangunan gudang. Di belakang gudang terlihat tumpukan sampah, sedangkan di dalam gudang terlihat satu unit mesin bioreaktor. Tempat tersebut yakni tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bioreaktor Kapal Selam yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Murakabi.

Ditemui di lokasi pengelola operasional BUMDes Murakabi yakni Bambang Supriyanto mengatakan, Bioreaktor Kapal Selam milik BUMDes Murakabi Desa Gondosari ini akan difungsikan untuk mengolah sampah warga. Sampah-sampah yang terkumpul, kemudian dipilah sesuai peruntukan dan nilai ekonomisnya.

Tempat pengelolaan sampah di Gondosari, Kudus yang diolah jadi pupuk organik. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga : Desa Gondosari Dikukuhkan jadi Desa Wisata Berkat Seni Budaya dan Sampah

- Ads Banner -

“Sampah-sampah yang nilai ekonominya rendah atau bahkan tak laku akan diproses melalui bioreaktor kapal selam menjadi pupuk organik. Sedangkan sampah yang punya nilai ekonomi tinggi semisal kardus dan besi akan kita jual lagi,” ujarnya Bambang Supriyanto kepada awak media, Jumat (4/3/2022).

Bambang Supriyanto mengatakan, tak hanya pupuk organik, sampah yang dimasukan ke dalam mesin Bioreaktor Kapal Selam, nantinya juga diproses menjadi pestisida organik dan pupuk organik cair serta kompos. Sehingga, nantinya pupuk organik yang dihasilkan akan memiliki nilai jual yang tinggi.

“Namun sebelum kita jual kel luar daerah, pupuk organik yang dihasilkan Bioreaktor Kapal Selam kami, akan kami gunakan untuk mensuport pertanian di Desa Gondosari,” terangnya.

Untuk bahan baku sampah kata dia, didapatkan dari warga Desa Gondosari. Sedangkan untuk bahan bakar mesin bioreaktor berasal dari kotoran ternak warga yang diolahnya menjadi biogas.

“Kami juga memanfaatkan kotoran ternak warga yang kami olah menjadi biogas. Biogas itu kami manfaatkan untuk bahan bakar mesin Bioreaktor dalam pemprosesan sampah menjadi pupuk organik,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Gondosari yakni Alia Himawati mengatakan, saat ini mesin Bioreaktor Kapal Selam sudah siap beroperasi. Dari sekitar 4 ribu kepala keluarga (KK) yang sudah kerja sama dengan BUMDes Murakabi untuk pembuangan sampah ada sekitar 1.100 KK.

“Kita akan lakukan sosialisasi terus agar semua warga Gondosari bersedia buang sampah di sini,” ujarnya.

Dia berharap dengan Bioreaktor Kapal Selam ini bisa menciptakan Kudus hijau yang bersih dari sampah, serta hidup sehat dengan mengurangi penggunaan zat kimia pada tanaman.

Baca juga : Bank Sampah Muria Berseri Ubah Sampah Jadi Emas

“Dengan pupuk dan pestisida organik yang dihasilkan, ke depan kami mengajak warga Kudus khususnya Desa Gondosari agar mengurangi pupuk dan pestisida kimia dan beralih ke organik. Tujuannya tentu agar lebih sehat,” jelasnya

Bank sampah berteknologi Bioreaktor Kapal Selam di Gondosari ini, kata dia, bisa jadi jawaban masalah sampah di Kudus. Di mana sekarang ini di Kabupaten Kudus, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah tak lagi diperluas.

“Ya kita mulai mengolah sampah dari warga Gondosari dulu. Setelah nanti mampu berkembang, tak menutup kemungkinan kita bisa ambil sampah dari desa lain,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler