Bank Sampah Muria Berseri Ubah Sampah Jadi Emas

0

Siang itu, suasana Bank Sampah Muria Berseri di Perum Muria Indah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, cukup ramai. Sejumlah warga membawa sampah yang telah ditata sesuai jenisnya untuk ditimbang. Sampah tersebut, oleh warga akan dikonversi menjadi tabungan emas.

Satu dari sekian warga Perum Muria Indah yang datang menyetor sampah, yakni Linda Diah Lestari. Usai mendapat bukti catatan di buku tabungan emas, dirinya sudi berbagi cerita tentang pengalamannya menabung sampah di Muria Berseri, kepada Betanews.id.

Linda, begitu ia akrab disapa, mengatakan menabung sampah sangat bermanfaat bagi ibu rumah tangga seperti dirinya. Sejak menjadi anggota Bank Sampah Muria Berseri, sampah yang biasa dibuang sia-dia jadi bermanfaat.

Banner Ads

“Sekali menabung kadang 5-6 kilogram. Sampah botol, bekas minyak, kardus bekas, seperti itu. Menariknya di Muria Berseri selain menabung sampah juga bisa menabung emas yang bekerjasama dengan Pegadaian. Tapi tabungan emas saya baru sedikit,” ucapnya sambil tersenyum.

Ditemui di lokasi yang sama, Indah Nuryati (56), ibu rumah tangga yang juga menjadi anggota Muria Berseri, mengaku sudah ikut menabung sejak tahun 2012. Menurutnya, sejak ada bank sampah, rumahnya menjadi lebih bersih.

“Saya ikut sejak tahun 2012 hingga sekarang, rumah saya jadi bersih tidak ada sampah menumpuk. Biasanya yang saya bawa ke sini sampah kaleng, kardus, botol minuman. Kardus 3-5 kilogram, duplex hingga 2 kilogram,” terang warga Perum Muria Indah, Blok B, itu.

“Saya ikut sejak tahun 2012 hingga sekarang, rumah saya jadi bersih tidak ada sampah menumpuk”

Indah Nuryati, Anggota Bank Sampah Muria Berseri

Waktu menunjukan pukul 11.00 WIB, karung-karung di sana sudah ditimbang dan sejumlah warga mulai pulang membawa dua buku tabungan. Satu buku berisi catatan sampah yang disetor anggota, satu buku lagi berisi catatan tabungan emas Pegadaian.

Ketua Bank Sampah Muria Berseri, Diana Kristiowati menjelaskan, jumlah anggota Muria Berseri ada lebih dari 200 orang. Dari jumlah tersebut, 75 anggota juga menjadi nasabah tabungan emas Pegadaian.

Diana mengatakan, Muria Berseri bekerjasama dengan Pegadaian sejak akhir tahun 2020 lalu. Meski terbilang baru, antusiasme anggota untuk menabung emas sangat tinggi, dan jumlahnya terus bertambah.

“Tabungan sampah akan kami bagikan setiap enam bulan. Tapi, jika nasabah mau menabung emas juga bisa. Menabung emas tidak akan rugi, karena nilai emas tidak pernah turun,” ujar ibu dua anak tersebut.

Ia menambahkan, selama bekerja sama dengan Pegadaian pihaknya mendapat banyak manfaat. Selain bermanfaat bagi nasabah, kelompoknya juga mendapat bangunan yang semakin bagus. Kemudian mendapat bantuan alat dan bimbingan serta motivasi tentang menabung emas.

“Manfaat kerjasama dengan pegadaian, kami mendapat bangunan yang semakin bagus. Pengurus seperti pegawai bank beneran. Banyak bank sampah lain yang penasaran dan belajar kepada kami,” tambahnya.

Editor: Suwoko

Tinggalkan Balasan