Waktu menunjukan pukul 12.00 WIB, sejumlah orang tampak sedang sibuk bersolek di sekitar belakang panggung ketoprak Siswo Budoyo. Sementara, seorang pria bertopi dengan sejumlah kertas di tangannya, terlihat sedang menulis nama-nama untuk pembagian peran. Pria itu bernama Heri Taswilan (46), sutradara ketoprak asal Bakaran Wetan, Pati, itu.

Permintaan penanggap biasanya cerita yang pasaran, misalnya berdirinya Majapahit, Damar Wulan, Kumbino Kumbini, Babad Pati, Joko Tingkir Ngratu,
Heri Taswilan, sutradara Siswo Budoyo
Taswilan, begitu dirinya akrab disapa, mengaku menguasai sekitar 400 cerita pementasan Ketoprak. Dia mengatakan, dengan memguasai banyak cerita, dirinya tidak merasa kesulitan meski ada permintaan pementasan lakon secara mendadakan. Karena memang, tak jarang permintaan lakon cerita ketoprak baru disampaikan penanggap menjelang pentas.
“Permintaan penanggap biasanya cerita yang pasaran, misalnya berdirinya Majapahit, Damar Wulan, Kumbino Kumbini, Babad Pati, Joko Tingkir Ngratu, Pemberontakan Rakuti, dan lainnya,” jelas bapak dua anak itu kepada Tim Lipsus Beta News, saat ditemui dalam pementasan di Desa Sugihrejo, Kecamatan Gabu, Kabupaten Pati, beberapa waktu lalu.
Menurut Taswilan, ketoprak Pati masih memegang pakem pementasan. Cerita yang diangkat berupa sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa, babad sejumlah daerah, dan legenda yang berkembang di masyarakat. Meski ada cerita lain dari luar negeri, cerita itu sangat jarang dipentaskan ketoprak Pati, karena cukup sulit.






