Panggung dan Geber Ketoprak

Panggung milik Siswo Budoyo, kata Taswilan, memiliki ukuran lebar 10 meter, panjang 8 meter dan tinggi 5,5 meter. Di panggung tersebut terdapat 12 geber/kelir, yang berfungsi sebagai latar tempat adegan. Taswilan merinci jenis-jenis geber tersebut, di antaranya ada alun-alun, dan taman.

“Kemudian ada juga pendapa kecil, pendapa besar, alas trancang atau alas bolong, alas biasa atau alas buntu, kelir bolong, kelir laut dan hitam polos,” rincinya.

Meski lebih sulit mencari generasi pemarin ketoprak di Pati, Taswilan menilai bahwa ketoprak tetap akan melekat dengan Kabupaten Pati. Hal itu lantaran adanya budaya sedekah bumi di Pati yang mempertunjukan seni tradisional ketoprak.

Banner Ads

“Jadi ketoprak tetap melekat di Pati. Seperti Desa Sugihrejo, Gabus, Pati, bisanya empat dukuh mengundang Siswo Budoyo semua. Acara sedekah bumi satu tahun sudah pesan, bahkan dua tahun sudah pesen,” bebernya.

Butuh Setahun Booking Siswo Budoyo

Suara gamelan terdengar di lapangan Dukuh Popoh, Desa Sugihrejo, Kecamatan Gabus, Pati, belum lama ini. Lantunan gamelan tersebut seolah menggerakan kaki ratusan warga untuk mendekat ke area sekitar panggung ketoprak. Tak lama, geber dibukan dan sejumlah perempuan muncul menari gambyong.

Pertunjukan ketoprak tersebut digelar untuk menyemarakkan tradisi sedekah bumi di dukuh setempat. Pertunjukan yang diselenggarakan di lapangan desa itu, menampilkan ketoprak Siswo Budoyo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini