Suhartono, satu di antara panitia acara sedekah bumi di Dukuh Popoh, sudi berbagi cerita kepada Tim Liputan Khusus Beta News. Ia mengungkapkan, selama 10 tahun dirinya ikut menjadi panitia, selalu mengundang Ketoprak Siswo Budoyo.

“Sudah 10 tahun selalu Siswo Budoyo. Ketika tampil seperti sekarang ini, kami juga pesan untuk tahun berikutnya. Biasanya satu tahun sebelumnya sudah booking. Tahun ini menanggap ketoprak Siswo Budoyo tarifnya Rp 22 juta, itu ketoprak saja. Biaya sound, tratak beda lagi. Anggaran kesenian yang kami siapkan sekitar Rp 37 juta,” ungkapnya.

Dari empat dukuh di Desa Sugihrejo, kata Suhartono, tiga dukuh mengundang Ketoprak Siswo Budoyo dan ada satu dukuh menanggap ketoprak lain. Menurutnya, hal itu dikarenakan ada dukuh yang tidak kebagian jadwal pentas Siswo Budoyo.

Banner Ads

“Biasanya empat dukuh Siswo Budoyo semua. Mungkin yang satu tidak kebagian jadwal. Seperti ini kami langsung pesan untuk tahun depan,” jelas sekretaris panitia sedekah bumi itu.

Dia menjelaskan, kegiatan sedekah bumi diadakan setiap tahun dan di empat dukuh mengadakan kegiatan secara terpisah. Tak hanya ketoprak, namun ada dukuh yang mewajibkan adanya pementasan wayang kulit seperti Dukuh Singgahan.

“Di sana wajib ada wayangnya. Meski tidak pertunjukan penuh yang penting ada syarat pertunjukan wayang. Tapi di Dukuh Popoh hanya kesenian ketoprak. Di luar kepanitiaan sedekah bumi juga ada pemuda yang menanggap dangdut,” benernya.

Kegiatan Sedekan Bumi di Popoh dilaksanakan setiap Bulan Apit. Ada yang mewajibkan hari tertentu dan ada yang bebas memilih hari, dengan catatan masih di berada di bulan APit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini