Jadi Spot Jujugan, Jalur Pendakian Argopiloso akan Dikelola Resmi pada 2027

BETANEWS.ID, KUDUS – Puncak Argopiloso dan Argojembangan di kawasan pegunungan Muria, tepatnya di Desa Japan, Kecamatan Dawe menjadi puncak yang sangat diminati para pendaki. Memiliki trek pendakian yang cukup menarik dan menantang, kedua puncak itu menyuguhkan pemandangan alam yang indah.

Ketua Desa Wisata Japan, Mutohar, mengungkapkan bahwa jalur pendakian Gunung Argopiloso akan mulai dikelola secara resmi pada tahun 2027. Pengelolaan ini menjadi bagian dari roadmap pengembangan wisata selama lima tahun yang dimulai tahun ini.

“Selama ini jalur pendakian sudah ada, tapi belum dikelola dengan baik. Pengunjung naik begitu saja, tanpa sistem yang tertata,” ujarnya, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Jauh-Jauh dari Pati Nikmati Speedboat di Bendungan Logung, Nida: “Seru dan Pemandangannya Bagus”

Gunung Argopiloso, sejauh ini menjadi tujuan pendaki dari berbagai daerah, terutama dari wilayah eks-Karesidenan Pati. Namun, banyaknya pengunjung belum diimbangi dengan fasilitas dan pengawasan yang memadai.

“Tujuan kami ke depan, agar jalur Argopiloso dan Argojembangan bisa lebih aman dan tertata. Apalagi banyak orang datang tanpa tahu risikonya. Kami ingin antisipasi hal-hal membahayakan tersebut,” jelasnya.

Dalam rencana pengelolaan ini, kata Tohar, akan dibangun sejumlah fasilitas seperti pos pendakian, TIC (Tourism Information Center), tempat transit, serta area edukasi bagi pengunjung. Pengelolaan ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan dan keamanan para pendaki.

Mutohar menambahkan, trek pendakian yang ada saat ini masih sangat alami, dipenuh akar dan cukup menantang. Jarak yang harus ditempuh sekitar lima kilometer, dengan estimasi waktu pendakian selama tiga jam tanpa henti. Meski begitu, jalur tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.

“Banyak yang justru tertarik karena treknya alami dan menantang. Tapi kami juga harus pikirkan keselamatan para pendaki ini, mengingat banyak korban sudah terjadi, seperti hipotermia dan lain sebagainya,” katanya.

Baca juga: Wisata Medini Wetan Tanggul Undaan, Wahana Baru yang Jadi Favorit saat Libur Lebaran 

Tak hanya di hari libur, seperti Sabtu dan Minggu, hari-hari biasa, puncak Argopiloso juga ramai dikunjungi para pendaki. Meski begitu, di puncak, area yang tersedia hanya cukup menampung empat tenda saja.

Dengan adanya pengelolaan resmi mulai 2027, Desa Wisata Japan berharap Argopiloso bisa menjadi destinasi yang lebih terorganisasi, edukatif, dan aman bagi semua kalangan.

“Jadi saat ini baru tahap perencanaan. Nantinya semua sektor, baik pariwisata maupun remaja kami libatkan dalam pengelolaan menuju Japan sejahtera,” tuturnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER