BETANEWS.ID, PATI – Berada di pinggir jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati, sebuah warung sederhana tampak silih berganti didatangi pembeli. Mereka memesan kuliner khas, yang jarang dijumpai di warung lain.
Adalah sego bojan. Kuliner ini, mungkin cukup asing untuk generasi Z. Menunya sederhana, yakni nasi putih dilengkapi dengan berbagai lauk, ada tempe kuning, sambal tauge, irisan kacang dan urap atau biasa disebut docang, tewel, dan ikan asin. Menu sego bojan ini, disajikan di sebuah piring yang beralaskan daun jati.

Disebut sego bojan, karena kuliner semacam ini, dulunya ketika ada hajatan, tuan rumah membawakan tamunya dengan kuliner tersebut. Bungkusnya berupa daun jati.
Baca juga: Serasa Balik ke Masa Lampau, Menikmati Nasi Jagung Daun Jati yang Ngangeni di Pati
Salah satu penikmat kuliner jadul, yakni Riris menyebut, menu tersebut mengingatkan dirinya pada suasana tempo dulu.
“Ini kayak mengingatkan pada zaman dulu. Kuliner legend. Namanya sego bojan. Ada docang kacang, pencok kecambah, ada tempe rebus, dan tewel,” ujar Riris, Sabtu (18/1/2025).
Menurutnya, menu sego bojan tersebut rasanya enak dan gurih. Sebab, ada ragam lauk khas masakan tempo dulu. Untuk harganya juga sangat terjangkau, yakni hanya Rp6 ribu. Harga terebut menurutnya sangat rekomended untuk bisa dinikmati bersama keluarga.
Baca juga: Tongseng Entog Omah Kuno, Empuk dan Gurih Bumbu Rempahnya Bikin Nagih
Penjual Sego Bojan, Ambar Sri Wahyuningsih, mengatakan, ide berjualan nasi bojan tersebut, salah satunya untuk melestarikan kuliner zaman dahulu.
“Ya selain untuk mencari nafkah, jualan nasi bojan ini juga untuk melestarikan kuliner jadul. Ini dulunya menu yang ada ketika hajatan,” ucapnya.
Warung tersebut biasa buka mulai pukul 16.00 WIB hingga habis. Ambar menyebut, selain melayani penjualan di warung, dirinya juga melayani pesanan untuk acara-acara.
Editor: Ahmad Muhlisin

