BETANEWS.ID, KUDUS – Ahmad Abdul Ghoni siang itu tampak menyelesaikan satu demi satu cucian sepatu milik pelanggannya di outlet Sikat Goyang yang berada di Jalan Kampus UMK, Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Saat ditemui, pria yang akrab disapa Ghoni itu mau berbagi kisah merintis bisnisnya sejak Juni 2020. Ia menuturkan, berawal tak ada kerjaan usai terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di salah satu perusahaan di Kudus, dirinya terinspirasi merintis usaha cuci sepatu.

“Usaha ini terinspirasi dari dr Tirta di YouTube. Dimana dr Tirta sangat menginspirasi bagi anak muda termasuk saya. Mulai dari membersihkan sepatu namun tak merusak barang. Dari sana saya mulai minat untuk merintis usaha,” bebernya, Rabu (3/1/2024).
Baca juga: Bosan Jadi Karyawan, Aldhi Nekat Resign Kerja dan Bangun Usaha Sendiri hingga Kini Mulai Sukses
Ia juga mengaku, pada saat itu masih melakukan aktivitas sebagai seorang mahasiswa dengan mengambil program jalur ektensi. Selain itu, dirinya juga mempunyai hobi dengan koleksi sepatu, yang membuatnya mantap untuk terjun usaha sedari nol.
“Terlepas dari itu saya juga hobi mengkoleksi sepatu branded. Kemudian saya pikir kenapa tidak saya manfaatkan agar jadi cuan. Sehingga tekat untuk merintis usaha ini memang sudah bulat. Waktu itu juga di Kudus juga belum banyak usaha seperti ini,” ungkapnya.
Mulai dari membersihkan atau mencuci sepatu milik temannya, akhirnya usahanya itu semakin berkembang, hingga saat ini sudah bisa menyewa tempat untuk usahanya. Sebab, permintaan jasa cuci sepatu miliknya itu semakin hari semakin banyak.
“Di outlet ini juga baru satu bulan berjalan. Garapan cuci sepatu semakin hari semakin banyak, sehingga di rumah sampai kompal dan sudah tidak ada tempat lagi. Jadinya harus sewa tempat,” tutur pwarga Desa Dersalam RT 3 RW 2, Kecamatan Bae itu.
Baca juga: Pernah Terpuruk saat SMP Membentuk Bintang jadi Pengusaha Muda yang MoncerÂ
Selain tak dapat menyimpan barang milik pelanggan, kata Ghoni, kastemer juga tidak begitu percaya dengan usahanya yang hanya dilakukan di rumah. Apalagi dengan sepatu branded, tentu kastemer banyak yang tidak jadi berlangganan di sana.
“Sebenarnya banyak pelanggan yang ingin mencuci sepatunya saat usaha masing di rumah. Namun dengan kendala itu, pelanggan tak jadi mencuci sepatunya di sini. Akhirnya memang harus sewa tempat agar pelanggan itu percaya,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha milik anak kedua dari tiga bersaudara itu kemudian semakin berkembang. Menurutnya, tak hanya melayani jasa cuci sepatu, usahanya itu juga melayani jasa cuci tas, sandal, hingga helm.
Baca juga: Berawal dari Keresahan Sulitnya Cari Baju Jumbo, Cerita Geovanny Nekat Buka Thrifting Store
“Karena dari awal usaha ini cuci sepatu, jadi saya fokuskan untuk cuci sepatu. Namun, apabila ada kastemer yang ingin mencuci sandal, tas, dan helm, di sini juga siap melayani. Untuk harga mulai dari Rp10-45 ribu untuk jasa cuci. Sedangkan untuk repair dan repaint tergantung kerusakan dan treatment yang diinginkan pelanggan,” katanya.
Ia mengaku, dalam sehari bisa mencuci sepatu di outlet yang buka mulai pukul 9.00-22.00 WIB itu dari lima hingga tujuh pasang sepatu. “Untuk pelanggan alhamdulillah saat ini sudah banyak, mulai dari Kudus, Demak, Pati, dan Jepara,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

