BETANEWS.ID, PATI – Mengenakan kaus berwarna putih dengan kombinasi merah dan biru, pria itu tampak sibuk melayani pemburu busana bekas yang ada di toko miliknya. Toko yang berada di Jalan Kolonel Sunandar atau tepatnya di Utara Pasar Puri Pati itu terlihat cukup ramai pengunjung. Mereka memilih berbagai busana yang ada di toko bernama Brand Hunter tersebut.
Pria yang bernama Geovanny (25) itu menceritakan awal mula membuka toko thrift atau busana bekas. Meski awal-awal sempat terseok-seok, tapi akhirnya ia memberanikan diri untuk membuka toko. Memulai dari membuka lapak di pinggir jalan, ia bersama temannya merintis untuk berjualan baju bekas.

“Seiring berjalannya waktu, mengikuti perkembangan zaman, kita juga berjualan melalui online dengan aplikasi oranye, Facebook. Kita juga live melalui online,” ujar Geovanny.
Baca juga: Buruan!! Cuma Dua Hari Promo Thrift di Brand Hunter Pati, Rp100 Ribu Dapat 3
Setelah beberapa lama, akhirnya ia bersama temannya Irwan Setapambudi (27) memberanikan diri untuk membuka offline store pada 2021. Lokasi pertama, katanya, berada di Jalan Penjara Pati, dan kemudian pindah di Utara Pasar Puri hingga sekarang.
Menurutnya, ketertarikan untuk menekuni bisnis baju bekas ini, karena berawal dari keluh kesahnya ketika mencari baju untuk dirinya dengan ukuran jumbo.
“Untuk di Pati, untuk mencari baju ukuran saya itu sangat sulit, baik di swalayan ataupun toko baju. Untuk ukuran lokal 4 XL saja, itu saya nggak muat ya,” ungkapnya.
Baca juga: Bawa Rp10 Ribu Sudah Bisa Belanja Baju Thrift di Brand Hunter Pati
Kemudian, dengan barang thrift yang merupakan barang impor, ia mengenakan ukuran XL saja sudah muat. Karena, menurutnya barang impor tersebut memiliki ukuran dengan adaptasi orang luar.
Keberadaan toko thrift miliknya, menurutnya mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat lokal Pati maupun warga online. Meskipun katanya, thrift masih agak awam untuk masyarakat dan sudah ada pendahulu dibanding dirinya, namun sambutan masyarakat cukup antusias.
Editor: Ahmad Muhlisin

