Tertekan di Pabrik, Indah Putuskan Buka Banana Quensa yang Hasilnya Menjanjikan

Tri Indah Kumalasari, yang lebih akrab disapa Indah, terlihat sibuk menggoreng pisang cokelat (piscok) caramel di tepi Jalan Raya Melati Kidul, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Setiap hari, ratusan piscok dijual dimasukkan ke dalam kotak dus dan siap untuk dikirim ke pelanggan.

Di tengah kesibukannya, wanita berusia 25 tahun ini berbagi kisah perjalanan usahanya. Ia menjelaskan, sebelumnya ia adalah buruh pabrik di Jepara yang merasa tertekan dengan tuntutan pekerjaan. Akhirnya, ia memutuskan untuk merintis usaha jajanan.

“Sebelum berjualan, saya bekerja di perusahaan di Jepara selama satu tahun. Lama-lama saya merasa tertekan dengan tuntutan kerjanya. Saya ingin mencoba usaha sendiri, karena merasa lebih leluasa dan bisa mengatur waktu dengan lebih fleksibel,” ungkap Indah sapaan akrabnya.

-Advertisement-

Baca juga: Buket Kemayu, Tawarkan Fresh Flower Cuma Rp10 Ribu

Meski mengaku belum lama berjualan, Indah mampu meraup penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan saat bekerja di pabrik. Setiap hari, ia bisa menjual sekitar 200 buah piscok, terutama piscok caramel yang menjadi primadona di kalangan pelanggan.

“Kalau penjualan setiap harinya bisa terjual 200 buah, tergantung ramai dan sepinya sih. Piscok caramel biasanya yang paling dicari,” tuturnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Namun, perjalanan Indah dalam berwirausaha tidak semulus yang terlihat. Selain harus bersaing dengan pedagang lain di sepanjang jalan, ia juga menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas produk.

“Tantangan terbesar adalah menjaga kualitas produk dan daya tarik pelanggan. Apalagi, jualan di pinggir jalan, cuaca sangat memengaruhi. Kadang panas, kadang hujan, tapi kita tetap harus bisa menjaga kualitas dan servis agar pembeli tetap datang,” jelasnya.

Baca juga: Ramadan Bawa Berkah, Pesanan Produk Ecoprint Kudus Melejit hingga Tembus Pasar Malaysia

Meski begitu, Indah tidak menyerah. Ia terus belajar dan mencari cara untuk meningkatkan kualitas dan layanan, bahkan hingga memutuskan untuk membuka usaha baru. Di sebelah outlet Banana Quensa, ia sedang mempersiapkan usaha baso aci, yang tak lama lagi akan diluncurkan.

“Di sebelah kanan outlet Banana ini juga sebentar lagi akan launching baso aci. Standnya sudah ada, tinggal mulai proses bukanya saja,” tambahnya.

Penulis: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER