Malam itu, di tepi Jalan Mayor Kusmanto, Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, tampak sebuah warung kecil yang di dalamnya terdapat sebuah gerobak bertuliskan W. Ronde. Di dalamnya, seorang pria dan wanita terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Sinta (35), pemilik warung wedang ronde bersama suaminya, dengan cekatan menuangkan kuah jahe panas ke dalam mangkuk-mangkuk kecil. Usai melayani pelanggannya, Sinta sudi berbagi cerita tentang usahanya. Ia menjelaskan bahwa usaha yang ia rintis bersama suaminya itu sudah berjalan sejak tahun 2014.
Ia juga menambahkan, sebelum mantap berjualan di rumah sendiri, Sinta mengaku sempat jualan keliling dan berpindah-pindah tempat. Setelah itu ia memutuskan untuk menetap berjualan di rumahnya. Ia menetap agar pelanggannya lebih mudah ketika ingin menikmati wedang rondenya.
Baca juga: Nikmatnya Pisang Kembung Mbah Ismi, Cuma Rp3.000 Per Porsi
“Awalnya dulu itu jualan keliling, terus mangkal di emperan, stay di pinggir jalan gitu kemudian pindah-pindah tempat. Terus tahun 2018 baru menetap jualan di rumah, karena dirasa kayak tenaganya sudah lelah jadi jualan di rumah aja,” jelasnya.
“Alasannya itu, waktu dulu di sini masih sepi orangnya, rumah-rumahnya gitu pada masih sepi.
Ia juga bercerita, saat pertama kali buka di rumah dagangannya sepi. Tapi setelah berjalan beberapa waktu, pelanggan mulai datang.
“Alhamdulillah sekarang pelanggan sudah banyak,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sinta menjelaskan bahwa bahan dasar wedang ronde cukup sederhana. Untuk isiannya ada bola-bola ketan yang kenyal dan lembutan, terbuat dari tepung ketan, yang di dalamnya berisi gula merah serta kacang. Selain itu, dilengkapi dengan kolang-kaling dan kacang sangrai.
Baca juga: Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli
Wedang ronde yang dia jual dibanderol dengan harga Rp6.000 per porsi. Selain wedang ronde, Sinta juga menjual wedang roti yang dibanderol Rp5.000 per porsi. Dalam sehari ia dapat menjual sekitar 60 porsi.
“Di sini bukanya setiap hari, mulai habis magrib sekitar pukul 18.00 WIB sampai habis, atau paling lama biasanya ya sampai pukul 22.00 WIB,” tambahnya.
Penulis: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

