BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk menggunakan sepeda saat berangkat ke kantor, Selasa (31/4/2026). Imbauan tersebut sebagai langkah hemat energi seperti anjuran pemerintah pusat.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk penghematan energi saja, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis energi global. Salah satu pemicunya adalah konflik Iran–Israel yang berdampak pada terganggunya distribusi energi dunia, termasuk penutupan jalur strategis Selat Hormuz.
Sam’ani menegaskan, langkah ini sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan menipisnya stok energi. Selain itu juga sebagai antisipasi kemungkinan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Ya, kita menganjurkan kepada teman-teman ASN untuk menggunakan sepeda, angkutan umum maupun jalan kaki,” ujar Sam’ani kepada awak media di lantai 4 Gedung Setda Kudus, Selasa (31/3/2026).
Selain itu, ASN juga diminta lebih disiplin dalam penggunaan energi di kantor, seperti mematikan lampu dan pendingin ruangan (AC) setelah digunakan. Bahkan, Pemkab Kudus telah menetapkan indikator penghematan energi.
“Adanya gerakan ini target kami mampu mengefisiensi 22,5 persen penggunaan energi. Meski begitu, kebijakan efisiensi tidak boleh mengganggu pelayanan publik. Pelayanan harus prima, harus cepat, harus tepat, harus berkualitas,” tegasnya.
Baca juga: Pemkab Kudus Tunggu Juknis WFH, Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan
Sebagai langkah lanjutan, kata dia, Pemkab Kudus akan mengurangi perjalanan dinas yang tidak mendesak dan mendorong pelaksanaan rapat secara daring. Sementara untuk kebijakan work from home (WFH) akan tetap mengikuti aturan yang berlaku.
“Terkait sehari dalam sepekan diberlakukan WFH, kami masih menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Tak hanya sebatas imbauan, pada hari ini, Sam’ani juga memberikan contoh langsung dengan bersepeda dari kediamannya menuju Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (31/3/2026).
Ia menilai, kebiasaan bersepeda ke tempat kerja merupakan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar, baik bagi kesehatan maupun penghematan energi.
“Bike to work ini menjadi salah satu upaya sederhana yang bisa kita lakukan bersama. Selain menyehatkan, juga membantu menghemat penggunaan bahan bakar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk mulai membiasakan pola hidup sehat sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan.
“Ini bagian dari upaya menuju Kudus Sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

