Generasi Pengusaha Batik Laweyan Solo Kian Tergerus Zaman (2)

0

Arif juga mengajak Tim Beta Explore ketempat produksi batik printing miliknya. Ia mulai menunjukan alat-alat yang digunakan, mulai dari meja, screen, obat pewarna, mesin uap untuk pengunci warna dan kompor yang digunakan saat mendung.

“Kain dipasang di meja ukurannya beda-beda setiap pabrik, kalau di sini 30 meter. Meja dikasih lem biar kain tidak terangkat. Screen dipasang sesuai motif yang mau dibuat. Jadi sistemnya seperti sablon. Setelah dicetak sesuai warna, kemudian direbus dan dijemur,” jelas Arif.

Setiap hari dia bisa memproduksi ribuan lembar. Kemudian kain dijual dengan ukuran yart, dengan panjang satu yart sama dengan 90 sentimeter.

“Harga printing lebih murah, kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 60 ribu. Sementara batik cap mulai Rp 65 ribu hingga jutaan,” tambahnya.

Editor: Suwoko

- advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini