31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Ternyata Warga Pati yang Belum Punya Jamban Paling Banyak Terdapat di Kayen

BETANEWS.ID, PATI – Kemiskinan ekstrem diukur berdasarkan sejumlah indikator, antara lain kepemilikan jamban, sumber air bersih, listrik, risiko stunting, hingga rumah tidak layak huni (RTLH). Untuk Kabupaten Pati, yang perlu mendapatkan penanganan serius adalah kepemilikan jamban, RTLH, dan stunting.

Khusus untuk indikator kepemilikan jamban, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Tri Haryumi mengatakan bahwa sebagian warga Pati masih belum memanfaatkan Jamban untuk keperluan buang air besar.

“Kalau detail jumlahnya yang tidak punya Jamban saya lupa. Tapi kalau untuk di Pati, jumlah terbanyak yang belum punya Jamban ada di wilayah Kayen,” ungkapnya, Selasa (5/9/2023).

Baca juga: 58 Desa di Pati Terdampak Kekeringan Paling Parah

Menurutnya, untuk kemiskinan ekstrem, Kabupaten Pati masih masuk 17 besar di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Secara persentase, katanya berada di angka 0, 68. Jumlah tersebut, menurutnya masih berada di bawah angka kemiskinan ekstrem nasional.

Terkait dengan kemiskinan tersebut, menurutnya, targetnya bisa tertangani pada 2024 mendatang. Namun begitu, ia tidak menyebut pasti berapa persentasenya.

“Bukan mengurangi ya. Tapi bagaimana kebutuhan bisa tertangani. Misal yang tidak punya jamban nantinya ada, yang tidak punya listrik bisa punya listrik, kemudian yang tempat tinggal masuk kategori RTLH nantinya juga layak lah,” ucapnya.

Baca juga: Minta Pemkab Cari Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan, Ali: ‘Jangan Hanya Diberi Air Saja’

Tri Haryumi mengatakan, faktor yang memengaruhi terjadinya kemiskinan ekstrem ada beberapa hal, terutama pandemi Covid-19 yang terjadi bebepa tahun kemarin.

“Kemarin habis Covid ya, itu kan ada yang kena PHK, kemudian lansia dan disabilitas ini kan tidak bisa apa-apa ya, mutlak ya,” imbuhnya.

Sehingga menurutnya, untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem tersebut, penyediaan lapangan kerja harus digalakkan. Pemerintah katanya harus menyediakan kantung-kantung lapangan kerja.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER