BETANEWS.ID, PATI – Kekeringan sudah menjadi bencana tahunan untuk sebagian wilayah Kabupaten Pati, terutama di bagian Selatan, Tenggara, Timur hingga sebagian Pati Kota.
Terkait dengan hal itu, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin meminta pemerintah daerah (pemda) bisa mengantisipasi bencana kekeringan tersebut.
“Di Pati itu, bencana langganan setahun ada dua kali, yaitu banjir dan kekeringan. Ini kan seharusnya diantisipaai oleh pemerintah daerah. Nah, dalam jangka pendek ya penyediaan air bersih, baik dari pemerintah daerah sendiri maupun melibatkan swasta,” ujar Ali belum lama ini.

Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah diminta bisa mencari solusi. Salah satunya pemerintah harus mengelola sumber air bersih yang penyalurannya tidak terarah, seperti yang terjadi di lereng pegunungan Kendeng.
Baca juga: 58 Desa di Pati Terdampak Kekeringan Paling Parah
Kalau pemerintah daerah tidak mampu, ia pun menyarankan agar meminta bantuan kepada pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat.
“Tapi, bencana ini kan harus segera diatasi sesegera mungkin. Tidak hanya diberi air ketika ada bencana, lewat tangki. Jangan hanya itu. Jangka panjangnya juga harus dipikirkan,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah harus mengambil tindakan nyata. Yakni, jangan hanya saat ada kekeringan diberi air bersih, meskipun hal tersebut memang perlu.
Namun yang ia tekankan adalah, bagaimana pemerintah daerah bisa mencarikan solusi jangka panjang untuk penyelesaian dampak kekeringan tersebut.
“Harus ada penyelesaian. Ini setiap tahun terjadi, tidak bisa dihindari,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati M Budi Prasetyo mengatakan, hingga kini sudah ada 58 desa di tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan.
Baca juga: Sebulan ke Depan Diprediksi Tak Ada Hujan, 194 Desa di Pati Rawan Kekeringan
“Dari kajian risiko bencana yang kita lakukan, itu ada 194 desa di 11 kecamatan yang terdampak kekeringan. Dan yang paling parah atau yang terdampak kekeringan lebih awal ada 58 desa di tujuh desa,” kata Budi.
Setiap harinya, BPBD setiap pagi dan sore mengirimkan 5 hingga 6 tangki air ke desa-desa yang terdampak kekeringan. Sedangkan untuk kapasitas tangki air untuk menyuplak air bersih ke desa-desa itu, masing-masing berkapasitas 4 ribu liter, 4,5 ribu liter dan 5 ribu liter.
“Selain itu, kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya PMI, relawan hingga perusahaan-perusahaan untuk mengeluarkan CSR-nya, yaitu mengirimkan air bersih ke sebagian wilayah di Kabupaten Pati yang terdampak kekeringan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

