31 C
Kudus
Selasa, Juni 25, 2024

Indahnya Alquran Raksasa di Masjid Raya Fatimah yang Ditulis dengan Tinta Emas, Hadiah Raja Keraton Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Di lantai dua Masjid Raya Fatimah, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo tampak sebuah Alquran berukuran raksasa. Kitab suci tersebut dilindungi dengan kaca bewarna bening.

Bukan hanya megah, Alquran itu tampak mewah karena ditulis dengan tinta emas. Ditambah lagi, kitab suci itu diletakkan di sebuah rekal berwarna merah  kecokelatan, serta dihiasi dengan ukiran yang indah.

Alquran raksasa hadiah Keraton Solo di Masjid Raya Fatimah. Foto: Khalim Mahfur

Alquran tersebut berukuran sangat besar, dengan panjang 175 centimeter dan lebar 115 centimeter dan ketebalan 30 centimeter. Alquran itu menjadi salah satu koleksi yang menakjubkan di masjid tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Menelusuri Jejak Ukir Jepara di Masjid Mantingan, Bukti Cinta Ratu Kalinyamat Pada Sultan Hadlirin

Menurut penuturan Takmir Masjid Fatimah, Muhamad Nazim, Alquran ini diperkirakan sudah ada sejak jaman pemerintahan Paku Buwana X. Kemudian, kitab suci itu dihadiahkan Paku Buwana XII kepada pemilik Masjid Fatimah, Santoso Doelah pada 2004 lalu.

“Alquran ini pemberian dari Raja Keraton Surakarta Paku Buwana XII. PB X kasihkan sama keluarga Danar Hadi yang punya masjid ini, yang lebih terkenal dengan Haji Santoso Doelah,” tuturnya saat ditemui, Selasa (4/4/2023).

Alquran dengan berat 40 kilogram ini ditulis menggunakan tangan, di atas media kulit unta dan ditulis dengan menggunakan tinta jafaron berwarna emas dari Arab.

“Menakjubkannya, Alquran ini meski ditulis tangan lengkap hurufnya, 30 juz nggak ada yang salah, sudah ada yang meneliti dari ahilnya. Kalau kami buka sudah sedikit sulit, agak menempel jadi bukanya pelan-pelan biar nggak rusak,” kata dia.

Sangat disayangkan, keindahan Al-Quran raksasa itu saat ini hanya bisa dilihat saja karena dilindungi dengan kotak kaca transparan. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan oleh pengurus Masjid Fatimah karena banyak pengunjung jahil yang merobek sedikit-sedikit kertas kitab suci itu.

Baca juga: Masjid Agung Keraton Surakarta Simpan Manuskrip Kuno Karya Ulama Indonesia dari Abad 16

“Dulu nggak pakai kaca karena ada yang mengambil ada yang menyobek buat jimat jadi kita takut kalau jadi musrik maka kita tutup biar aman nggak dicuil orang,” katanya.

Diceritakannya, kitab suci itu sebelumnya juga difungsukikan seperti Alquran pada umumnya. Terlebih pada saat peringatan hari turunnya Alquran atau Nuzulul Quran pada setiap 17 Ramadan.

Sejak diletakkan di Masjid Fatimah 2005 lalu, Alquran tersebut tidak pernah berpindah tempat dari lokasinya hingga saat ini, yakni di lantai dua, di sebelah sisi mihrab.

“Ukiran mimbar ini ciri khas Majapahit semuanya kalau orang bilang, masjid kejawen lah. Kalau masjid lainnya nggak ada,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
140,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER