31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaKESEHATANIzin Edar 69...

Izin Edar 69 Obat Sirop Dicabut DiBPOM, Apotek di Kudus Mulai Kembalikan ke Distributor

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan edaran penarikan 69 obat sirop dari tiga perusahaan farmasi, yakni PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, dan PT Afi Farma.

Hal ini dikarenakan temuan investigasi BPOM yang menunjukkan bahwa ketiga industri farmasi itu memproduksi obat sirop mengandung cemaran etilen glikol (EG) melebihi ambang batas.

Adapun cemaran etilen glikol ini ditemukan dari zat pelarut tambahan yang digunakan, yaitu propilen glikol maupun produk jadi.

Apoteker sedang melayani warga yang membeli obat. Foto: Sekarwati.
- Ads Banner -

Baca juga: Ketua Apoteker Kudus Minta Pemerintah Bijak Soal Larangan Obat Sirup Anak

Ketua IAI Sholihul Umam mengatakan, 115 apotek di Kudus beberapa masih tahap karantina dan penarikan. Akan tetapi, setelah mengetahui edaran dari BPOM, pihaknya telah menginformasikan kepada para apoteker untuk mengembalikan 69 obat sirop kepada distributor.

“Dari IAI saat itu juga sudah menyosialisasikan ke anggota untuk segera mengkarantina dan mengembalikan ke distributor atau pabriknya, jadi di apotek sudah tidak ada lagi,” katanya pada Betanews.id, Rabu (9/11/2022).

Penarikan 69 obat sirop itu, telah dimulai sejak Selasa (7/11/2022). Umam menambahkan, tidak hanya obat berbentuk sirop saja melainkan juga obat bentuk drop atau pipet.

“Jadi saran kami masyarakat tidak perlu resah untuk keterangan tentang obat, tanyakan saja ke apotekernya,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur PD Apotek Pemda Kudus Jasiran mengatakan, di apoteknya milik pemda itu, pihaknya telah mengamankan obat sirop yang dari awal telah diidentifikasi pelarangan dari BPOM. Sedangkan mengenai kebijakan penarikannya, pihaknya mengikuti prosedur dari pemerintah.

“Jadi sudah jelas BPOM melarang, sehingga jelas ada tulisan yang di depan melarang pembelian sirop, intinya manut lah apalagi kita apoteknya pemerintah,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Betanews.id juga melakukan konfirmasi ke Apoteker Penanggungjawab PD Apotek Pemda Kudus Leavi Farchati. Ia menerangkan, hari ini pada pukul 9.00 WIB, telah dilakukan penarikan dari pihak distributor.

Adapun obat yang ditarik, yakni dari keluaran perusahaan PT Afi Farma, yakni Paracetamol Rasa Strawberry sirop 60 ml, Ambroxol HCL Sirop 60 ml, dan Cetirizin Sirop 60 ml.

Baca juga: Razia ke Apotek dan Faskes, Dinkes Solo Masih Temukan 2 Merek Obat Sirop yang Dilarang BPOM

“Stoknya yang Cetizin ada 3 botol, Ambroxol 3 botol, dan Paracetamol 5 botol. Itu tadi sudah ditarik dan diambil oleh distributornya sekitar pukul 9.00 WIB,” terangnya.

Leavi menjelaskan, sebelumnya obat-obat tersebut telah melalui karantina terlebih dahulu. Meskipun hanya dipajang, obat hanya boleh dikonsumsi sesuai dengan resep dari dokter.

“Dari awal edaran dari Kemenkes tidak menjualbelikan sirop, bahkan kita tidak menjual sama sekali, sampai hari ini pun kita tidak jual. Sementara kita simpan, produknya memang ada, cuman kita pajang tapi kita tidak pernah menjualnya kecuali ada resep dari dokter,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler