31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaSOLORazia ke Apotek...

Razia ke Apotek dan Faskes, Dinkes Solo Masih Temukan 2 Merek Obat Sirop yang Dilarang BPOM

BETANEWS.ID, SOLO – Menindaklanjuti maraknya kasus gangguan ginjal akut pada anak-anak, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melakukan monitoring di sejumlah apotek, toko obat, klinik, rumah sakitn maupun puskesmas, Senin (24/10/2022) siang.

Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih menuturkan, sidak tersebut guna menindaklanjuti instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk pengamanan obat-obatan jenis sirop. Di samping itu juga untuk memastikan kepatuhan pelaksanaan instruksi di setiap faskes.

“Kita melakukan pendataan ketersediaan obat yang telah ditetapkan sebagai obat yang tidak memenuhi syarat. Kita sudah melakukan pendataan baik ke klinik, rumah sakit, apotek, dan juga toko obat,” kata Siti.

- Ads Banner -

Baca juga: 5 Anak di Jateng Terkena Gagal Ginjal Akut

Dalam sidak tersebut, Siti mengungkapkan bahwa petugas menemukan lima jenis obat sirop yang dilarang oleh BPOM.

“Ada lima jenis obat sesuai dengan rilis Kemenkes, kemudian pada monev ini masih terdapat penyerahan sediaan sirop di rumah sakit karena pertimbangan medis, bahwa obat tersebut efektif dan efisien untuk pasien diberikan dalam bentuk sirop tapi sifatnya adalah sangat spesifik,” ungkapnya.

Siti membeberkan, total ada 17.272 kemasan obat yang ditemukan dan disita oleh petugas. Terdapat dua jenis obat yang ditemukan, yakni Termorex dan Unibebi Cough yang ditemukan di pedagang besar farmasi (PBF) dan apotek.

“Obat langsung dilakukan karantina, kemudian PBF telah menghentikan pendistribusian obat yang tidak memenuhi syarat dan beberapa telah memberikan pemberitahuan kepada apotek, toko obat untuk menyiapkan penarikan,” ungkapnya.

Berdasarkan sidak, Siti juga mengatakan bahwa faskes sudah tidak memajang obat dalam bentuk sirop. Setelah mengetahui kebijakan dari Kemenkes, pihak faskes telah menyimpan obat jenis sirop dan tidak menjualnya.

Baca juga: Dinas Kesehatan Belum Temukan Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak di Solo

“Meski sudah tidak didisplay, tetap kita keluarkan, kita kasih dus khusus. tapi tidak didisplay, dijauhkan dari tempat display,” katanya.

Lebih lanjut, Siti mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada temuan pasien dengan kasus gangguan ginjal akut progresif apitikal pada anak di Kota Solo. Namun, beberapa waktu lalu ada satu kasus yang diterima RSUD dr. Moewardi Solo yang kemudian dirujuk ke RS dr Sarjito Yogyakarta.

”Tapi pasien ini bukan berasal dari Solo, dari luar Solo,” kata dia.

Siti mengimbau agar masyarakat bisa lebih waspada, khususnya orang tua yang memiliki anak-anak. Menurutnya, jika terdapat gejala harus segera dibawa ke faskes terdekat.

“Kalau faskesnya tidak memadai harus segera dirujuk. Kalau sudah terlanjur beli dan dikonsumsi juga harus lebih waspada terhadap munculnya gejalanya segera ke faskes saja,” tuntasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler