Usung Konsep Jadul, Angkringan Batik Bikin Pengunjung Serasa Kembali ke Tempo Dulu

BETANEWS, KUDUS – Di Jalan Lingkar Utara UMK-Kudus, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus terdapat angkringan yang memiliki nuansa zaman dahulu atau jadul, yakni Agkringan Batik. Tempat yang berdiri 23 September 2022 ini, juga dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran pembuatan batik tulis khas Pekalongan.

Hal itu dikatakan oleh Pemilik Angkringan Batik Alan (27). Dengan mengambil konsep Java Etnik, ia ingin membawa suasana asri tradisional yang dekat dengan alam pedesaan. Tampak beberapa dekorasi masih menggunakan anyaman bambu dan dihiasi tanaman-tanaman rambat.

Beberapa orang sedang menikmati menu yang ada di Angkringan Batik. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Menikmati Kehidupan Masa Lampau di Rumah Jadul

-Advertisement-

“Kita membawa nama batik dengan konsep Java Etnik. Jadul, masih pakai gedek. Rencana awalnya sih tanpa listrik, cuman kan untuk kebutuhan yang punya HP itu kan butuh listrik. Malah awal pingin tak kasih petromaks, tapi bahan bakarnya sulit, jadi gak jadi,” katanya pada betanews.id, Selasa (11/10/2022).

Tidak hanya tempatnya yang unik, lanjut Alan, Angkringan Batik juga terkenal dengan harganya yang merakyat. Mulai dari harga Rp 1-6 ribu, pembeli dapat menikmati menu-menu yang disediakan.

“Kita bekerja sama dengan UMKM di sini. Ada UMKM Gerbang Harapan, ada ibu-ibu yang buat jajan-jajanan yang menyediakan nasi bakar, nasi rica-rica, nasi kucing, ada sate-sateannya juga. Uniknya, di sini kan bisa bakar menunya, jadi ada usus walaupun sudah matang tetap kita sediakan untuk bisa dibakar,” imbuhnya.

Selain makanan, di Angkringan Batik juga menyediakan berbagai minuman, yakni Kopi Muria dan rempah-rempah khas Yogyakarta. Di antaranya, uwuh rempah, wedang bir pletok, temu lawak, sereh telang, empon, mataram, kelor, cabe puyang, uwuh secang dan uwuh telang.

Baca juga: Menikmati Kuliner Jadul dan Kekinian dengan Wadah Serba Bambu di Makan Bamboo

“Di sini kita pakai Kopi Muria, terus juga ada spesial rempah-rempah dari Yogyakarta. Ada wedang sepuluh varian, seperti wedang blung, telang, dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Alan, Angkringan Batik sangat cocok untuk dijadikan tempat nongkrong kalangan anak muda, orang muda, dan keluarga. Angkringan buka setiap hari mulai pukul 13.00-22.00 WIB.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER