BETANEWS.ID, KUDUS – Deretan stan makanan di Pujasera Nongky-Nongky, Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tampak ramai sore itu. Beberapa pengunjung ada yang terlihat sedang menikmati berbagai sajian kuliner, dan sebagian lain antre di stan kuliner. Salah satunya di Makan Bamboo.
Di stan tersebut, seorang wanita berhijab tampak menata makanan di wadah dari anyaman bambu berbentuk kotak yang atasnya diberi daun pisang untuk alas. Setelah jadi, makanan itu kemudian diantar kepada pembeli yang sudah menunggu. Dia adalah Amalia Zulfana, Owner Makan Bamboo.

Seusai melayani pembeli, Amalia sudi berbagi kisah soal usaha kulinernya yang cukup unik itu. Ia memilih konsep penyajian yang berbeda dari lainya, yaitu menggunakan besek dan alas makan dari anyaman bambu karena ingin mengurangi penggunaan plastik. Menurutnya, langkah yang dipilihnya itu bisa memberi rasa aman pada alam dan tidak mencemari lingkungan.
Baca juga: Racikan Bumbu Rahasia di Seblak Kedai Twins yang Mampu Undang Ratusan Pembeli Tiap Hari
“Saya sama suami bersepakat untuk mengurangi plastik, kalo untuk menghilangi sepertinya tidak bisa tapi setidaknya kita bisa mengurangi. Kita memilih packing yang aman untuk alam, unik, sekaligus tidak mencemari lingkungan dan bisa bersahabat dengan alam,” Jelas Amalia saat ditemui di kedainya, Rabu (23/12/2020).
Saat merintis, Amalia lebih dulu memulainya dengan sistem pre-order (PO), katering, dan memasarakannya via layanan pesan antar. Setelah cukup modal, ia kemudian memberanikan diri untuk buka stan di Pujasera Nongky-Nongky.
“Sebelum mengunakan besek, kita sempet menggunakan kardus yang dilapisi daun. Ternyata, visualnya itu kurang dan akhirnya kita memilih besek ini,” bebernya di kedai yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB itu.
Baca juga: Mencicipi Mi Ayam Rica-Rica yang Enaknya Tiada Banding di Kudus
Selain penyajiannya yang unik dan berbeda, menu makanan di kedai makan bamboo juga memiliki rasa yang enak dan cocok untuk segala usia, mulai dari remaja hingga orang tua. Untuk menu makanan yang tersedia meliputi korean chiken, ayam sambal matah, dan ayam bumbu rujak. Selain itu ada juga menu tradisional seperti oseng pedo, cumi asin, dan cumi sambal ijo.
“Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 23 ribu,” tuntas Amalia yang jualannya bisa ditemukan di GrabFood dan GoFood itu.
Penulis: Vita Setya Aji (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)
Editor: Ahmad Muhlisin

