BETANEWS.ID, KUDUS – Di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus sekitar 200 meter sebelah utara Museum Pati Ayam, tampak sebuah rumah berasitektur kuno. Bangunan tersebut terlihat masih berdiri kokoh dengan dinding warna putih yang mencolok. Lantainya juga masih berupa ubin berwarna hitam. Tempat tersebut adalah Rumah Jadul, wisata edukasi yang dimiliki oleh Himawan Noor Touriq.
Pengelola Rumah Jadul Lili Noor Indah (48) menuturkan, wisata edukasi tersebut diresmikan Oktober 2019. Bangunan rumah itu merupakan peninggalan eyangnya yang bernama Soekardi Al Martoatmodjo, dan dibangun sekitar tahun 1946. Dari pada kosong, tuturnya, atas kesepakatan keluarga rumah tersebut kemudian dibuat destinasi wisata.

“Kalau owner tempat wisata rumah Jadul itu adik saya bernama Himawan Noor Touriq. Sedangkan ide desain rumah jadul itu datang dari teman adik saya yang kebetulan ahli desain. Menurutnya, kesan jadul justru unik dan antik,” ujar perempuan yang akrab disapa Lili kepada Betanews.id, Selasa (11/8/2020).
Baca juga: Mengenal Kudus Lebih Dekat Lewat Museum Jenang
Perempuan yang sudah dikaruniai dua anak itu mengungkapkan, dengan menawarkan wisata rumah berkonsep jadul, dia bersama keluarga besarnya punya tujuan untuk melestarikan budaya Jawa. Sekaligus jadi edukasi para generasi muda sekarang dan selanjutnya, bahwa kehidupan nenek moyang dahulu kala itu hampir sama dengan yang ada di rumah jadul.
Sejak diresmikan, tuturnya, pengunjung di Rumah Jadul lumayan banyak. Apalagi saat akhir pekan pengunjung bisa makin ramai. Menurutnya, pengunjung di Rumah Jadul tidak hanya orang Kudus saja, tapi banyak yang datang dari Luar Kota. Bahkan beberapa dari kota-kota besar di Indonesia dan luar negeri.
“Selain orang Kudus, pengunjung juga ada yang dari Jepara, Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Surabaya, dan kota lainnya. Bahkan beberapa kali ada pengunjung dari Luar negeri yakni Jepang dan pegawai Bank Dunia,” bebernya.
Dia mengatakan, untuk berkunjung ke Rumah Jadul wisatawan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, hanya Rp 10 ribu per orang. Mereka bisa bernostalgia dengan kehidupan masa lampau.
Baca juga: Air Terjun Kedung Gender, ‘Surga’ Tersembunyi di Kudus
“Kami juga menyediakan pakaian tempo dulu yang bisa disewa para pengunjung untuk foto-foto dengan properti yang disediakan. Kami juga ada restoran dan home stay untuk wisatawan luar kota,” jelasnya.
Dia menuturkan, setelah tutup beberapa bulan setelah ada pandemi, ia berharap pengunjung di Rumah Jadul bisa ramai seperti dulu lagi. Di juga berkeinginan ke depan wisata alam Desa Terban bisa booming dan ngehits.
“Potensi wisata Desa Terban itu sangat besar dan banyak. Semua destinasi wisata itu sangat bisa dikembangkan,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

