Beginilah Proses Pembuatan Garam Beryodium di Pabrik Talenta Raya Pati

0

Suara bising mesin pres terdengar nyaring dari bangunan yang berada di tepi Jalan Raya Juwana-Rembang, Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati. Bangunan tersebut adalah pabrik pembuatan garam beryodium bernama UD Talenta Raya. Pabrik itu memproses garam hasil panen dari petani desa setempat.

Tim Beta Explore datang ke pabrik tersebut untuk melihat dari dekat proses pembuatan garam beryodium, milik Agoes Soedjadi. Menurutnya, pabrik tersebut telah beroperasi sejak 1 Januari 2011 silam. Dalam sehari, pabriknya mampu memproduksi 5 ton garam beryodium.

Dia menjelaskan, garam beryodium dibuat dari garam krosok yang telah dipanen dari petani garam. Garam krosok tersebut dia peroleh dari petani setempat. Hingga saat ini setidaknya ada sekitar 20 petani garam yang menyetor garamnya ke pabrik yang ia kelola.

Banner Ads
Proses pembuatan garam beryodium di pabrik pengolahan garam di Desa Ketitang Wetan. Foto: Rabu Sipan

Baca juga: Explore Desa Ketitang Wetan, Penghasil Garam di Kabupaten Pati

“Petani yang menjual garam ke sini ya warga (Ketitang Wetan) sini juga. Dulunya tanah seluas 750 meter persegi ini menjadi gudang untuk menyetok garam. Kemudian sejak 1 Januari 2011 saya buat usaha produksi garam beryodium,” terang warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati itu.

Dia menjelaskan, proses pembuatan garam beryodium dimulai dari pencucian garam krosok agar bersih. Setelah Proses tersebut, garam kemudian digiling dan ditiriskan selama lima hari, setelah itu baru proses penyemprotan yodium.

“Minimal 30 part permillion (PPM), dengan takaran 20 ton garam dicampur dengan 1 kilogram yodium. Prosesnya disemprot menggunakan alat screw,” ujar pria yang juga memiliki 6 hektare lahan tambak garam itu.

Dia mengatakan, UD Talenta Raya memproduksi garam halus dan garam briket. Untuk garam halus tidak perlu dicetak dan cukup dipanaskan menggunakan mesin rotary dryer. Sedangkan garam briket akan melalui proses pencetakan kemudian butuh dioven sekitar satu jam.

“Sebelum memasuki proses pengemasan, kadar yodium akan dicek terlebih dulu kadar zodiumnya,” terang Agoes sapaan akrabnya.

Agoes Soedjadi, pemilik UD Talenta Raya. Foto: Rabu Sipan

Baca juga: Petani Garam di Pati Diminta Tak Hanya Jual Garam Dalam Bentuk Bahan Baku Saja

Saat ini Agoes memliki 25 karyawan dan semua merupakan warga setempat. Setiap hari pabriknya mampu memprosuksi garam beryodium sebanyak 5 ton garam. Garam yang ia produksi diberi merek Roromendut. Untuk penjualan garam yang ia produksi, Agoes memasarkannya ke sejumlah pasar dan kios-kios di banyak daerah di Indonesia. Produk garamnya juga ada juga yang dijual ke pabrik pengolahan makanan.

Sementara itu, Kepala Desa Ketitang Wetan, Ali Muntoha mengatakan, jumlah penduduk di desanya sekitar 2.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, separuh lebih menjadi petani garam. Para petani garam di Desa Ketitang Wetang memiliki tambak garam yang juga terletak di desa setempat.

Dia menjelaskan, para petani garam di desanya membuat garam pada musim kemarau, atau mulai Juli hingga Desember. Saat musim hujan tiba, tambak-tambak garam milik petani dijadikan tambak ikan bandeng.

“Biasanya kalau musim hujan, bulan Januari hingga Juni tambak-tambak di sini diisi ikan bandeng. Masuk bulan Juli biasanya baru mulai pembuatan garam,” ujar Muntoha kepada Tim Beta Explore, beberapa waktu lalu.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini