BETANEWS.ID, KUDUS – Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus menyediakan Pelayanan Pertanahan Pada Akhir Pekan (Pelataran), pada hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 8:00-12:00 WIB. Dengan pelayanan tersebut, warga bisa mengurus sertifikat tanah tanpa melalui kuasa.
Kepala Kantor Pertanahan Kudus Pratomo Adi Prabowo menyampaikan, program Pelataran ini merupakan gagasan dari Kementerian ATR/BPN Hadi Tjahjanto. Selain masyarakat bisa mengurus sendiri sertifikat tanahnya tanpa kuasa, Pelataran ini juga untuk memfasilitasi bagi mereka yang sibuk kerja di hari Senin sampai Jumat.

Baca juga: 4 Ribu Bidang Tanah Masuk PTSL 2022 di Kudus, Kini Sudah Capai 60 Persen
“Sesuai namanya, Pelataran ini adanya di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Sehingga orang yang sibuk di hari Senin-Jumat mereka bisa mengurus sertifikat atau hal lain terkait pertanahan, tanpa kuasa,” ujar pria yang akrab disapa Bowo kepada Betanews.id, saat ditemui di kantornya.
Bowo mengatakan, program Pelataran juga bisa menerima pelayanan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT). Masyarakat yang ingin tahu bisa melakukan pendaftaran. Selain itu, perubahan hak khusus yang rumah tinggalnya sertifikat hak guna bangunan menjadi hak milik.
“Ada juga pelayanan pengukuran, pelayanan roya (setelah hak tanggungan lunas dari bank, sertifikat dikembalikan nama hak pemegang asli). Kami juga menerima informasi atau melayani konsultasi tentang pelayanan pertanahan,” kata dia.
Sedangkan berkas yang harus dibawa saat datang ke loket pelataran, antara lain, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) atau orang menyebutnya surat pipil.
“Meski persayaratannya foto kopi berkas yang dimaksud, namun, tetap diharuskan membawa berkas aslinya. Hal itu untuk mencocokkan saja, agar tidak ada kesalahan,” bebernya.
Tujuan dari progran Pelataran, menurut Bowo, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan juga menghindari adanya biaya yang lebih mahal dalam mengurus sertifikat tanah. Nantinya akan ada loket prioritas, agar dalam pengurusannya bisa cepat dan lebih murah.
Baca juga: Tak Ingin Ada Sengketa Tanah, Ganjar Minta Bupati/Wali Kota Petakan Masalah Agraria di Daerahnya
Untuk animo masyarakat yang memanfaatkan program Pelataran di akhir pekan selama ini, ungkapnya, sangat bagus. Selama dua bulan, selalu ada saja warga yang datang untuk mengurus suatu hal terkait pertanahan di Pelataran.
“Selama ini animo masyarakat yang memanfaatkan program Pelataran cukup bagus. Selama dua bulan ini setiap akhir pekan ada saja warga yang datang,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

