BETANEWS.ID, KUDUS – Radit Rahmana (21) tampak sedang menggoreng cimol bojot yang berbentuk bulat kecil-kecil dengan api sedang. Setelah beberapa saat, jajanan itu diangkat dan ditiriskan. Sambil menanti itu, ia tampak menyiapkan bumbu dan pelangkap jualannya yang lain.
Setelah menanti sebentar, ia kemudian memasukkan beberapa bumbu seperti minyak bawang, daun jeruk goreng, bubuk cabai kering kasar dan halus serta balado yang kemudian dikocok. Setelah itu, ia membungkusnya dengan plastik klip dan diberikan kepada pelanggan.

Usai membuat pesanan cimol bojot, Radit sudi berbagai cerita kepada Betanews.id terkait usaha yang dirintis pada awal Agustus 2022 lalu itu.meski baru buka, ia mengaku sudah bisa menjual hingga puluhan porsi sehari.
Baca juga: Pedas Gurihnya Cimol Bojot Khas Tasikmalaya yang Laku Puluhan Porsi Sehari
“Waktu pertama itu bisa jual 50 porsi sehari, terus sekarang ada kenaikan dikit-dikit. Ya bisa sampai 80 porsi,” katanya saat ditemui di lapaknya yang berada di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, Kamis (18/8/2022).
Sebelum merantau ke Kudus, di daerah asalnya, Tasikmalaya, ia bekerja di bengkel selama empat tahun. Karena bosan, ia lantas mencari lowongan pekerjaan melalui Facebook.
“Sebelumnya saya dulu kerja di bengkel waktu kelas 3 SMP sampai lulus kurang lebih 4 tahun. Merasa bosen lalu saya cari-cari lowongan di Facebook. Kepengennya dulu nelayan ke Jakarta,” tambahnya.
Melalui media sosial Facebook, dirinya menemukan lowongan pekerjaan menjaga lapak cilor di Kota Kudus. Karena penasaran, ia pun mencoba dan diterima.
Setelah empat tahun ikut orang, Radit kemudian memutuskan ingin mandiri dan membuka usaha dengan mengangkat salah satu menu dari Tasikmalaya yaitu cimol bojot.
Baca juga: Awalnya Terpaksa Tekuni Hidroponik, Deni Malah Keterusan dan Kini Omzetnya Gede Banget
“Saya pengen mandiri, pengen buka usaha sendiri. Memutuskan bikin usaha sendiri cimol bojot dari Tasikmalaya. Baru saya keluar terus dua Minggu bikin gerobak dan lainya langsung jualan dengan modal Rp6 juta,” ungkapnya.
Radit berharap, ke depannya usaha cimol bojotnya ini dapat diterima oleh masyarakat. Selain itu bisa terus berkembang dan membuka cabang di tempat lain.
“Harapan saya mudah-mudahan makin maju, makin laris, dan dapat buka cabang di tempat-tempat lain,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

