BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan hektare sawah di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus terlihat banyak yang kosong. Padahal biasanya pada Agustus atau puncak musim kemarau, petani di sana sudah memulai panen kacang hijau. Meskipun beberapa lahan ada yang berisi kacang hijau, tapi tampak kurang normal dan kemungkinan tidak berbuah atau gagal panen.
Salah satu petani, Ridwan (48) mengaku sudah dua tahun ia dan petani di Kecamatan Undaan gagal tanam dan panen kacang hijau setiap musim kemarau.

“Tahun ini gagal panen lagi. Harusnya awal Agustus begini sudah ada yang panen, sekarang jangankan panen, bahkan banyak sawah yang tanaman kacang hijaunya tidak tumbuh,” ujar Ridwan kepada Betanews.id, Selasa (2/8/2022).
Baca juga: Tubel Anggada, Petani dari Welahan Punya Ratusan Pohon Mangga Tanpa Menanam
Warga Desa Medini itu mengungkapkan, kondisi tersebut disebabkan cuaca yang masih tak menentu, sehingga menyebabkan tanaman tidak tumbuh dengan baik.
“Bahkan tebar benihnya itu tidak hanya sekali tapi dua sampai tiga kali. Namun, ya kebanyakan tidak mau tumbuh. Hal itu, dikarenakan waktu tebar benihnya curah hujan masih tinggi, sehingga benih kacang hijau yang ditebar pun mati,” bebernya.
Dia mengatakan, biasanya dari lahan enam bau itu bisa menghasilkan sekitar enam ton kacang hijau. Jika dikalkulasi uang, ia bisa mendapatakan penghasilan bersih sekitar Rp50 juta setiap panen.
“Dua musim ini meringis. Tidak dapat hasil malah rugi. Modal saya tanam kacang hijau sekitar Rp10 juta,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Ngusman (51). warga Desa Sambung itu juga mengalami gagal panen kacang hijau di lahan setengah hektare yang ia sewa dari Desa Undaan Kidul. Selain tak bisa balik modal tanam/ kerugiannya itu masih ditambah biaya sewa lahan yang digarapnya.
Baca juga: Bagi yang Ingin Fokus Jadi Petani, Tips Ini Bisa Dicoba Agar Hasilnya Maksimal
“Lahan sewa, malah kacang hijaunya gagal panen. Padajal jika tak gagal panen bisa menghasilkan 1,5 ton. Dengan asumsi harga kacang berkisar Rp14 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram kali 1,5 ton kan lumayan,” rincinya.
Meski gagal panen, Ngusman mengaku tak kapok bertani karena memang itu yang jadi pekerjaannya sejak dulu. Jadi petani sudah ditekuninya selama puluhan tahun, jadi meski beberapa kali gagal panen, ia tidak kapok dan akan tetap bertani.
“Semoga musim depan cuacanya bisa baik dan nggak gagal panen lagi,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

