Merdeka Bagi Qoqom Pedagang Online

Tak hanya Arif dan Agus, Siti Qomariyah (31) juga harus berjuang melewati masa sulitnya menjadi seorang difabel. Qoqom, begitu dirinya akrab disapa, tak bisa berjalan usai satu kakinya diamputasi akibat kecelakaan.
Merdeka sekarang bukan lagi perjuangan melawan penjajah. Tapi bebas berkreasi membuat ide-ide dan tidak bergantung kepada orang lain
Siti Qomariyah, penyandang disabilitas
Sebelumnya dia berpisah dari suaminya dan harus mengidupi anak-anaknya dengan bekerja di pabrik rokok. Bebannya bertambah sulit usai kecelakaan, karena tidak lagi bisa bekerja di pabrik.
Sebagai single parent, warga Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, itu mengaku harus memutar otak untuk tetap mencari nafkah demi menghidupi empat anaknya, meski hanya tidak lagi memiliki fisik sempurna.
Meski begitu, Qoqom tetap bersyukur diberi kesempatan kedua untuk tetap hidup. Anak-anaknyalah yang menjadi motivasi terbesar untuk sembuh dan bangkit.
“Sekitar satu tahun saya terbaring, anak-anak selalu menemani. Mereka tidak memperbolehkan saya menangis, karena saya harus kuat. Mereka yang menguatkan saya,” ungkapnya sambil menangis.
Usai kecelakaan, Qoqom berjualan online melalui media sosial. Dia menjual barang-barang apa saja yang dibutuhkan follower-nya. Dia sering live di akun Tiktok, untuk menawarkan barang yang ia jual.
Setelah memiliki cukup modal dari berjualan online, Qoqom kini merambah ke usaha lain. Dia membuka salon kecantikan di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe. Salon itu dia beri nama Difa Salon.
Selain itu, Qoqom juga memproduksi olahan kopi, yang diberi merek Aura Coffee. Qoqom juga memproduksi sabun cuci piring, yang diproduksi bersama dengan keluarganya.
“Pokoknya yang bisa jadi uang sekarang saya kerjakan asal halal. Saya nikmati saya keadaan ini, pasti ada hikmahnya,” kata Qoqom.
Bagi Qoqom, menjadi difabel tidak berarti tidak memiliki kemerdekaan. Baginya, merdeka adalah bebas berkreasi dan tidak bergantung kepada orang lain. Bisa memunculkan ide-ide baru serta merealisasikannya, adalah makna kemerdekaan yang sebenarnya.
“Merdeka sekarang bukan lagi perjuangan melawan penjajah. Tapi bebas berkreasi membuat ide-ide dan tidak bergantung kepada orang lain. Itu merdeka bagi saya. Bisa merealisasikan pemikiran kita meski dengan segala keterbatasan,” tambahnya.




