BETANEWS.ID, SOLO – Saat ini bersedekah tidak hanya berupa uang atau bahan pokok, karena Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Solo sudah meluncurkan donasi minyak jelantah di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Selasa (16/8/2022).
Tak tanggung-tanggung, Baznas menggandeng PT Lima Raya yang bergerak dalam bidang ekspor limbah untuk menjual sedekah warga itu.
Ketua Baznas Solo Muhammad Qoyim menjelaskan, donasi minyak jelantah dari warga itu akan dijual ke luar negeri dan hasilnya untuk kegiatan kemanusian yang jadi program Baznas.
Baca juga: Peringati HUT ke-77 RI, Baznas Solo Salurkan Zakat ke Puluhan Mustahiq
“Jadi nanti jangan dibuang, dikumpulkan di botol. Lha nanti bisa dikirim ke Baznas dulu atau ke masjid terdekat yang menjadi unit amil zakatnya Baznas,” katanya.
Jika minyak jelantah di lokasi unit Baznas tersebut sudah terkumpul banyak, lanjut Qoyim, nantinya akan ada pihak Baznas yang mengambil. Selanjutnya, jika sudah terkumpul banyak, PT Lima Raya akan mengambil dan menggantinya dengan uang.
“Tetap kita koridornya tetap sedekah, artinya jualan itu masuk di dalam pemasukan sedekah. Dari uang itu nanti kita tasarufkan lagi untuk kegiatan membantu fakir miskin lagi untuk membantu yatim piatu, dan lain-lain,” beber Qoyim.
Direktur PT Lima Raya Respati Ardi menjelaskan, minyak jelantah yang dikumpulkan tersebut nantinya akan diekspor ke sejumlah negara di benua Asia dan Eropa yakni India, Malaysia, dan Eropa.
“Limbah jelantah ini tidak dikonsumsi oleh manusia, jadi harus diekspor karena di sana bisa diolah menjadi bio disel dan HVO (Hidrotreated Vegetable Oil) bahan dasar avtur,” papar Ardi.
Baca juga: Ada Potensi Wakaf Belum Maksimal, Ganjar Minta Baznas Jateng Lebih Kreatif
Menurut Ardi, kerja sama dengan Baznas Solo ini merupakan pertama kalinya di Indonesia atau sebagai pilot project.
“Pionirnya baru (Baznas) Kota Surakarta, dengan harapan kalau yang lain juga tertarik bisa belajar ke Solo. Bila berhasil nanti kita bisa copy paste kita terapkan di Baznas kota lain,” kata dia.
Sedangkan, minyak jelantah yang terkumpul akan dihargai Rp5 ribu hingg Rp6 ribu per kilogramnya.
“Jadi dari ibu rumah tangga yang minyaknya sudah tidak terpakai bisa dikumpulkan di satu tempat dan ada nilai ekonomisnya. Lalu kita ekspor hasil penjualan nilai ekonomisnya itu bisa menambah sedekah di Baznas,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

