Berani Rintis Usaha Sejak Aliyah, Beginilah Kisah Jatuh Bangun Anun di Bisnis Sablon Kaus

BETANEWS.ID, JEPARA – Seorang pria terlihat sedang memasang kaus pada papan sablon yang sudah dilapisi lem kain. Setelah tertata, ia kemudian menempelkan screen sablon yang telah diberi cat dan dikuas dengan rakel. Pria itu adalah Jauharil Maknun (23) pemilik Eleven Clothing yang berlokasi di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Ditemui di sela-sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Anun itu bersedia menceritakan kisah perjalanannya membangun usaha sablon. Dia mengatakan, awalnya iseng menerima tander untuk membuat kaus study tour semasa duduk di bangku Madrasah Aliyah. Berbekal kemampuan desain yang baru dikuasai selama dua minggu, ia menyanggupi untuk membuat kaus sablon.

Anun sedang menyablon kaus di Eleven Clothing miliknya. Foto: Erna Safitri

“Awalnya hanya iseng-iseng, waktu kelas dua MA ada study tour terus bikin kaus kelas. Saya bikin untuk 39 siswa dengan kemampuan desain yang baru saya pelajari sekitar dua minggu,” ungkapnya kepada Betanews.id, Selasa (26/7/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Eleven Clothing, Tempat Sablon di Jepara yang Bisa Buat Kaus Tanpa Minimal Order

Dari situlah, ia melihat permintaan pasar yang bisa menjadi peluang usaha. Ia lantas mengambil tander-tander sablon sampai lulus sekolah.  Keinginan kuat untuk memproduksi sablon secara mandiri lalu muncul pada 2018.

Saat merintis itu, modalnya hanya cukup untuk membeli satu meja sablon berukuran kecil beserta alatnya. Tak disangka, permintaan sablon semakin banyak, dan ia pun berpikir untuk memperbesar produksi. Karena dana tak cukup, keputusan besar ia pilih dengan meminjam uang ke bank sebanyak Rp25 juta. Hasil pinjaman itu, lantas digunakannya untuk membuat gudang produksi.

“Tahun terberat itu 2021. Karena salah produksi rugi Rp12 juta. Untuk gaji karyawan tidak cukup, lalu saya cari tambahan dengan kerja di percetakan selama 3 minggu untuk gaji mereka,” ungkapnya.

Baca juga: Demi Bakti Pada Ortu, Rozaq Pilih Teruskan Usaha Warisan Ketimbang Kejar Mimpi di Bidang Seni

Ia mengaku, sempat berpikir untuk menjual semua alat sablon yang dimilikinya, sampai seorang rekan kerja membantunya dengan memberi garapan sablon kepadanya. Dari situlah ia kembali bangkit dengan meluncurkan inovasi baru untuk membantu usahanya berkembang, yaitu merambah dunia percetakan.

“Jadi usaha satu bisa memback-up usaha lain, apalagi prospek percetakan bagus. Sedikit-sedikit cetak banner, acara satu jam pakai banner,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER