31 C
Kudus
Senin, Oktober 3, 2022
spot_img
spot_img
BerandaKISAHDemi Bakti Pada...

Demi Bakti Pada Ortu, Rozaq Pilih Teruskan Usaha Warisan Ketimbang Kejar Mimpi di Bidang Seni

BETANEWS, KUDUS – Menjalani profesi sebagai pengrajin perabotan rumah tangga, sudah digeluti Khoirur Rozaq (24) sejak satu setengah tahun lalu. Lulusan pondok pesantren di Banyuwangi itu memutuskan meneruskan bisnis keluarganya yang berdiri sejak 1998 demi baktinya pada orang tuanya.

Salah satu alasan yang begitu kuat menariknya untuk teguh pada jalan berbakti karena waktu itu ibunya sakit, dan ia akhirnya memutuskan pulang untuk membantu ayahnya mencari uang di toko yang berada di Desa Mijen RT 1 RW 6, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Toko perabotan rumah tangga yang terkanal murah di Kudus. Foto: Sekarwati

“Semenjak lulus dari pondok di Banyuwangi saya memutuskan untuk meneruskan usaha bapak. Apalagi ini sudah berdiri lama sejak masih ada kakek tahun 1998. Niatnya birul walidain lah, bantu bapak,” katanya, Rabu (13/7/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Toko Perabotan Rumah Tangga di Kaliwungu Ini Terkenal Paling Murah di Kudus

Pilihan itu lah yang akhirnya membuatnya harus mengubur mimpi untuk mengejar mimpinya di bidang seni. Namun, pilihannya itu sudah bulat dan ikhlas melepas mimpinya.

“Untuk sekarang belum ada usaha lagi. Kadang punya pikiran ingin melanjutkan bakat saya di bidang seni, tapi belum ada waktunya. Sementara fokus ini dulu,” imbuhya.

Rozaq akhirnya memang harus menekuni usaha pembuatan perabotan rumah tangga itu, lantaran toko keluarganya sudah terkenal di Kudus. Bahkan, pelanggannya juga sudah dari berbagai daerah. Mereka biasanya membeli wajan, pembakar sate, loyang, panci, wawal, dandang, dan lain-lain.

Perabotan rumah tangga itu bisa dibeli secara langsung, atau menghubungi nomor 0812 4904 7619 di jam buka toko mulai pukul 7.30 hingga 16.00 WIB.

Baca juga: Cerita Jatuh Bangun Ghofur Bangun Konveksi Celana Kolor yang Kini Pekerjakan 20 Orang

“Kata pelanggan sih ini paling murah. Biasanya disetor ke Pasar Jetak. Di sana ada orang toko yang akan ambil sendiri barangnya. Kadang juga diantar,” ungkap Rozaq.

Dengan banyaknya pembeli itu, Rozaq mengaku sering kewalahan melayani pesanan. Akibatnya, ia dan bapaknya memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pesanan yang biasanya jumlahnya puluhan hingga ratusan.

“Pernah punya pikiran menjualnya secara online, tapi bapak belum mau karena ini saja masih kewalahan. Kalau mau beli langsung datang ke toko saja,” pungkas Rozaq.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,327PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler