31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Cerita Jatuh Bangun Ghofur Bangun Konveksi Celana Kolor yang Kini Pekerjakan 20 Orang

BETANEWS.ID, JEPARA – Abdul Ghofur (43) terlihat sedang melipat puluhan celana kolor di rumahnya yang berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Celana-celana itu kemudian dimasukkan ke plastik bening putih dan kemudian dikumpulkan jadi satu. Dihitungnya celana tersebut per 10 bungkus dan kemudian diikat menggunakan tali rafia.

Sehari-hari, Ghofur memang masih terjun langsung mengatur produk di usaha konveksi celana kolor Gupong Collection yang dirintisnya pada 1997 itu. Ghofur tak mau, jerih payahnya merintis usaha itu akhirnya gulung tikar karena kualitasnya turun.

Beberapa karyawan Gupong Collection sedang menjahit celana kolor. Foto: Erna Safitri

Dia menceritakan, sebelum punya usaha sendiri, Ghofur sudah ikut kerja di konveksi baju sejak lulus SD. Setelah mahir, lambat laun ia melepaskan diri dengan mengerjakan sendiri baju dengan cara sistem borong dari bosnya tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Gupong Collection, Konveksi Celana Kolor Rumahan di Jepara yang Pelanggannya Sampai Luar Jawa

“Mulai ini karena dukungan orang tua. Waktu itu, bapak memodali saya untuk buka di rumah dan ambil dari bos saya,” kata Ghofur, Selasa (12/7/2022).

Saat awal merintis, ia hanya menerima jahitan dari borongan baju saja. Setelah memiliki modal, ia lantas mengembangkan usaha dengan membuat celana kolor.

“Saya pikir karena sepi dan ramai di waktu tertentu, akhirnya saya pilih celana kolor saja. Karena selalu ramai jarang sepi, malah tambah ramai menjelang ramadan dan lebaran,” lanjutnya.

Ia menuturkan, awal merintis usaha ini tidaklah mudah. Ia harus berani datang menawarkan dari satu pasar ke pasar lain. Salah satunya ke pasar Kliwon Kudus. Sempat ditolak namun akhirnya karena banyak kenalan jadi bisa masuk pasar Kliwon dan pasar di Yogyakarta.

Ketika mengirim barang, ia juga pernah bonek (numpang) truk, salah satunya ke Banyuwangi. Karena menebeng, ia tak langsung bisa pulang di hari yang sama karena harus menunggu pagi untuk membeli tiket bus kembali ke Jepara. 

Saat hendak bermalam di kota orang tersebut, dia tak membawa KTP sebagai identitas untuk menginap di penginapan karena sudah tidak berlaku (KTP mati). Alhasil dirinya terpaksa tidur di pasar Tanjung bersama dengan ODGJ yang juga bermalam di pasar tersebut.

Baca juga: Orderan Sepi dan Sempat Rumahkan Karyawan, Begini Kisah Owner Djanoer Batik Bangkit dari Pandemi

“Pengalaman tak terlupakan, ikut numpang sama truk ke pasar Tanjung, Banyuwangi. KTP mati belum perpanjang dan tidak bisa menginap. Yasudah tidur di meja-meja pedagang barengan sama ODGJ yang juga tidur di situ,” ungkap Ghofur.

Kini, ia mengaku usahanya sudah jauh lebih baik. Saat ini dirinya memiliki 20 pekerja yang membantunya menjahit celana kolor di Gupong Collection. Bahkan, dirinya mengaku sudah punya pembeli tetap dari berbagai kota di Pulau Jawa yang setiap minggu mengambil celana kolor dengan truk. Sedangkan untuk luar Jawa cukup dikirim.

Alhamdulillah sekarang sudah banyak pedagang yang ambil celana kolor pakai truk atau dikirim kargo ke luar Jawa,” pungkasnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER