31 C
Kudus
Kamis, Februari 19, 2026

Gupong Collection, Konveksi Celana Kolor Rumahan di Jepara yang Pelanggannya Sampai Luar Jawa

BETANEWS.ID, Kudus – Di dalam rumah yang berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, terlihat beberapa pekerja berjibaku dengan mesin penjahit. Mereka menjahit dan mengobras ratusan celana kolor dengan berbagai motif dan warna. Mereka sesekali terlihat berbincang dengan seorang perempuan yang sedang menata tumpukan celana untuk dijahit. Perempuan tersebut ialah Devi Umariah (28) mandor Gupong Collection.

Setelah menata kain, Devi sapaan akrabnya, berkenan memberikan informasi terkait konveksi celana kolor tersebut kepada Betanews.id. Ia menjelaskan, konveksi tersebut memproduksi celana kolor berbahan lotto.

Beberapa karyawan Gupong Collection sedang menjahit celana kolor. Foto: Erna Safitri

“Celana menggunakan bahan Lotto. Ada dua celana, pendek dan panjang. Ukurannya punya all size, jumbo, dan super jumbo,” jelas Devi, Selasa (12/7/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Toko Hokkitama, Tempat Persewaaan Baju Adat Korea Selatan di Kudus

Untuk harga celana kolor bervariasi, ukuran all size dipatok Rp9 ribu sampai Rp15 ribu, jumbo (JB) Rp17 ribu dan super jumbo (SJB) Rp18 ribu. Harga tersebut berkalaku untuk harga eceran satuan maupun grosiran.

Meskipun tidak menjual celana kolor melalui marketplace, konveksi tersebut bisa menjual antara 8-12 ribu celana dalam sepakan. Distribusinya pun sudah sampai ke berbagai kota, bahkan ke luar Jawa.

“Dijualnya lewat pedangang-pedagang saja di kota-kota besar, ada yang Kudus, Yogyakarta, Banyuwangi, Jakarta, Sumatra, Makasar, bahkan Sampai Flores. Untuk pemesan dapat menghubungi nomor Whatsapps 0882-2657-4277,” ungkap Devi.

Baca juga: Pingin Model Baju Anak Kekinian ala Drama Korea? Cek di Gulali Kids Wear Kudus Saja

Devi menambahkan, konveksi Gupong Collection memiliki 20 pekerja yang terdiri dari penjahit, pemotong, pengobras, penjahit bagian kolor dan bagian kelin bawah celana. Untuk sebagian penjahit dikerjakan di rumah masing-masing. Hal ini karena kebanyakan dari penjahit adalah ibu rumah tangga.

“Ada 20 pekerja, yang 15 di dalam menjahit, mengobras, menjahit kolor, kelin, sisanya menjahit di rumah karena ibu rumah tangga. Sedangkan sablon celana dari luar. Dalam sehari bisa jahit sampe jadi itu 5 ribu celana,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER