31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaKISAHBosan 24 Tahun...

Bosan 24 Tahun Kerja Ikut Orang, Yoyon Nekat Jualan Es Cokelat yang Digandrungi Anak Muda

BETANEWS.ID, KUDUS – Yoyon Triyono tampak sibuk membuatkan es cokelat di outletnya yang berada di Selatan SPBU Cendono, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Setelah jadi, ia lantas memasukkannya dalam plastik dengan tambahan roti tawar.

Siang itu, Yoyon memang tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Apalagi, es cokelat yang dijualnya itu memang sedang digandrungi muda-mudi di berbagai tempat.

Di tengah ramainya Outlet bernama Es Coklat Berkah Umur itu, Yoyon bersyukur karena akhirnya bisa punya usaha sendiri tanpa bergantung kepada orang lain lagi. Sebelumnya, ia bekerja di salah satu perusahaan perbankan sebagai marketing selama puluhan tahun di Yogyakarta. Karena bosan, ia pun keluar dan lebih memilih merintis usaha sendiri.

- Ads Banner -

Baca juga: Es Cokelat dengan Roti Cocol di Kudus Ini Banyak Digemari, Ternyata Karena Ini

“Saya bekerja selama 24 tahun, dari tahun 1994. Karena sudah bosan dan ingin punya usaha sendiri jadinya tahun 2015 saya putuskan keluar. Kemudian saya jualan terang bulan mini di Yogyakarta,” beber Yoyon kepada betanews.id, selasa (14/6/2022).

Setelah berjualan terang bulan mini, kata Yoyon, ia kemudian mencoba berjualan soto, lalu berjualan es viral. Pada tahun 2020, ia kemudian memutuskan pulang kampung ke Kudus. Di kota kretek, ia pun berjualan es oyen selama 2 tahun, hingga 2022 ini.

“Karena penjualan tidak terlalu signifikan, akhirnya teman ada yang merekomendasikan untuk berjualan es cokelat ini,” jelasnya di lapak yang libur setiap Senin tersebut.

Baca juga: Kisah Pipit Rintis Bisnis Cokelat Karakter yang Kini Suplai 50 Toko dan Minimarket di 7 Daerah

Rupanya, usaha yang dimulainya sejak 12 Juni 2022 itu dapat respon bagus dari masyarakat kudus. Sebab, es tersebut hadir di Kudus pertama kali, dengan es cokelat yang dicocol dengan roti tawar. Di sana, ia menjual es cokelat dengan harga Rp7 ribu per porsi, sudah mendapatkan satu roti tawar. Menurutnya, pembeli banyak dari kalangan anak-anak dan anak muda.

Alhamdulilah penjualannya terus ada peningkatan, dan saya yakin prospek ke depannya bagus,” tandas pria berusia 49 tahun tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler