31 C
Kudus
Minggu, Mei 22, 2022
spot_img
BerandaKulinerKisah Pipit Rintis...

Kisah Pipit Rintis Bisnis Cokelat Karakter yang Kini Suplai 50 Toko dan Minimarket di 7 Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma cokelat langsung tercium saat masuk rumah Nur Laila Safitri di RT 1 RW 1 Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Rupanya, sang pemilik Nurry Choco itu sedang membuat cokelat karakter bersama beberapa wanita di dapur rumah.

Di sana, ada yang kebagian mencetak cokelat, ada juga yuang sudah membungkus cokelat untuk dipasarkan. Kemasan cokelat karakter itu juga beragam. Ada yang diwadahi toples, ada yang dibungkus plastik, termasuk juga menjadi angpao lebaran.

Menurut Pipit, panggilan akrabnya, usaha yang dirintisnya pada 2017 lalu itu kini sudah menyuplai puluhan toko dan minimarket di berbagai daerah.

- Ads Banner -

Baca juga: Rintis Usaha dengan Modal Nekat, Fela Kini Raih Banyak Cuan dari Baginda Dimsum

“Awalnya dulu kami hanya menjualnya melalui online shop dan dari mulut ke mulut. Sekarang kami sudah menyuplai ke berbagai toko dan minimarket ke berbagai daerah,” ujarnya, Kamis (28/4/2022).

Dia menceritakan, setelah produknya yang dipasarkan melalui online cukup diminati. Ia pun memberanikan diri untuk mengajukan proposal ke beberapa toko dan minimarket, agar produknya bisa dijual di tempat tersebut.

“Ternyata proposal saya disetujui. Kini selain di beberapa toko bakery besar di Kudus. Produk Nurry Choco juga dijual di toko dan minimarket di Jepara, Pati, Semarang, Tegal, Purwokerto dan Pekalongan. Total ada 50 toko yang sudah menjual produk Nurry Choco,” rincinya.

Dia menuturkan, produk cokelat Nurry Choco yang dikirim ke beberapa toko dan minimarket adalah cokelat berbagai karakter yang dikemas dalam toples, dengan harga Rp50 ribu per toples. Selain itu juga ada cokelat lolipop karakter dengan harga Rp2 ribu.

Baca juga: Warung Pecel Madiunnya Laris, Keputusan Kurniawan Mudik Kudus Kini Berujung Manis

“Setiap pekan saya mengirim ke setiap toko 10 toples dengan berat 250 gram. Serta cokelat lolipop sebanyak 100 pcs. Biasanya dalam sepekan itu habis. Berarti estimasi sebulan itu saya mengirim ke 50 toko itu sebanyak 2.500 toples dan 20 ribu cokelat lolipop,” jelasnya.

Ke depan, dia berharap bisa memperluas pasar lagi, serta mau bikin inovasi lagi, di antaranya bikin cokelat isian tempe dan cokelat selai.

“Produk dari cokelat Nurry Choco sudah terdaftar izinnya dan bersertifikasi halal. Bahan yang kami gunakan adalah coklat premium,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler