31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaKISAHWarung Pecel Madiunnya...

Warung Pecel Madiunnya Laris, Keputusan Kurniawan Mudik Kudus Kini Berujung Manis

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang laki-laki dan perempuan tampak sibuk melayani pembeli di sebuah warung Pecel Madiun depan Universitas Muria Kudus (UMK), Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. jika sang lelaki terlihat menyiapkan pecel, perempuannya kebagian mengantarkan hidangan itu ke pembeli.

Di jam makan siang, tempat bernama Warung Pecel Mbak Dian itu memang selalu ramai. Apalagi, bumbu pecel di tempat tersebut sangat berbeda dengan pecel kebanyakan di Kudus. Karena kekhasan itulah, tempat itu bisa menjual puluhan porsi sehari.

Dua pembeli sedang menunggu pesanan Pecel Khas Madiun di Warung Mbak Dian depan UMK. Foto: Kartika Wulandari.

Hal ituah yang diceritakan Kurniawan (45) pemilik warung Pecel Madiun Mbak Dian saat ditemui, Senin (14/03/22). Warung yang dirintis bersama istrinya, Dian Kristiyowati (44) itu sudah melayani pembeli sejak 2018 lalu.

- Ads Banner -

Baca juga: Menikmati Pecel Khas Madiun di Warung Mbak Dian Depan UMK

“Dulu saya bekerja sebagai marketing di Jakarta, dan istri saya mencoba buka usaha pecel Madiun tahun 2018, karena istri saya asli dari sana,” ucapnya.

“Kemudian karena saya mau dipindah ke Banjarmasin, akhirnya saya memilih pulang Kudus untuk mengembangkan warung ini dengan istri saya,” tambahnya.

Kurniawan menjelaskan, dulunya warung ini hanya satu petak saja. Setelah memiliki banyak pelangan, kini ia mempunyai tempat yang cukup luas.

“Dulu awalnya masih jual warung kecil-kecilan, tapi alhamdulillah sekarang semakin banyak yang suka, jadi kita pindah tempat yang lebih luas,” ucapnya.

Mengenai alasanya memilih menu pecel untuk usahanya, selain memang istrinya yang asli dari Madiun, menu pecel adalah makanan yang disukai oleh semua orang. Jadi tidak perlu usaha lebih untuk memperkenalkannya.

Setelah empat tahun merintis usaha warung pecel Madiun, kini warungnya bisa menjual puluhan porsi setiap harinya. Bahkan pecelnya ini menjadi langanan para pejabat dan pegawai kantoran.

Baca juga: Kisah Tri Rahayu yang Sukses Besarkan Usaha Abon dengan Brand Ksatria

“Sehari bisa menjual 50-60 porsi kalau ramai itu masih pecel aja ya, belum menu yang lainnya. Kita juga ada menu yang lain antara lain pecel, rawon, asem-asem daging, gado-gado, dan masih banyak lagi,” tambahnya.

 Kurniawan pun menjelaskan, sambal pecel Madiun memiliki perbedaan dari pecel pada umumnya. Karena sambal pecel madiun memiliki cita rasa asin dan pedas. Satu porsi pecel Madiun pun mempunyai toping tambahan, jadi tidak hanya nasi, sayur, dan sambal kacang saja.

Satu porsinya  terdiri dari nasi, sayur, sambal kacang, daun kemangi, petai cina, serundeng, dan rempeyek kacang. Ada juga pilihan lauk empal, babat, paru, telur dadar, telur ceplok, dan aneka gorengan.

“Satu porsinya mulai dari Rp9 ribu, tapi kalau tambah lauk bisa sampai Rp27 ribu tergantung tambahan lauknya,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler