BETANEWS.ID, KUDUS – Dewi Angrariyantiningdiah (57) terlihat sedang melayani pembeli yang datang di lapak gorengan khas Tegal miliknya. Ia terlihat cekatan memilihkan gorengan pesanan pembeli itu dan mewadahinya dalam kantong plastik. Hari itu, tempat jualan yang berada di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus tersebut memang tampak ramai pembeli.
Saat ditemui di warungnya, Dewi begitu ia akrab disapa bersedia berbagi kisahnya. Dia menuturkan, di usianya yang hampir memasuki kepala enam, ia masih berjualan untuk anaknya yang mengenyam pendidikan di SMKN 1 Kudus.

Demi mengantarkan cita-cita sang anak yang ingin jadi koki, ia pun harus mencari rezeki sendiri lantaran sudah ditinggal suaminya. Demi sang anaklah ia terus semangat mencari nafkah.
Baca juga: Lapak Gorengan Khas Tegal di Gribig Ini Bisa Jual Ratusan Biji Sehari
“Ya tadinya sebelum berjualan kuliner khas Tegal ini, saya berjualan di kantin Madrasah Aliyah negeri (MAN 2 Kudus) selama 10 tahun. Karena pandemi siswa diliburkan, jadi kantin juga harus ditutup. Karena kepepet, sedangkan saya harus membiayai sekolah anak, akhirnya ada ide untuk berjualan gorengan khas Tegal ini,” beber Dewi kepada betanews.id, Kamis (2/5/2022).
Saat memulai berjualan gorengan khas Tegal itu, ia memang merasakan kepayahan. Apalagi, warungnya itu belum banyak dikenal oleh pembeli. Tantangan baru pun menghampirinya karena sebelumnya tak harus capek mempromosikan produk ataupun barang yang dijual.
“Awal-awal jualan memang berat ya, karena pembeli belum tahu kita mempunyai produk apa. Tapi setelah dibantu anak pemasaran melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram, setelah 6 bulan jualan akhirnya masyarakat Kudus sudah banyak yang tahu. Walaupun Dibandingkan jualan di kantin dulu jauh lebih banyak, tapi kini Alhamdulillah sudah lumayan,” ungkap ibu dua anak tersebut.
Ia menjelaskan, ia di sana menyediakan berbagai macam gorengan khas Tegal, seperti tahu aci, tahu pletok, cireng salju, tahu walik, pangsit goreng, tahu mercon, olos Tegal, pangsit mercon, tahu mie, pangsit mie, martabak mie, pangsit sosis, tahu bakso ayam, tahu petis, tahu kentang, dan piscok.
“Untuk harga gorengan ini hanya seribu rupiah per bijinya. Sebelum harga bahan pokok naik, saya jualnya hanya Rp500 saja ber bijinya. Karena bahan baku sudah naik semua, jadinya ya ikut naik,” tutur warga Dukuh Krajan RT 2 RW 2, Desa Gribig, kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu.
Tak hanya gorengan, ia juga menerima pemesanan seperti nasi rames, nasi kuning, nasi uduk, puding, senteling, gobet, gado-gado emping, gado-gado kentang.
“Jika ada yang berminat memesan aneka gorengan ataupun aneka nasi bisa menghubungi nomor WhatsApp 0877 3389 7776,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

