Tinggalkan Kerjaan Mapan Demi Ikut Suami ke Kudus, Rina Kini Temukan Ladang Rezeki dari Batik Ecoprint

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Fajarina Tri Indarti (47) tampak telaten menjelaskan berbagai produk dari batik ecoprint buatannya kepada satu calon pembeli. Beberapa kali, ia harus membuka kemasan atau lipatan untuk dicoba wanita di hadapannya itu. Bagi dia, melayani pembeli sepenuh hati adalah salah satu jalan bisnisnya itu makin lancar dan banyak diminati.

Rina masih ingat, saat awal tinggal di Kudus, ia sempat gagal di usaha kue kering yang sudah dua tahun ia bangun. Dari sana lah, ia terus bekerja keras mencari ide usaha hingga akhirnya ketemu dengan bisnis batik ecoprint 2019 lalu.

Bagi Rina, pindah ke Kudus dan memulai sesuatu yang baru bersama suaminya adalah hal yang cukup berat. Apalagi, ia sebelumnya sudah punya pekerjaan mapan sebagai trainer di Yogyakarta.

-Advertisement-

Baca juga: Batik Ecoprint Karya Rina Ini Jadi Incaran Banyak Orang, Setiap Bikin Langsung Laku

“Sebelumnya saya itu tinggal di Yogyakarta dengan kerjaan sebagai trainer. Belasan tahun saya menekuni kerjaan itu, cukup lama dan cukup nyaman. Pada tahun 2017 saya pindah ke Kudus ikut suami, karena suamiku orang Kudus,” ujar Rina, Rabu (19/5/2022).

Karena sudah tak bekerja, di Kota Kretek inilah Rina mulai merintis usaha. Usaha pertama yang dipilihnya adalah membuat kue kering. Namun, setelah berjalan dua tahun ia memutuskan untuk tak melanjutkan usahanya tersebut. Sebab, menurutnya usaha itu tak cocok baginya dan susah berkembang.

“Peluangnya sulit. Mungkin karena sudah banyak pesaing hingga sulit untuk berkembang,” ungkapnya.

Gagal di usaha kue kering tak menyurutkan tekat Rina berwira usaha. Ia kemudian banting setir jadi penjahit, dengan memproduksi pakaian untuk pria dan wanita, hingga pada 2019 ia mengenal ecoprint.

“Saat itu saya langsung tertarik. Karena menurutku ecoprint itu sangat unik. Kemudian saya belajar pembuatan ecoprint dengan teman suami yang ada di Jakarta melalui telepon. Kemudian saya kembangkan sendiri dengan melihat refrensi dari YouTube,” bebernya.

Setelah benar-benar paham, ia pun mulai membuat ecoprint pada selembar kain dengan menggunakan daun jati yang sekaligus jadi motifnya. Setelah berhasil ia pun membuatnya lagi dengan menggunakan daun-daun pohon atau tanaman lain.

“Kain yang motif daun dengan teknik ecoprint itu kemudian saya pasarkan melalui media sosial. Ternyata peminatnya cukup banyak,” beber dia.

Baca juga: Kisah Taufiq Rintis Usaha Baki Lamaran Sejak SMA hingga Mampu Biayai Kuliah Sampai S2

Di brand yang ia beri nama Ecoprint Unique & Chic, Rina membuat aneka produk seperti kerudung atau pasmina, baju pria dan wanita, sajadah, mukena, slayer, sarung bantal, dan totebag.

“Untuk harga cukup variatif mulai Rp60 ribu sampai Rp400 ribu, tergantung produknya. Sedangkan kain ecoprint harganya antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per lembar, tergantung ukuran dan jenis kain,” jelasnya.

Dia mengatakan, produk-produk dari Ecoprint Unique & Chic laris dan banyak peminatnya. Bahkan, ia tidak bisa nyetok produk karena setiap jadi langsung laku.

“Peminatnya, karena saya pasarkan melalui online jadi tidak orang Kudus saja. Melainkan ada juga pelanggan dari Kalimantan, Sidoarjo, Bandung, Purworejo, dan Kebumen,” punbgkas Rina.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER