31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Kisah Taufiq Rintis Usaha Baki Lamaran Sejak SMA hingga Mampu Biayai Kuliah Sampai S2

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria mengenakan kaus oblong tampak sedang menata baki lamaran di rak besi di dalam toko yang berada di Jalan Kudus-Besito, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Pria tersebut yakni Taufiq yang mampu biayai pendidikannya hingga lulus S2 dari baki lamaran.

Usai menata, Taufiq sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia menuturkan, mulai menerima orderan menghias baki lamaran sejak masih duduk di bangku SMA, atau tepatnya sejak 1994. Usaha itu bermula dari permintaan saudaranya yang hendak menikah untuk dihiaskan baki lamarannya.

“Saat akan prosesi lamaran itulah, saya diminta menghias baki. Ternyata baki yang saya hias itu menurut mereka sangat bagus. Hingga tanteku dan mamaku yang bakulan di pasar ngomong-ngomong sama teman mereka. Dari situlah kemudian order menghias baki berdatangan,” ujar Taufiq kepada Betanews.id, Selasa (17/5/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Sulap Karung Goni Jadi Aneka Kerajinan Bernilai Jual Tinggi, Cuan pun Berdatangan

Dia menuturkan, order membuat baki lamaran dikerjakannya di sela kesibukannya sekolah. Karena banyaknya orderan, ia yang masih pelajar pun punya penghasilan sendiri, dan punya banyak uang.

“Uang itu saya gunakan untuk keperluan sekolah, selain biaya SPP bulanan. Sisanya saya tabung untuk biaya kuliah,” ungkapnya.

Setelah lulus SMA, order pembuatan baki lamaran masih juga banyak. Sehingga ia pun kuliah di Semarang menggunakan biaya dari hasil pembuatan baki lamaran. Bahkan, setelah lulus sarjana ia pun melanjutkan kuliah ambil magister sembari tetap membuat baki dan merambah usaha lainnya.

“Kuliah magister itu pun saya biayai sendiri. Tentunya dari hasil pembuatan baki,” beber ayah dari satu anak tersebut.

Baca juga: Kisah Solichin, Sempat Ditentang Ayahnya jadi Pelukis Hingga Karyanya Dibeli Orang Belanda

Di tempatnya, dia menyediakan berbagi bentu baki lamaran, dari yang biasa hingga baki kelas sultan. Untuk harga berkisar mulai Rp45 ribu hingga jutaan. Di setiap musim orang hajatan, dirinya bisa menjual hingga ratusan paket baki lamaran berisi 4 buah. Kemudian yang order menghias baki lamaran juga banyak.

“Untuk peminatnya lumayan banyak. Selain orang Kudus juga ada dari Jepara dan Pati. Dalam sebulan saya bisa menjual ratusan baki dan souvenir. Kalau berminat bisa menghubungi nomor 0852 2622 8039,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER